Mohon tunggu...
RAUF NURYAMA
RAUF NURYAMA Mohon Tunggu... Pemerhati Masalah Media, Sosial, Ekonomi dan Politik.

Sekjen Forum UMKM Digital Kreatif Indonesia (FUDIKI); Volunteer Kampung UKM Digital Indonesia; Redaktur : tinewss.com

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Telkom Indonesia, Masih Merah Putih (?)

9 September 2015   13:23 Diperbarui: 9 September 2015   14:40 0 0 0 Mohon Tunggu...

Mungkin hanya sedikit yang tahu tentang apa yang sedang dilakukan oleh PT Telkom Indonesia. Dari beberapa berita di media baik cetak maupun online, hanya sedikit sekali yang membacanya. PT Telkom Indonesia, baru saja mendapatkan Prestasi sebagai The Best Company on Marketing dalam BUMN Merketeers 2015. Sebagai BUMN terbaik dalam bidang pemasaran dan menyisihkan 32 BUMN lainnya yang mengikuti ajang tersebut. Demikian saya baca di Kompas.com, maupun media online lainnya. Tahun 2015 ini Telkom melakukan banyak sekali perubahan, baik dari sisi jaringan, produk, layanan maupun dalam aspek PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan). Misalnya saja, dengan dimotori Divisi Business Service  sampai akhir tahun ini Telkom menargetkan akan membangun 60 Kampung UKM Digital. Lalu apa yang dimaksud Kampung UKM Digital? Apakah ini hanya ajang promosi dan penjualan produk ICT Telkom, atau Benar-benar Telkom Peduli dengan UKM?

Alhamdulillah, Penulis pada tanggal 3 - 4 September 2015, mendapatkan kesempatan dan Undangan untuk mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh PT Telkom Indonesia di Universitas Telkom, Gegerkalong Bandung, dengan tema UKM Kampung Digital Goes Online and starup Goes to Market. Hadir diantaranya para Volunteer dari berbagai Kota Di Indonesia. Mereka yang hadir adalah perwakilan dari Bandung, Cirebon, Sukabumi, Samarinda, Padang, Surabaya, Magelang, Yogyakarta, Jakarta, Bali, dan bahkan dari Sulawesi Utara. Mereka adalah Pelaku UKM, yang diharapkan akan menjadi Sukarelawan dalam menjadikan UKM Goes Online.

Kenapa UKM? Kenapa pula dengan Bisnis Online? Haruskan Petani, Nelayan, Pedagang menggunakan Online (baca: Teknologi) untuk menapaki masa depan? Dan apa hubungannya dengan Telkom Indonesia, yang kita ketahui adalah Perusahaan Telekomunikasi? Saya mendapatkan beberapa jawaban yang sangat istimewa. Sangat Indonesia, dan mudah2an tidak salah saya mengambil kesimpulan ini.

Namun sebelum saya mengambil kesimpulan tentang tulisan ini, ijinkan saya untuk menyampaikan siapa saja yang memberikan pelatihan, nara sumber, tema dan manfaat apa yang mereka sampaikan, berikut resumenya:

  1. Yusron Hariyadi, EGM Divisi Business Service, PT Telekomunikasi Indonesia. Menurut beliau, PT Telkom Indonesia turut serta memajukan UKM Indonesia, Telkom membuat sebuah program yang diberi nama sebagai Kampung UKM Digital. Di dalam implementasinya, diharapkan Kampung UKM Digital ini dapat menjadi wadah Telkom bersama‐sama dengan berbagai pihak untuk menyediakan total solusi layanan integrated supply chain management yang ada di UKM. Pelatihan yang mengambil tema UKM Kampung Digital Goes Online and Startup Goes To Market, bertujuan untuk sharing knowledge terkait bisnis. Dalam Pemaparannya, Pak Yusron Hariyadi menyampaikan bahwa di Indonesia saat ini banyak sekali Pengusaha UKM yang ada, namun belum significant dalam kontribusi pendapatannya. Pengusaha Golongan Besar, walaupun secara kuantitas sedikit, namun hasil yang diperoleh cukup besar. Tantangan terbesar bagi UKM adalah Akses Permodalan, Promosi dan Bisnis, serta pengetahuan pengelolaan Bisnis. Sebagai Perusahaan Telekomunikasi Milik Bangsa, Telkom mengembangkan bisnis dengan penggunaan ICT, e-commerce. Dengan e-commerce, diharapkan akan ada pertumbuhan penjualan melalui Transaksi Online. Jika penjualan meningkat, pertumbuhan akan berbanding lurus dengan kebutuhan tenaga kerja pula, sehingga akan meningkatkan kebutuhan akan tenaga kerja dan kesempatan kerja. Yang pada akhirnya UKM Tumbuh, Lapangan Kerja Meningkat, dan kesejahteraan juga bertambah. Dalam 5 tahun dedikasi Telkom Untuk UKM Indonesia, sejak tahun 2010, Telkom melakukan approach dengan stakeholders UKM Indonesia, yang kemudian disebut dengan istilah ABCGM yaitu Akademisi, Businessman, Community, Goverment dan Media). Tahun 2011 Telkom Melakukan Pendekatan melalui community untuk fokus memberikan bantuan ICT dalam bentuk smart solution. Tahun 2012, Telkom menjalin kerjasama dengan Koperasi sebagai sokoguru UKM di Indonesia dengan menghadirkan e-koperasi, Delima dan FinChanel. Tahun 2013, Telkom melakukan pemberdayaan UKM dengan solusi Connectivity, Content dan Community, melalui produk layanan konten dan portal Bostoko dan smartbisnis. Tahun 2014, Telkom melakukan "blusukan" ke pasar UKM untuk melakukan edukasi penggunaan ICT, dengan Program SME Indonesia BISA. Dan Tahun 2015, Telkom Mendorong UKM untuk Maju, Mandiri, dan Modern. Melalui pendekatan BIG Strategy dengan pemanfaatan ICT bervalue STAR (StarConnect, Star CC, dan Star Cloud). Masih di Tahun 2015, dan kedepannya Telkom mempersembahkan Program BAGUS Indonesia, dengan program e-Indonesia dimana Telkom menjadi pemimpin pemain bisnis di era ekonomi Digital. Program BAGUS Indonesia, merupakan Kolaborasi dari Telkom initiative Program, TelkomGroup Program objective, dan TelkomGroup Support.  Bagus Indonesia (Bina Aspirasi untuk Gerakan UKM Seluruh Indonesia) adalah program Continous Improvement untuk membantu UKM Indonesia menjadi UKM yang Maju, Mandiri dan Modern melalui penyediaan infastruktur dan ICT sesuai kebutuhan UKM dengan konsep Smart Solution, Trusted, Affordable, Reliable (STAR) dan sasaran yang lebih diperluas ke JUTAAN UKM, 500 Sentra Bisnis dan 10 Segmen Komunitas UTAMA. Program Kampung UKM Digital adalah Pemanfaatan teknologi Informasi secara komprehensif dan integratif untuk mendukung proses bisnis yang berjalan di Sentra UKM atau Pesantren yang terpusat di suatu lokasi tertentu dalam rangka mewujudkan UKM atau pesantren yang Maju, Mandiri, dan Modern. Sedangkan Kampung Nelayan, merupakan implementasi dari Dialog Komunitas Industri Kreatif bersama Presiden RI Jokow Widodo, pada tanggal 4 Agustus 2015, dimana meminta pelaku industri e-Commerce membuat aplikasi penunjang seperti Go Jek untuk nelayan. Target 2015, Telkom akan membangun 104 Kampung Nelayan di Seluruh Indonesia. Telkom Juga mendukung Industri Kreatif Digital (IKD) melalui Creative Camps dan Creative Centers yang tersebar di beberapa lokasi di Seluruh Indonesia, seperti Bandung, Jakarta dan Yogya Karta, Total saat ini ada 20 Creative Camps. Dengan demikian maka Telkom merupakan BCA (Bridger/Jembatan, Chanel untuk membawa starup memperkenalkan bisnis kepada pelanggan, serta Accelerator berkembangnya bisnis digital yang diinisiasi oleh setiap starup. Di akhir Sesi, Yusron dengan bernada Gurauan, Bahwa Telkom masih Merah Putih. Karena sangat Peduli dengan Indonesia, Telkom merupakan BUMN milik Indonesia, dan sampai saat ini masih Milik Indonesia. Peliahara Persatuan, Menangkan persaingan, Jayalah Indonesia dan Jayalah Telkom Indonesia. #diiringitepuktanganmeriaholehpeserta
  2. Pembicara Kedua adalah Budi Isman. Siapa Budi Isman, mungkin banyak yang belum mengenal beliau. Dia lahir di Jambi, dengan 4 kali pindah Sekolah Dasar, Masuk SMP dan SMA, kemudian Masuk Perguruan Tinggi : ITB, Drop Out. Kemudian ANAD, ABA, dan UI yang sama2 Drop Out. Kenapa Drop Out? Rupanya Budi kecil senang dengan Bisnis, dia menggeluti Bisnis sejak Usia 17 Tahun. Karena Desakan sang Ayah yang merupakan Rektor sebuah Perguruan Tinggi, akhirnya dia menjual semua usahanya dan kemudian Sekolah di Amerika. di The American University dan The George Washington University. Kemudian berkarir di Mobil Oil USA, Raja Garuda Mas, Shell Oil, Coca COla (menjadi CEO), kemudian disuruh Pulang Ke Indonesia dan menjadi CEO di Sari Husada (SGM) serta terakhir di Danone. Memutuskan pensiun di usia 47 Tahun, dengan Prestasi sangat gemilang ketika Menaikan nilai PT Sari Husada dari 4 Trilyun menjadi 22 Trilyun dalam kurun waktu 3 Tahun, serta menjadikan SGM untuk katagory Susu Bayi dan Anak. Saat ini, Budi Isman, menjadi pegiat untuk UKM di Seluruh Indonesia. Motivator Bisnis ini kemudian menyampaikan pertanyaan Sederhana : Siapa ingin Sukses?. Tentu semua peserta menjawab dengan serentak : Saya! Menurut beliau, Kunci sebuah kesuksesan adalah belajar. Belajar Pelajaran Pertama adalah untuk mengetahui kelemahan UMKM. Kelemahan UMKM menurut Budi adalah Jaringan, Pengetahun, Pasar, Legal & Paten, Teknologi, serta Modal. Bagaimana langkah untuk membuat kelemahan menjadi potensial, maka Fokuslah kepada Konsumen. Yang paling menarik dari Budi adalah "Jangan ingin melayani semua orang". Fokus kepada orang tertentu saja, itulah yang disebut "Segment Market". Cari mereka di 4 wilayah (Geographic, Demographic, Behavior, dan Psicographic). Setelah itu Petakan Marketing Anda, Mulailah dengan membuat Unique Selling Proposition, Branding dan Pricing.
    Kemudian Sales and chanel distribution, serta Customer Manajemen. Untuk Sukses, maka kita harus berbeda dengan yang lain. Berbeda dengan kompetitor adalah sebuah keharusan. Bagaimana kita harus membedakan dengan yang lain, inilah kuncinya : Lihat darimana kita akan memulai, apakah Fungsi, harga, service, quality, daerah exclusive, proses, atau Bahan. Jangan pernah berperang, di daerah dimana Brand kompetitor sangat Kuat. Mainkan emosi di daerah dimana konsumen Mau. Budi Isman, mengharapkan setiap UKM memiliki Brand. Kenapa? Karena dari sekian Brand yang Banyak di Dunia, Indonesia hanya bagian kecil saja. Saat ini, Brand Luar Negeri sedang dan sudah melakukan pencitraan di Indonesia dengan Baik. Beliau mencontohkan asosiasi dari Brand dari Mobil mewah yang ada. Volvo menunjukan Safety, Ferari menunjukan Speed, BMW menunjukan Driving, Dan Mercedes benz menunjukan Lux. Diakhir presentasinya, Budi kembali Bertanya, Siapa mau Sukses? Maka Jawabannya adalah "Orang Sukses adalah orang yang Percaya, walaupun belum ada Bukti". Percaya Anda BISA, Maka Jawablah Yes I Can.
  3. Ace Endun Suwarta, Telkom Indonesia. Pak Ace, memulai presentasinya kenapa Telkom Konsen dengan UKM Indonesia. Ternyata alasannya sangat menyesakkan Dada. Bagaimana Tidak, kalau kita googling, misalnya dengan keywords "busana muslim" segera muncul beberapa web dan blog, namun setelah digali mendalam siapa dibalik mereka? ternyata mereka adalah pelaku e-Commerce besar dari Luar Negeri. Lebih jauh, Ace menjelaskan bahwa Jumlah Pengusaha UKM di Indonesia Sangatlah Banyak, dan yang paling banyak populasinya adalah pengusaha Mikro (99%), Yaitu Pengusaha dengan Omzet Maksimal 300 Juta. Menariknya pemaparan pak Ace, dengan Mimpi Indah bahwa dari 56 Juta Pengusaha 
    mikro Indonesia, Jika terjadi NAIK KELAS, Maka akan sangat berdampak pada peta perekonomian Indonesia. Bahkan bisa jadi, ke depan mereka akan menyalip Pebisnis Besar saat ini yang ada di Indonesia, tentunya dengan tahapan dan dukungan, melalui Branding, penggunakaan ICT, dan pemanfaatan Program UKM Kampung Digital dari Telkom Indonesia.
  4. Berikutnya hadir pula beberapa motivator muda, yang sukses membangun bisnisnya. Mereka bukan orang yang tidak pernah GAGAL tapi mereka yang sangat Kuat menciptakan peluang Bisnis dengan pemanfaatan teknologi, kreativiitas, branding, dan juga pengetahuan. Sebut saja ada Jaya Setiabudi, pemilik yukbisnis.com, Pak Rukandi Pemilik Bobotoh FM Bandung, para pengusaha muda lainnya, yang memberikan inpirasi dan motivasi. Terakhir kami melakukan diskusi dengan para Volunteer bersama dengan TIM dari Telkom untuk mengetahui kebutuhan kami mulai dari Hulu sampai Hilir.

Kesimpulan saya atas pemaparan tadi, dan sesuai dengan komitmennya Telkom Indonesia untuk Indonesia dan UKM seluruh Indonesia adalah TELKOM MASIH MERAH PUTIH. Telkom Untuk Indonesia, Bukan hanya sebagai BUMN penghasil Laba Tertinggi untuk sumbangan ke APBN, tapi Sumbangan untuk Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sudah dan sedang dalam Proses. Semoga Telkom Tetap Jaya.

Dan semoga, ketika nanti suatu saat kita googling menari sesuatu barang, yang muncul adalah produk Indonesia. Produk yang bukan hanya dipajang di etalase saja, namun terukir di semua tempat di seluruh dunia. UKM mendunia, bukan lagi impian. tapi jadi kenyataan.

 

Salam Kompasiana.

 

KONTEN MENARIK LAINNYA
x
9 September 2015