Mohon tunggu...
rangga putra
rangga putra Mohon Tunggu... Mahasiswa - freelance

belum punya bio

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pierre Bourdieu: Sebuah Perspektif

31 Oktober 2022   17:14 Diperbarui: 31 Oktober 2022   17:15 65
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

1. Praksis Sosial

Praksis sosial berarti hasil dialektika antara internalisasi eksterior dan ekternalisasi interior. Internalisasi eksterior merupakan seluruh internalisasi yang dialami dan diamati dari luar diri pelaku sosial, dimana aspek eksterior berasal dari arena atau struktur obyektif yang ada di luar diri pelaku sosial. Sedangkan, eksternalisasi interior adalah segala pengungkapan yang telah terinternalisasi dan menjadi bagian dari diri pelaku sosial, dimana aspek interior dibentuk oleh habitus. Jadi, suatu dialektika yang terjadi ditentukan oleh kapital atau modal.

2. Habitus

Habitus adalah nilai-nilai sosial yang tercipta melalui proses sosialisasi, sehingga mengendap dan menjadi cara berpikir atau pola perilaku yang menetap di dalam diri seseorang. Dalam diri seseorang, habitus sangat berpengaruh sampai ke tubuh fisik. Habitus yang mengendap dan menjadi perilaku fisik dinamakan dengan hexis.

3. Kapital

Kapital merupakan modal seseorang untuk mendapatkan kesempatan-kesempatan di dalam hidup, misalnya seperti kapital intelektual (pendidikan), kapital ekonomi (uang), kapital budaya (latar belakang atau jaringan), kapital sosial (hubungan), dan kapital simbolik (gelar). Kapital bisa diperoleh jika seseorang memiliki habitus yang tepat di dalam hidupnya.

4. Arena

Arena artinya beragam ruang khusus yang ada di dalam masyarakat, contohnya yaitu arena pendidikan, arena bisnis, arena seniman, serta arena politik. Jika seseorang ingin berhasil di suatu arena, maka perlu mempunyai habitus dan kapital yang tepat atau baik.

Dengan demikian, dalam praksis sosial terdapat habitus, kapital, dan arena yang akan menghasilkan dominasi simbolik.

5. Dominasi Simbolik

Dominasi simbolik merupakan penindasan yang dilakukan dengan menggunakan simbol-simbol, dimana perilaku penindasan tidak akan seperti suatu penindasan karena telah mendapatkan persetujuan dari pihak yang ditindas. Konsep dominasi simbolik atau penindasan simbolik dapat dilihat dalam konsep pengawasan panoptik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun