Mohon tunggu...
Miranda Prahadi
Miranda Prahadi Mohon Tunggu... Relawan - 🙂

Menjadi lebih baik dari hari kemarin

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Menumbuhkan Etika Generasi Milenial

9 Januari 2020   23:32 Diperbarui: 9 Januari 2020   23:37 3456
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Generasi milenial memiliki karakter unik, salah satu ciri utama generasi milenial yaitu dengan komunikasi, media, dan teknologi digital. Generasi ini merupakan generasi yang melibatkan teknologi dalam segala aspek kehidupan. Bukti nyata yang dapat diamati adalah hampir seluruh individu dalam generasi tersebut memilih menggunakan ponsel pintar. Dari perangkat tersebut mereka mampu melakukan apapun dari sekadar berkirim pesan singkat, mengakses situs pendidikan, bertransaksi bisnis online, hingga memesan jasa transportasi online.

Rata – rata di antara kalangan anak muda Indonesia telah mengetahui dan menggunakan gadget dalam aktivitas mereka. Namun sangat disayangkan kebanyakan dari mereka belum mampu untuk memilah antara aktivitas internet yang bersifat posistif dengan negatif, serta cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial mereka dalam penggunaannya.

Inilah yang mejadi keluhan masyarakat maupun orangtua pada akhir – akhir ini. Generasi muda bangsa yang seharusnya menjadi tokoh penompang kemajuan dan pendobrak bangsa justru muncul dengan perilaku kesehariannya yang tidak beretika aupun bermoral. era demi era terus berjalan, namun dampak yang ditimbulkan pada fenomena globalisasi ini kian berkembang dalam budaya anak muda saat ini. 

Sebagian besar anak muda sekarang ini telah terpengaruh oleh budaya barat yang dijadikan sebagai ‘patokan’ pada setiap perilaku kehidupan mereka, sehingga memudarya identitas dan jati diri mereka sebagai Bangsa Indonesia yang cinta akan budayanya. Melihat dari kejadian permasalahan yang terjadi ini, maka sudah seharusnya perlu dilakukan upaya-upaya yang dapat menumbuhkan kembali etika karakter bangsa khususnya dalam hal budaya di Era Milenial ini.

Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan perilaku masyakat milenial sekarang ini adalah dengan melalui proses pendidikan yang diterapkan di sekolah maupun di kampus. Ki Hajar Dewantara menyampaikan pendapat kepada penerus bangsa bahwa, “pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak kita.”

Maka, dari kalimat tersirat yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara tersebut  menunjukkan bahwa pendidikan memang memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun karakter bangsa Indonesia. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana proses pendidikan di Indonesia hingga saat ini, apakah menunjukkan adanya pembangunan karakter bangsa?

Menurut saya, hingga pada saat orientasi pendidikan di Indonesia masih berorientasi pada penyampaian teori daripada penerapan praktis dalam kehidupan. Sehingga tidak ada keseimbangan antara Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dengan sikap atau perilaku generasi milenial saat ini.

Seiring berjalannya waktu, generasi milenial saat ini justru lebih dapat terpengaruh dengan adanya fenomena globalisasi ini yang melunturkan perilaku-perilaku  maupun moral bangsa mereka padahal ilmu yang diberikan baik di sekolah maupun di kampus pada saat ini tergolong semakin berat dan mulai persaingan dengan ilmu dan praktis yang berada di luar sana. Harusnya, ada keseimbangan diantara keduanya maka akan diperoleh generasi milenial cerdas dan bermartabat yang siap memajukan bangsa.

Dalam hal ini, pendidik bangsa baik guru maupun dosen merupakan fasilitator yang memiliki peran pendukung untuk membimbing murid-muridnya hingga mampu secara aktif mengembangkan potensi jati dirinya, serta mengembangkan proses untuk berbagi pengetahuan dan teknologi dengan lingkunagan masing-masing sehingga ilmu yang dipelajari dapat diterapkan pada orang lain dan lingkungan sekitar.

Lebih pentingnya lagi apabila dalam penerapannya juga dilakukan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian yang beretika dan bermoral dalam bergaul di lingkungan masyarakat, mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan bermartabat.

Pada dasarnya pendidikan karakter dan budaya bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai – nilai karakter dan budaya bangsa pada diri peserta didik sebagai penerus bangsa yang religius, nasionalis, inovatif dan kreatif sehingga dapat mewujudkan kemajuan dan kebanggaan bangsa untuk masa mendatang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun