Mohon tunggu...
Ratryana Dewi
Ratryana Dewi Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswi

Jika menulis adalah Nyawa, maka "kau" adalah Raga.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Luka dan Separuhmu

24 Oktober 2020   07:05 Diperbarui: 24 Oktober 2020   07:18 64
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Jogjakarta, Desember 2019

Mendung gerimis artinya ini hujan bukan?

Sebelum senja sempat ada tanya, "Berapa hari?"

Senja tenggelam, malam menyadap

Hingga fajar terdengar bisik, "sampai kering tak berbekas"

Tuanku? Tak layak membawa pergi yang tak utuh

Memang, perih tak selalu yang berdarah

Kemari, duduk bersandar aku apit dengan lesung pipit

Tak banyak suka, tapi cukup untuk mengeringkan

Kemari, aku punya bisik

Tak usah banyak menimang senda

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun