Mohon tunggu...
Rayna Ligar
Rayna Ligar Mohon Tunggu... -

Book Addict, Pluviophile.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Cahaya Rembulan

12 Oktober 2018   22:12 Diperbarui: 21 Oktober 2018   14:23 497
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Semilir angin menggigilkan tatkala cakrawala menggelap.

Keadaan raga yang seharusnya terlelap.

Harus menahan rasa letih yang merayap.

Namun apalah daya, letih tak letih haruslah menghadap.


Kala itu cakrawala menunjukkan pesonanya.

Ketika cahaya rembulan bersinar di lautan malam.

Menghempaskan semua letih yang membuat muram.

Membangkitkan semangat raga yang mendalam.


Mengandaikan diri dapat bersua dengan rembulan .

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun