Mohon tunggu...
Zainal Khairul
Zainal Khairul Mohon Tunggu... Penjelajah

Dosen STIPAR TAMALATEA Sekertaris bidang sastra budaya ICMI Orda Morotai Ketua Umum PD PII Metro Makassar 2009-2010, 2010-2011 PRIMA DMI Kota Makassar 2019-2022 enalok37@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

BPJS Teriak Defisit Ternyata Dananya 73 Trilun Untuk Dinvestasikan

4 Agustus 2018   14:22 Diperbarui: 4 Agustus 2018   14:26 0 1 3 Mohon Tunggu...
BPJS Teriak Defisit Ternyata Dananya 73 Trilun Untuk Dinvestasikan
Pict. BPJS.go.id

BPJS kesehatan adalah wadah saling tolong menolong antara si kaya dan miskin. Antara si sehat dan yang menderita penyakit. Pemerintah membuat kebijakan ini dengan tujuan gotong royong atau urunan dalam membantu masyarakat papa yang tidak terjangkau akses pelayanan rumah sakit. 

Maka disini BPJS hadir layaknya malaikat penolong, cukup membayar puluhan ribu per bulan. Maka biaya operasi dan rumah sakit yang mencapai jutaan bisa tercover. Layanan ini tentu saja mengambil premi dari golongan lain yang masih sehat, kuat dan sejahtera yang belum menggunakan BPJS untuk mengcover pembiayaan. Skema ini bisa disebut dengan subsidi silang.

Dengan dana premi cukup besar yang terkumpul sebesar 380 Triliun hingga awal January 2018. Tidak heran mengapa premi yang di kumpul begitu besar sebab BPJS kini diwajibkan oleh UU agar setiap masyarakat dan pekerja dilinndungi oleh kartu BPJS. Tetapi sayang BPJS begitu terlena akibat dana banyak yang ternyata peruntukannya bukan untuk membayar klaim jasa medik rumah sakit, namun sebaliknya dana premi digunakan yang tidak  berhubungan dengan pelayanan kesehatan.

Dikutip dari Tribun Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan bahwa dana BPJS Ketenagakerjaan bernilai 73 triliun dialokasikan dalam investasi proyek infrastruktur.

Sangat disayangkan tentunya premi sebesar itu bukan untuk membayar klaim jasa medik dan pengobatan rumah sakit. Melainkan investasi yang tidak berhubungan dengan kesehatan dan jasa medis, nyatanya investasi tersebut hanyalah instrument surat hutang untuk proyek infrastruktur.

Setelah mengalami defisit karena kekurangan premi. BPJS pun mulai teriak-teriak akan kondisinya yang kian kritis yang tidak sebandingnya jumlah penerima klaim dengan premi yang masuk. Akibat defisit ini BPJS mengeluarkan tiga kebijakan super berat masyarakat yang dihapus adalah. Biaya rawat inap setelah persalinan bayi sehat, biaya jasa medik untuk fisioterapi dan biaya penyakit katarak. 

Refrensi 

www.tribunnews.com/bisnis

KONTEN MENARIK LAINNYA
x