Andri Mastiyanto
Andri Mastiyanto Pegawai Negeri Sipil , Seller Online

Penyuluh KesMas,admin Coin Pendidikan (Coin A Chance) RSKO Jakarta, Nominator tunggal Best Member Backpacker Jakarta 2014, Nominator Inspiratif Member 2016, kaskuser.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Emak Pingin Naik Haji, Saya Juga Pingin

28 Desember 2018   08:56 Diperbarui: 29 Desember 2018   15:27 803 5 8
Emak Pingin Naik Haji, Saya Juga Pingin
Deskripsi : Haji merupakan menjadi tujuan bagi banyak umat muslim I Sumber Foto : dokpri

Tahun demi tahun, antrean haji reguler semakin memanjang. Tidak tanggung-tanggung di beberapa daerah bisa menunggu sampai 36 tahun untuk bisa haji. Data dari Kementerian Agama, per 26 September 2017 mencapai 3.419.162 orang. Ternyata antrean haji tidak berkurang pada 2018.

Emak ingin naik haji, itu yang saya rasakan. Salah-satu keinginan Ibu (emak) saya ialah menunaikan ibadah Haji sebelum sang Takdir memanggil. Ia hampir setiap bulan mengungkapkan perasaan nya itu. Ada upaya untuk saya mewujudkannya tapi apa daya uang yang disimpan selalu saja tiap bulan tergerus untuk keperluan lainnya. 

Bagi saya apabila ada rezeki dari ALLOH SWT, saya akan mendahulukan Ibu dahulu yang naik Haji kemudian barulah saya. Ada amanat almarhum Bapak untuk memberangkatkan ibu naik Haji.

Saya sebagai traveler terbilang cukup puas menjelajah keelokan negeri ini. Ada keinginan untuk traveling ke luar negeri. Namun, ibu mewanti-wanti "jangan kau traveling ke luar negeri kalau ke Mekah saja belum". Karenanya saya tidak traveling ke luar negeri walaupun ada Singapura yg biaya nya terbilang terjangkau.

Jujur, saya bukanlah seorang ahli ibadah. Sebagai umat muslim tetaplah menunaikan ibadah Haji sebuah impian walaupun saya berambut undercut. Saya tetap harus berupaya menjadi jiwa yang terpanggil Saatnya Berhaji, Emak Pingin Naik Haji, Saya Juga Pingin.

Untuk Naik Haji Saat ini Harus Menabung

Pada suatu waktu saya pernah membaca portal online (DI SINI) pada tahun 2014 terdapat 75 orang balita yang didaftarkan Haji oleh orang tua nya. Kenapa banyak orang tua melakukan itu bisa jadi karena masa tunggu yang panjang sehingga pendaftaran haji harus dilakukan sejak jauh-jauh hari.

Pendaftaran haji sejak usia dini dan remaja kini memang mulai digandrungi masyarakat. Sebab, bila mendaftar haji saat memiliki uang yang cukup bisa jadi akan mendapatkan antrian 11 (sebelas) tahun kemudian atau lebih baru bisa berangkat. Lebih baik mendaftar sejak dini atau seadanya rezeki namun sedikit demi sedikit menyisihkan rezeki untuk tabungan Haji. Ketika pas lunas, saya tidak terlalu lama antriannya.

Mungkin pemikiran para orang tua tersebut ketika usia anaknya 20 tahun sudah matang dan pas dengan tabungan Hajinya sudah lunas. Pada usia tersebut anak mereka sudah diperbolehkan menjalankan ibadah haji, karena bukan kategori anak-anak. Sementara usia di bawah 17 tahun, belum boleh melaksanakan ibadah haji.

Sebagai informasi, kuota haji 2018 untuk Indonesia sudah dikatakan normal yaitu 221 ribu jamaah. Tahun lalu 2017 sebanyak 211 ribu jamaah. Walaupun sudah normal tetapi kenaikannya tidak signifikan dibandingkan jumlah pendaftar Haji. Peminat haji selalu bertambah dan terus menumpuk karena kuotanya terbatas. Sedangkan, pendaftaran haji berlangsung setiap hari kerja.

Untuk mengantisipasinya, pemerintah sementara telah membuat kebijakan bagi mereka yang sudah haji, baru bisa mendaftar beberapa tahun kemudian. Tujuan nya bisa jadi untuk mengurangi pendaftar yang telah berulang kali berhaji, walau tidak signifikan.

Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) RI menyebut daftar tunggu calon jamaah haji mencapai 3,7 juta per April 2018. Bila melihat data tersebut calon jamaah haji Indonesia mengalami masa tunggu antara 11 sampai 30 tahun. Hal itu membuktikan animo masyarakat melaksanakan ibadah haji amat tinggi. 

Hal itu tak lepas dari kesadaran beragama dan kemampuan ekonomi semakin positif. Bagi saya harus berfikir bahwa jangan menunggu sampai memiliki uang yang cukup. Lebih baik menabung Haji dengan uang yang ada, agar sambil menunggu tabungan cukup saya pun sudah mendapatkan nomor kursi untuk naik haji.


Mempelajari Tabungan Haji Danamon 

Pemerintah melalui Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dan DPR RI melalui Komisi VIII menyepakati rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1439H/2018M sebesar Rp35.235.602. Kenaikan itu sebesar 0,9% dari rata-rata besaran BPIH tahun lalu, yaitu Rp34,89 juta.

Tiga faktor yang mempengaruhi kenaikan biaya operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun ini di banding tahun 2017. Adanya kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPn) sebesar 5% untuk semua barang dan jasa yang dikonsumsi dan dipergunakan di Arab Saudi, adanya kenaikan harga bahan bakar minyak dan tarif listrik di Arab Saudi serta tren kenaikan harga avtur dan perubahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika dan Saudi Riyal.

Untuk itu pun saya mencari tau berbagai layanan tabungan Haji dari berbagai Bank. Saya pun sebagai manusia milenial menggunakan search engine mencari tau tabungan Haji. Saya tertarik pada salah-satu bank yang menawarkan tabungan Haji yaitu Bank Danamon. 

Pada saat saya memasuki laman resmi Bank Danamon Indonesia Tbk (DI SINI), saya mendapatkan informasi bahwa melalui Unit Usaha Syariah secara resmi Bank Danamon menjadi Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH). Mulai bulan Agustus 2018 Bank Danamon sudah dapat melayani pendaftaran haji melalui jaringan cabang Bank Danamon. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2