Mohon tunggu...
Ratih Nurhidayah
Ratih Nurhidayah Mohon Tunggu... Pustakawan

Perpustakaan Nasional RI

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Ngabuburit Online bareng iPusnas

2 Desember 2019   16:30 Diperbarui: 3 Desember 2019   11:28 9 0 0 Mohon Tunggu...

Bulan Suci Ramadhan telah tiba. Ngabuburit manjadi budaya yang sangat identik pada Bulan Suci Ramadan. Kenapa ngabuburit? Siapa yang pertama kali menciptakan budaya ngabuburit?

Pada dasarnya ngabuburit berasal dari bahasa sunda “burit” yang dapat diartikan “sore”. Dalam bahasa Sunda penggunaan awalan “Ng_” dengan imbuhan “_bu_” diartikan bahwa kata dasar tersebut dilakukan berulang kali. Sehingga kata “burit” yang diucapkan “ngabuburit” oleh masyarakat Sunda dapat diartikan sebagai kebiasaan menunggu sore.

Ngabuburit sendiri sudah lama menjadi kebiasaan masyarakat di wilayah Jawa Barat. Kebiasaan tersebut terbawa hingga menjadi kebiasaan yang mereka lakukan di bulan Ramadan untuk menanti waktu berbuka petang hari. Tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat, tetapi hingga kini ngabuburit juga dilakukan oleh hampir dari seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Terlebih ngabuburit menjadi hiburan tersendiri bagi anak-anak yang baru saja belajar puasa untuk menunggu waktu berbuka.

Saat ini ngabuburit menjadi trend tersendiri untuk kalangan umat muslim di Indonesia. Seakan-akan atmosfer bulan puasa terasa kurang lengkap tanpa ngbuburit. Jadi, apa rencana ngabuburit anda bersama keluarga hari ini?

Puasanya Anak – Anak

Menumbuhkan budaya gemar belajar bagi anak merupakan tugas utama orang tua. Sebagai salah satu upaya parenting pada anak, selain mengajari anak mengenal hakikat berpuasa baiknya orang tua juga mampu menumbuhkan semangat anak untuk turut belajar berpuasa. Kita ketahui, bahwa usia anak-anak merupakan usia pertumbuhan baik secara fisik maupun psikis. Menanamkan akhlak dan budi pekerti merupakan dasar utama menciptakan mental anak menjadi generasi yang baik.

Dunia anak mayoritas dipenuhi dengan hiburan dan permainan. Mayoritas anak-anak akan merasa mudah bosan. Namun akan mudah tertarik pula pada sesuatu yang mereka anggap menarik. Mengajarkan berpuasa pada anak untuk menahan haus dan lapar merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua. Karena anak akan merasa cepat bosan, keinginan untuk tetap makan−minum, dan condong banyak mengeluh karena badan lemas. Kali ini kita dapat menerapkan berbagai macam strategi kuat berpuasa sambil belajar pada anak. Salah satu strategi yang membuat anak tidak cepat bosan dan condong untuk tetap kuat berpuasa hingga Maghrib tiba.

iPusnas

iPusnas merupakan sebuah aplikasi perpustakaan digital yang dipersembahkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). iPusnas merupakan aplikasi perpustakaan digital yang berbasis media sosial. Fitur iPusnas dilengkapi dengan eReader untuk membaca buku dalam bentuk digital atau dikenal dengan e-book. Dengan adanya fitur-fitur media sosial pada iPusnas kita dapat terhubung dan berinteraksi dengan pengguna lain iPusnas. Kita dapat memberikan dan menerima rekomendasi buku untuk dibaca, menyampaikan ulasan buku serta mendapatkan teman baru dalam lingkaran pengguna iPusnas. Membaca e-book di iPusnas menjadi lebih mudah dan menyenangkan karena kita dapat membaca e-book secara online maupun offline.

Kita dapat menikmati aplikasi iPusnas dengan mengunduh melalui Google Play Store bagi pengguna Android. Bagi pengguna iPhone juga dapat mengundunya di AppStore. Selain itu iPusnas juga dapat dinikmati untuk PC/Laptop versi Windows yang dapat diunduh dengan mengunjungi web resmi iPusnas pada alamat https://ipusnas.id/.

Pada era transformasi teknologi informasi, Gadget mendominasi tumbuh kembang anak dalam proses belajar. Dalam hal ini iPusnas hadir sebagai aplikasi yang menjembatani strategi parenting dalam menumbuhkan minat baca anak menjadi semakin mudah dan tidak membosankan. Sehingga kegemaran belajar anak tetap dapat ditanamkan dengan tetap mengikuti perkembangan teknologi informasi yang menjadi trend anak masa kini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x