Mohon tunggu...
Rayhana Ayu
Rayhana Ayu Mohon Tunggu...

Selanjutnya

Tutup

Politik

Surutnya Embargo AS terhadap Indonesia

24 Februari 2018   14:23 Diperbarui: 24 Februari 2018   14:23 777 0 0 Mohon Tunggu...

Hubungan Internasional sangatlah dibutuhkan oleh sebuah Negara. Hubungan internasional dapat berbentuk hubungan bilateral, regional, maupun internasional. Sebagai  negara, Indonesia melakukan hubungan internasional untuk mencapai tujuan tertentu di bidang tertentu, baik di bidang perekonomian, pembangunan infrastruktur, politik, pertahanan dan keamanan, hukum, dan pembaruan energi. Indonesia melakukan hubungan bilateral hampir dengan semua negara besar di dunia, termasuk hubungan bilateral antara Indonesia dengan Amerika Serikat. Indonesia dengan Amerika Serikat dalam bidang hankam.

Beberapa tahun terakhir hubungan bilateral Indonesia dengan Amerika Serikat dalam bidang pertahanan dan keamanan atau militer sedang memanas akibat adanya isu pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh salah satu anggota Kopasus, Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin karena dianggap bertanggung jawab atas hilangnya aktivis mahasiswa pada 1998, saat menjabat sebagai Pangdam Jaya. Tuduhan lain menyebutkan bahwa Indonesia melanggar Hak Azasi Manusia dengan menembaki demonstran di Dili, Timor Timur (kini Timor Leste), pada 12 November 1991.

Sebagai sanksinya, Amerika memberlakukan embargo kepada Indonesia selama 10 tahun. Embargo tersebut terjadi pada 1995 sampai 2005. AS sempat memberhentikan penjualan senjata, termasuk tidak mau memberi suku cadang untuk peremajaan pesawat-pesawat TNI buatan Negara Paman Sam tersebut. Akibatnya banyak pesawat tempur TNI Angkatan Udara harus di-grounded lantaran tak punya suku cadang seperti pesawat F-16 Fighting Falcon, sejumlah armada F-5 Tiger, sampai pesawat angkut militer C-130 Hercules yang seluruhnya buatan AS. Embargo membuat banyak pesawat militer RI tak bisa diterbangkan sekalipun kondisinya baik, bahkan tergolong baru. Hal ini membuat pasukan TNI tidak bisa menjaga kedaulatan wilayah NKRI.

Seiring berjalannya waktu, hubungan hankam Indonesia dengan Amerika berangsur-angsur membaik. Hal ini ditandai dengan ajakan pemerintah Amerika Serikat untuk mengajak latihan militer bersama Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) Indonesia. Ajakan ini disampaikan oleh Duta Besar Amerika untuk Indonesia, Joseph Donovan. Donovan mengatakan bahwa negaranya telah membuka kembali kebijakan latihan militer bersama Kopasus setelah sempat melarang Amerika untuk mengadakan latihan bagi Kopasus Indonesia karena isu pelanggaran hak azasi manusia. Latihan tersebut dimulai dengan Detasemen 81 Kopassus. Detasemen 81 Kopassus adalah detasemen pasukan elite TNI Angkatan Darat yang memiliki keahlian dalam penanggulangan terorisme. Menurut Donovan pelatihan ini dibuka kembali karena Indonesia merupakan mitra strategis AS, terutama di kawasan Asia Pasifik. Indonesia dan AS memiliki sejarah kerja sama yang sangat panjang dalam berbagai bidang. Indonesia juga berperan dalam menjaga stabilitas Asia Tenggara.

Tidak hanya KOPASSUS yang menjadi partner latihan militer antara Indonesia dengan Amerika Serikat. Amerika Serikat turut menggandeng satuan TNI lainnya seperti Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Kerja sama ini benar-benar dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memperkuat kekuatan militernya dalam menjaga pertahanan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

            Daftar Pustaka                        :

Stefanie, Christie. "AS Buka Kembali Latihan dengan Kopassus". 19 Februari 2018. cnnindonesia.comkembali-latihan-dengan-kopassus

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x