Mohon tunggu...
Rama Duta Abdullah
Rama Duta Abdullah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM

Belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Sisi Gelap Dunia Sosial Media

21 Juni 2021   21:15 Diperbarui: 21 Juni 2021   21:50 305
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Dampak yang didapat cukup diperparah jika sang peneror ini terus menghubunginya dan ia tidak berani bercerita ke teman-teman atau keluarganya, agar ia bisa memiliki sisi privasinya agar ia bisa mendapatkan proteksi dari orang luar untuk dirinya sendiri.

Biasanya akun yang meneror ini adalah akun yang bersifat anonymous yang tidak diketahui nama ataupun fotonya. Mereka membuat akun kosong yang mempunyai pengikut sedikit dan ditujukan untuk membuat hate speech atau hinaan di sosial media. Dengan cara ini, oknum tersebut bisa tidak diketahui identitas sebenarnya.

Menurut UU ITE Pasal 45 Ayat (1) yang berisi "Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).",

Pada Pasal 45A Ayat (2) yang berisi "Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Dan pada Pasal 45B yang berisi Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Tujuan pemerintah untuk membuat ini adalah agak menakut-nakuti oknum terkait yang sering memberikan hujatan atau terror-terror di internet khususnya di sosial media. Semoga cara ini bisa membuat orang-orang jera dan semakin bijak di dunia berinternet khususnya di Indonesia. Karena sopan santun berinternet di Indonesia sudah dinilai cukup parah.

Adanya internet ini memang sangat memudahkan segalanya, bisa memenuhi semua kebutuhan kaum milenial yang dimana semuanya serba cepat. Mereka cukup duduk santai dirumah sudah bisa menikmati hiburan dengan mudah. Tetapi dengan mudahnya berinternet sekarang membuat privasi seseorang menjadi sangatlah tipis. Maka dari itu banyak kejahatan sosial media yang hadir dimasyarakat.

Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya sosialisasi bersosial media di Indonesia. Ini membuat netizen Indonesia juga sangat mudah terpancing atau terprovokasi atas masalah yang besar maupun masalah yang kecil. Sehingga mereka belum bisa mengontrol emosi ketika sudah berada di dunia sosial media ini.

Karena sosial media ini mencakup bukan hanya satu daerah, bahasa, ras, hingga Negara. Pada Januari 2021, angkanya mencapai 4,2 miliar atau tumbuh 13,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jika dirinci, rata-rata lebih dari 1,3 juta pengguna baru di media sosial setiap harinya sejak 2020. Ini yang seharusnya bisa memicu untuk kegiatan berinternet di sosial media ini menjadi jauh lebih di hati-hati lagi.

Dengan adanya peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh pemerintah ini, harusnya membuat Netizen Indonesia menjadi jauh lebih tenang. Karena mereka sudah terlindungi dengan adanya peraturan tersebut dan sudah tidak ada lagi terror terror yang dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun