Mohon tunggu...
Ratna Wulandari
Ratna Wulandari Mohon Tunggu... GURU SD 2 PANJANGREJO, PUNDONG, BANTUL

GURU SD 2 PANJANGREJO

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Aktif Itu Penting, Lho!

22 November 2020   21:54 Diperbarui: 22 November 2020   21:59 8 0 0 Mohon Tunggu...

Di dalam proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreatifitas peserta didik melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Keaktifan belajar siswa merupakan unsur dasar yang penting bagi keberhasilan proses pembelajaran. Keaktifan adalah kegiatan yang bersifat fisik maupun mental, yaitu berbuat dan berfikir sebagai suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan (Sardiman, 2001: 98). Belajar yang berhasil harus melalui berbagai macam aktifitas, baik aktifitas fisik maupun psikis. Aktifitas fisik adalah siswa giat aktif dengan anggota badan, membuat sesuatu, bermain maupun bekerja, ia tidak hanya duduk dan mendengarkan, melihat atau hanya pasif. Siswa yang memiliki aktifitas psikis (kejiwaan) adalah jika daya jiwanya bekerja sebanyak–banyaknya atau banyak berfungsi dalam rangka pembelajaran.

Keaktifan siswa dalam kegiatan belajar tidak lain adalah untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri. Mereka aktif membangun pemahaman atas persoalan atau segala sesuatu yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia aktif berarti giat (bekerja, berusaha). Keaktifan diartikan sebagai hal atau keadaan dimana siswa dapat aktif. Rousseau dalam (Sardiman, 1986: 95) menyatakan bahwa setiap orang yang belajar harus aktif sendiri, tanpa ada aktifitas proses pembelajaran tidak akan terjadi. Sehingga dengan siswa aktif dalam proses belajar mengajar akan menciptakan lingkungan yang kondusif dan dapat mempengaruhi peningkatan prestasi belajarnya. 

Dalam penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh Ratna Wulandari, S.Pd. terhadap siswa kelas III di SD 2 Panjangrejo telah mendapatkan hasil bahwa keaktifan belajar siswa dapat meningkat apabila guru melakukan mengkonsep kondusi kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Salah satu strategi dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa dapat menerapkan model pemebelajarab Problem Based Learning (PBL) di dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dimana siswa dikondisikan untuk melakukan aktifitas belajar yang mendorong baik fisik dan psikisnya terlibat dalam kegiatan belajar. Siswa diberikan sebuah permasalahan kemudian menganalisnya untuk dicarikan penyebab dan solusi dari permasalahan yang muncul. Melalui diskusi kelompok siswa akan terlibat aktif melakukan kegiatan belajar dari bertanya, mengungkapkan pendapat, mencari jawaban baik referensi dibuku atau melalui diskusi, berusaha memecakan masalah, berani untuk berargumen, menyanggah, menanggapi dan mendengarkan temanya ketika berbicara atau presentasi. Pembagian peran dalam diskusi kelompok sangat penting untuk memberikan tanggungjawab pada setiap siswa sekaligus akan mendorong siswa berperan aktif dalam kegiatan belajarnya. Perolehan informasi atau pengetahuan akan menjadi bermakna bagi siswa setelah mereka mendapatkan pengetahuan yang telah mereka dapat melalui aktifitas belajar. Peran serta guru dalam membimbing dan memotivasi siswa didalam melakukan kegiatan belajar juga sangat diperluakan. Guru hanya menjadi fasilitator, bukan sebagai subyek atau obyek untuk siswa mendapat materi. Siswalah yang berperan aktif mencari pengetahuannya melalui aktifitas belajarnya. Siswa yang pasif menjadi aktif dan yang belum paham menjadi paham setelah mereka aktif dalam melakukan kegiatan diskusi. Siswa dikondisikan untuk aktif dan berfikir kritis, mencari penyebab masalah itu muncul dan memberikan solusi yang sederhana namun dapat menyelesaikan suatu permasalah, dengan demikian akan terbentuk karakter yang kuat, siap terhadap tantangan, pantang menyerah dan mampu bertahan dalam situasi dan kondisi dalam kehidupan tertentu di masa yang akan datang. Jadi tumbuhkanlah sikap aktif siswa mulai dari sekarang.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x