Mohon tunggu...
Rania PermataInas
Rania PermataInas Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Seorang mahasiswa jurusan HI yang berusaha memahami HI

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Misi Indonesia dalam Menjaga Kedamaian Dunia Melalui Keikutsertaannya dalam MPP PBB

8 Oktober 2022   01:54 Diperbarui: 8 Oktober 2022   01:56 146 4 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB?MPP PBB atau yang biasa kitasebut dengan United Nations Peacekeeping Operations merupakan "flagship enterprise yang dibentuk sebagai alat yang digunakan oleh PBB untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia internasional. Pada awal berdirinya MPP PBB , peran dari MPP sendiri hanya untuk memelihara gencatan senjata dan stabilitas situasi dalam perang. Dimana genjata senjata merupakan hal penting untuk memberi kesempatan usaha politik diplomasi sebagai suata cara dalam penyelesaian konflik.

 MPP pertama kali dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 1948, pada tahun 1948 mengirimkan tim pengamata yang tegabung dalam United Nation Tuce Supervision Organization (unsto) ke Palestina. Pada saat itu yang dilakukan MPP adalah untuk menjaga genjatan senjata antara Israel dan Negara-negara Arab. Namun peran awal MPP yang hanya berkaitan dengan kemiliteran, seiring dengan berakhirnya perang dingin kontes peran MPP PBB pun berubah yang awalnya misi "tradisional" yang dimana mengedepankan tugas-tugas kemiliteran, berubah menjadi misi yang lebih "Multidoimensional".

Indonesia pun turut andil dalam upaya perdamaian dunia. Yang dimana Indonesia sudah bergabung dengan MPP PBB sejak tahun 1957 dan sampai sekarang ini. Indonesia mengirim cukup banyak putra-putri terbaiknya yang tergabung dalam TNI, POLRI, dan Sipil ke MPP PBB di berbagai negara. Ada 599 personel infanteri yang tregabung di dalam Kontingen Garuda I yang ditugaskan di Sinai, Mesir pada tahun 1957. Awal mula terbentknya Misi Kontingen Gruda ini saat adanya konflik di Timur Tengah pada 26 Juli 1956. Bermula dari ingin segera mengungkapkan rasa terimkasinya kepada negara-negara Arab, terutama Mesir. Nah, hingga saat ini Kontingen Garuda tidak berhenti untuk mebantu mengamankan perdamaian dunia Bersama PBB.

Partisipasi dari Indonesia merupakan salah satu Indikator konkrit dari peranan suatu negara dalam bentuk turut serta menjaga keamanan dunia yang dimana sesuai dengan UUD 1945 negara kita yang terdapat dalam Alinea ke-5 yang berbunyi " Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan utuk memajukan kesejateraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanuasian yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia"

Partisipasi Indonesia daam menjaga kemanan dunia juga dapat dimanfaatkan oleh Indonesia sebagai pengembangan industry strategis nasional dalam bidang pertahanan. Adapun beberapa produk dari Indonesia yang digunakan oleh MPP PBB seperti contohnhya senjata api SS yang didapat dari PT.PINDAD, dan seragam militer/polisi buatan swasta nasional.

Indonesia pun telah melakukan beberapa hal yang dilakukan untuk mendukung tata Kelola nasional dan mendorong keikutsertaan Indonesia pada MPP PBB. Pada tulisan saya kali ini saya memaparkan 4 hal yang telah dilakukan Indonesia, sebagai berikut :

  • Dibentuknya Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP) yang diatur melalui Perpres No. 85 Tahun 2011. Yang dimana diketuai langsung oleh Menteri Luar Negeri dan anggotanya yaitu Menteri/Pemimpin Lembaga terkait MPP PBB
  • Ditetapkannya Vision 4000 Peacekeeper.
  • Didirikannya Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI pada tahun 2012 sebagai pusat untuk pelatihan bagi para TNI yang akan dikirimkan kepada MPP PBB.
  • Diterbitkannya Peraturan Presiden No.86 Tahun 2015 tentang pengiriman MPP.

Dalam mendukung keikutsertaan Indonesia dalam MPP, Indonesia melalui Perarturan Presiden memb entuk sebuah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP),. Dalam TKMPP anggotanya terdiri dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan keamanan (pengarah), Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Keuangan, Menteri Negara Perencanaan Pembagunan Nasional, Sekertaris Kabinet, Panglima TNI, Kepala Kepolisian RI dan Kepala Badan Intelejen Negara.

Tugas -- tugas dari TKMPP antara lain adalah menyiapkan perumusan kebijakan dan mengkoordinasi Langkah-langkah yang diperulakn Indonesia dalam pelaksanaan partisipasi dalam misi-misi pemeliharaan perdamaian dunia. Adapun beberapa fungsi dari TKMPP yaitu,

  • Koordinasi perencanaa, persiapan, pelaksanaa, dan pemberhentian partisipasi Indonesia pada misi pemeliharaan Indonesia.
  • Penyiapan kajian komprehensif dan penyiapan rekomendasi tentang kebijakan bagi patisipasi Indonesia di dalam misi-misi pemeliharaan perdamaian dunia.
  • Perumusan posisi dan strategi Indonesia dalam perundingam dunia berdasarkan kepentingan nasional.
  • Evaluasi dan pemantauan partisipasu Indonesia pada misi-misi pemeliharaan perdamaian dunia.

Menurut kalian kira-kira Langkah apa sih yang akan Indonesia ambil dalam keikut sertaanya pada Misi Pemeliharaan Perdamaian Dunia???

Jadi Langkah dan visi kedepaan Indonesia bergabung dalam MPP PBB  Indonesia akan terus mendorong peningkatan penggerak kritis yang dibutuhkan oleh misi. Komitmen Indonesia untuk MPP adalah meningkatkan jumlah dan peran peacekeeper perempuan Indonesia. Untuk mendukung rencana target dari PBB untuk menggelar personel perempuan setidaknya 15%. Dan untuk meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan dari para personel, Indonesia akan terus meningkatkan kualitas mulai dari peralatan, perlengkapan, serta kapabilitas unit.

Seperti itulah peranan Negara kita Indoenisa dalam menjaga perdamaian dunia ini.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan