Mohon tunggu...
Raudhatul Ilmi
Raudhatul Ilmi Mohon Tunggu... Freelancer - Content Writer & Script Writer

Jangan Pernah Protes pada Proses

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Setelah Sempat Ngeprank, BBM pada Akhirnya Resmi Dinaikkan

3 September 2022   17:28 Diperbarui: 4 September 2022   04:41 359
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Mobil antri di SPBU/Detik Finance

Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada akhirnya resmi dinaikkan pada (03/09) Waktu Indonesia Barat (WIB)

Setelah pada tanggal 31 Agustus adanya pernyataan akan naiknya harga BBM bersubsidi ditanggal 01 September 2022, membuat sejumlah SPBU/ pom bensin dipenuhi oleh antrian pengendara baik motor maupun mobil satu hari sebelumnya.

Para pengendara berlomba-lomba mengisi BBM Full Tank agar lebih siap dalam menghadapi kenaikan BBM bersubsidi satu hari setelahnya yakni 01 September. Ini bisa dikatakan salah satu kondisi panic buying

Namun pada akhirnya BBM bersubsidi malah tidak jadi dinaikkan ditanggal 01 September, otomatis para pengendara kena prank. Akan tetapi jika kita tinjau lebih dalam ini bukanlah sebatas prank.

Menurut apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bahwa segalanya harus benar-benar dikaji terlebih dahulu sebelum memutuskan suatu kebijakan. Apalagi perkara BBM bersubsidi itu berkaitan dengan hajat hidup orang banyak

Pernyataan tersebut Sempat menghadirkan kebahagiaan sesaat bagi masyarakat, namun pada akhirnya mau tak mau harga BBM bersubsidi tetaplah naik 2 hari kemudian. Tepatnya pada hari ini, yakni (03/09) pukul 14.30 WIB

Mengutip harga BBM saat ini yang mengalami kenaikan antara lain:


1. Pertalite, yang sebelumnya 7.650/liter menjadi 10.000 perliter. Jika kita kalkulasikan persentase kenaikan dari pertalite adalah sekitar 30,72%
2. Solar, yang sebelumnya 5.150/liter naik menjadi 6.800, itu artinya kenaikan dari harga solar mencapai 32,04%
3.  Pertamax,  tak mau kalah dari BBM bersubsidi Pertamax yang non subsidi juga kembali naik, jika sebelumnya 12.500/liter naik menjadi 14.500/liter. Ini berarti kenaikanya sekitar 16%. 

Kenaikan dari Pertamax tampak lebih sedikit dibandingkan dengan pertalite dan solar, tapi nyatanya jika dihitung secara keseluruhan dari harga awal kemarin yang hanya 10.500/liter maka persentase kenaikannya mencapai 38%, karna pertamax sudah dinaikkan sebanyak dua kali ditahun ini

Ini tentunya bukanlah kabar yang baik bagi masyarakat terkhusus mereka yang pekerjaanya menghabiskan banyak BBM seperti Kurir, supir truk, ojek online dan lain sebagainya

Namun perlu diketahui bahwa kenaikan harga sejumlah BBM bukan tanpa alasan. Dan yang paling dominan dari alasan kenaikan ini karna ketidaksanggupan lagi dari pemerintah mengatasi kenaikan minyak dunia yang bisa dikatakan sangat gila-gilaan sehingga pemerintah pun harus menyesuaikan untuk kebaikan bersama

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun