Mohon tunggu...
Ramadhan tahir
Ramadhan tahir Mohon Tunggu... Membaca ,menulis, berbicara

Lahir dari keluarga yang sederhana

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Demokrasi dalam Pertarungan di Era Global

23 Oktober 2020   02:03 Diperbarui: 23 Oktober 2020   02:10 87 3 0 Mohon Tunggu...

Dunia dalam masa ketidakpastian, virus Covid -- 19 menyebakan dunia dalam keadaan tidak keseimbangan , sehingga ini berdampak pada segala lini, ekonomi, budaya, social dan Politik

Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya untuk menghentikan virus yang penyebarannya begitu massif di tengah -- tengah masyarakat. Data terakhir terkonfirmasi 252,923 kasus covid 19, 58,788 dirawat, 9,837 meninggal, 187,298 sembuh (Data Kompas  pada tanggal 22 Sep 2020)

Di masa pandemic ini Indonesia menyelengarakan Pemilu serentak yang di laksanakan di 270 Daerah (9 Provinsi, 37 Kota,  224 Kabupaten), pada awalnya pelaksanaan pemilu ini di bulan April kemudian di tunda pada 23 september dan akibat penyebaran Covid-19 semakin massif pemugutan suara di tunda ke 9 desember.

Ini menjadi tantangan berat bagi pemerintah pusat dalam melaksanakn demokrasi mengapa tidak Demokrasi politik itu harus beriringan dengan demokrasi medis, yang perlu kita maknai bukan hanya soal kedaulatan dalam poltik tetapi juga kedaultan untuk tetap sehat. Mampukah kita melewati tantangan ini, di era dewasa ini begitu banyak tantangan yang di hadapi bangsa Indonesia dalam berdemokrasi. Dan bagaimana kita memaknai musuh-musuh demokrasi di era global ini ?

Sejarah Demokrasi

Abad ke 5 SM dimana zaman Polis (Negara/kota) Athena memaknai demokrasi ialah sistem politik di mana pemerintahan berasal dari rakyat. Pilihan Polis Athena untuk memerintah dirinya sendiri begitu unik. 

Dikelilingi  Polis -- Pois lain yang memerintah dengan sistem Aristokrasi (keluarga bagsawan memerintah secara turun temurun) lebih sering Polis di perintah oleh sistem Oligarki (sekelompok kecil orang yang berpengaruh/kaya). Ada juga polis di perintah oleh Tiran (seorang yang merebut kekuasaan dan memerintah secara sendirian).

Demokrasi Polis Athena menjunjung tinggi kebebasan dari warga Negara, kesetaraan, menjadikan Hukum sebagai kedaultan untuk mengatur warga Negara dan merotasi penguasa secara regular melalui pemilihan umum.  

Setyo wibowo mengungkapkan bahwa kebebasan polis Athena ialah kebebasan (kemandirian) politik  terkait erat dengan kemandirian ekonomi.  

Namun pilihan Polis Athena dengan memilih sistem demokrasi tidak berumur panjang saat raja makedonia Philippos (ayah Alexander Agung) menyerbu dan mengalahkan Polis Athena, kemenangan yang di dapatkan Raja Makedonia dan berhasil menguasai Polis Athena  maka demokrasi di polis Athena pun berakhir di sekitaran tahun 320-an SM. 

Tentu saja demokrasi secara periodic hidup -- mati, lalu kemudian kebangkitan Demokrasi di tandai dengan semangat Marthin Luther dan para filsuf lainnya untuk terlepas dari zaman kegelapan di sekitaran abad ke 15 lalu kemudian berakhir lagi dan bangkt kemudian di Negara modern Amerika.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN