Mohon tunggu...
Rd.
Rd. Mohon Tunggu... Lainnya - .

tentang buku, sepeda, debian, motor tua, musik, makanan, bubin LantanG dan bang Rhoma

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisimu yang Indah, Indah Sekali, Berkali-kali

4 Desember 2022   18:46 Diperbarui: 4 Desember 2022   18:54 156
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Pertama kali aku baca, baru saja di lembaran pertama sudahlah membuatku terpukau. Amboi, indah sekali.

Dunia ini seperti tidak akan ada hari esok lagi, dan sepertinya hari kemarin tiada yang usang.

Hidup katamu adalah rerimbunan hijau beragam tajuk dengan jutaan species yang kau uraikan satu per satu, seperti juga berbagai warna warni isi palung berbagai kedalaman lautan di penjuru bumi.

Tenang saja akan aku biarkan rangkaian kalimat sederhanamu tetap begitu, tapi kupeluk diam-diam dalam ingatan dalam-dalam.

Keretaku sudah mulai melaju, tapi kata-kata berkelebatan di jendela yang terpapar angin sedari timur.

Puisimu menuntunku kembali ke arah baratmu, tunggulah.  Seperti biasa kau jemput dengan payung magenta dan di genggaman kesenanganmu akan Andrea Hirata.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun