Mohon tunggu...
Rd.
Rd. Mohon Tunggu... Lainnya - .

tentang buku, sepeda, debian, motor tua, musik, makanan, bubin LantanG dan bang Rhoma

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Mencoba Singkat

12 Oktober 2022   17:07 Diperbarui: 12 Oktober 2022   17:28 102
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

. sebenarnya sudah aku menuliskan tentang obrolan pengantarku pulang setelah hening memuai di ujung timur kota.

tapi sejenak di kursi biru, tergoda akan baris biru di kanan tempat ruangan baru terbuka

keinginan menandak-nandak dari pusaran kepala yang berdenyut tak henti-henti

sekilas bayanganmu malu-malu mengintip masuk, ragu ingin mencuri waktu, melebur dalam lembar kertas yang pernah aku kirimkan diam-diam. untuk kemudian kau robek dan hamburkan sampai melayang lalu pelan menghilang

apakah kau pernah peduli itu?

kau yang bertahun menjelma adinda dan bertahta di langit selatan Jogja, mungkin masih ada sezarah aku dalam hari-harimu. atau detik silam hanyalah sebaris kalimat pias dalam catatan harianmu, yang dulu  pernah kau ijinkan aku untuk masuk ke pusaran renjanamu.

semenjakala beningmu akan selalu menggulung alam hidup, kala senja tak terasa menjelma embun pagi.

niscayalah kehadiranmu, selalu..

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun