Mohon tunggu...
Rasyidi Bindhereh Biluk
Rasyidi Bindhereh Biluk Mohon Tunggu... Guru - Guru SD

Salah satu tenaga pengajar di SDN IV Ellak Laok Lenteng

Selanjutnya

Tutup

Book

Bagi Waris Sesuai Al-Quran dan Hadits

18 September 2022   09:02 Diperbarui: 18 September 2022   09:33 39 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Jakarta Books store

Buku : Bagi Waris nggak Harus Tragis

Penulis : Muhammad Ali al-Shabuni

Penerbit: Turos Pustaka

ISBN : 978-602-1583-60-9

Terbitan: Cet. 3, Juni, 2022

Agama mengatur segala sendi kehidupan manusia, termasuk dalam urusan duniawi. Sebab, agama memang dikhusukan untuk manusia yang dilabeli sifat serakah. Maka, segala kebutuhan manusia sudah diatur oleh agama. Termasuk pembagian harta warisan yang sering kali menjadi polemic, sengketa dan bahkan berujung pertikaian.

Di Indonesia, khususnya di Madura kita dikenalkan dengan istilah Sangkolan, yakni wasiat orangtua kepada anaknya . namun, sering kali hal ini tidak cukup mewakili dan bahkan dinilai tidak adil sehingga salah satu dari ahli waris tidak menerima. Sebenarnya hal ini sudah ada dalam agama, namun, bagi mereka yang memiliki sifat tamak dan serakah, maka perihal ini tidak bisa menyelesaikan masalah. Maka, hadirnya ilmu faraidh bisa menguraikan berbagai persoalan yang dihadapi. Siapa yang berhak, berapa nilainya dan bahkan siapa yang dilarang atu terhalang oleh sanak family yang lebih dekat.

Segala dasar pembagian waris dalam agama islam sudah ditetapkan oleh al-qur;an dan hadits. Qs. Al-Nisa': 11-12, dan 117. Semua sudah ditentukan oleh al-qur'an. Namun, semuanya tidak dijelaskan secara rinci, bagian bagian tertentu juga ditopangi oleh hadits sebagai pelengkap dan penjabar dari ayat mujmal.

Oleh sebab itu, pembagian waris dalam islam bersifat otoritatif, berdasarkan al-qur'an dan hadits (yang juga sbersumber dari Tuhan). Hal ini dianggap urgen karena memang jika berdasarkan keputusan manusia maka dikhawatirkan terjadi perbedaan pendapat. Meski belakangan ini terjadi silang pendapat mengenai pembagian antara laki-laki dan perempuan. Namun, itu semua tidak bisa mengubah yang sudah ditetapkan oleh nash.

Sudah menjadi tips tersendiri bagi para ulama timur tengah bahwa setiap kajiannya, baik akademik maupun khalayak umum isi ceramahnya dikumpulkan dan dibukukan. Pun demikian yang dilakuna oleh al- al-Shabuni, selaku pemgarang kitab al-mawaris fi al-syariah ini bermula dari beberapa pertemuan beliau di akademik. Dan akhirnya disatukan dan dijadikan buku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Book Selengkapnya
Lihat Book Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan