Mohon tunggu...
Rionanda Dhamma Putra
Rionanda Dhamma Putra Mohon Tunggu... Ingin tahu banyak hal.

Seorang pembelajar yang ingin tahu Website: https://rdp168.video.blog/ Qureta: https://www.qureta.com/profile/RDP Instagram: @rionandadhamma

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Perihal Insentif Gaji, Efek Multiplier, dan Kesenjangan Ekonomi

7 Agustus 2020   08:17 Diperbarui: 7 Agustus 2020   08:13 92 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perihal Insentif Gaji, Efek Multiplier, dan Kesenjangan Ekonomi
Sumber: https://sumut.idntimes.com/

Pada 5 Agustus kemarin, menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pengumuman yang mengejutkan. Pemerintah mengaji pemberian "santunan" kepada pekerja swasta dengan gaji di bawah lima juta rupiah. Lebih rinci lagi, program berbentuk bantuan langsung tunai (BLT) ini ditargetkan kepada pekerja yang terdampak pandemi dan tidak menerima bansos.

Coba perhatikan. Penulis memberikan tanda kutip di atas kata santunan. Mengapa? Sebab penggunaan kata tersebut tidak tepat. Menurut hemat penulis, program ini adalah insentif bagi the vulnerable lower-middle class untuk melakukan kegiatan konsumsi.

Berikut adalah mekanisme insentif tersebut. Adanya program ini memberikan temporary income security kepada 13 juta pekerja. Sehingga, keamanan pendapatan dapat mendongkrak daya beli mereka. Melalui mekanisme ini, diharapkan laju konsumsi agreggat dan pertumbuhan ekonomi terjaga (Ramli dalam money.kompas.com, 2020).

Munculnya wacana di atas membuktikan apa yang selama ini dipercaya para ekonom. "When things collapse, everybody becomes a Keynesian," kata Peter Temin, profesor ekonomi dari MIT. Kebijakan ini secara eksplisit bersifat Keynesian. Dia digelontorkan untuk menggenjot konsumsi secara agreggat dalam perekonomian.

Terlebih lagi, bantuan juga diberikan kepada kelas menengah-bawah. The Economist Intelligence Unit (dalam Pardede dan Zahro, 2017) menyatakan bahwa ada empat kelompok kelas ekonomi di Indonesia berdasarkan pendapatannya:

Kelas

Pendapatan (dalam Rupiah)

Atas

>120 juta

Menengah-atas

60 juta-120 juta

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN