Kesehatan

Isu Kedokteran-Manusia Hanya Menggunakan 10 Persen Kapasitas Otaknya

14 Agustus 2018   21:25 Diperbarui: 17 Agustus 2018   22:14 322 1 1

          

          Sebuah gagasan yang menyatakan bahwa sesorang hanya memakai 10% kapasitas otaknya sudah beredar dimana-mana, bahkan dipercaya oleh banyak orang. Survei modern menunjukkan, kepercayaan masyarakat terhadap mitos tersebut terbilang cukup tinggi. Survei yang dilakukan oleh Sanne Dekker dan rekan-rekannya pada tahun 2012 terhadap 137 guru sekolah dasar dan menengah dari Inggris dan 105 guru dari Belanda. Hasilnya, 48% responden dari Inggris dan 46% dari Belanda percaya dengan mitos tersebut.1

          Jadi, dari mana asalnya mitos tersebut? Pernyataan tersebut merupakan salah tafsir dari kutipan karya Pierre Flourens pada tahun 1800 : “Kita hanya memakai bagian kecil dari sumber daya mental dan fisik.”2  Para olmuwan melakukan praktikum untuk mengetahui pemetaan fungsi otak dengan cara menyetrum dengan efek rangsangan terhadap gerak motorik manusia. Hasil yang diperoleh ternyata hanya 10% bagian otak yang memberikan respons setelah mendapat aliran arus listrik. Sedangkan, 90% daerah otak lainnya, tidak ditemukan satu pun otot yang memberikan respons, baik berupa gerakan, mau pun kedutan. Ilmuwan memberi nama 90% daerah otak tersebut dengan sebutan silent cortex, karena para saintis belum menemukan fungsi yang spesifik dari bagian otak tersebut. Sayangnya, orang-orang awam banyak yang mengira bahwa 90% daerah otak tersebut benar-benar tidak aktif permanen. Mulai sejak itu, kesalahpahaman tentang penggunaan otak 10% terus berlanjut.1

          Mitos ini terus berkembang hingga dijadikan sebuah buku dan film. Contoh film yang terkenal adalah film Lucy yang tayang pada tahun 2014. Dalam poster film tersebut bertuliskan, “Rata-rata orang menggunakan 10% dari kapasitas otak mereka, bayangkan apa yang bisa orang lakukan dengan penggunaan otak sebanyak 100%.” Mitos ini semakin berkembang setelah diterbitkannya buku dengan judul “How to Win and Influence People” yang ditulis oleh Dale Carneige yang di dalamnya terdapat sedikit pembahasan mengenai kapasitas penggunaan otak hanya 10%. Bahkan buku tersebut mendapat label best seller.1

          Dari perspektif evolusi, tidak mungkin otak yang 90% tidak berguna. Otak adalah organ yang mahal yang mempertahankan dan memanfaatkan pasokan besar sumber energi tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa semua bagian dari otak berfungsi. Bahkan saat tidur, otak masih aktif. Pemenang hadiah Nobel Torsten N. Wiesel dan David H. Hubel mendemonstrasikan dalam sistem visual. Mereka memperlihatkan bahwa kehilangan penglihatan akan terjadi ketika informasi visual dihilangkan selama masa perkembangan. Tampaknya masuk akal untuk menyatakan bahwa jika 90% dari otak tidak digunakan, maka banyak jalur saraf akan berdegenerasi.3

          Meski pun mitos ini telah menyebar dan dipercaya oleh banyak orang, faktanya hal ini tidaklah benar. Pemindaian otak yang dilakukan di era modern ini menunjukkan bahwa kita menggunakan semua bagian otak secara teratur. Beberapa bagian otak lebih aktif pada waktu tertentu atau dalam aktivitas tertentu. Beberapa bagian bisa menjadi kurang penting dalam suatu fungsi / sistem yang penting, seperti pernapasan, berbicara, pemahaman, dan berjalan. Otak mampu beradaptasi dengan baik, jadi salah satu bagian otak dapat mengambil alih atau memberikan kompensasi kepada bagian otak yang lain.4

           Kesimpulan saya, semua bagian otak manusia memiliki fungsinya masing-masing. Mitos yang beredar sulit dihentikan, karena sudah menyebar sejak lama dan banyak orang sudah terlanjur percaya. Dengan adanya mitos ini, orang-orang sering beranggapan bahwa mereka bisa menjadi lebih baik dari sekarang, jika bisa memanfaatkan penggunaan otak lebih dari 10%.

***

Referensi :