Andri Mastiyanto
Andri Mastiyanto Pegawai Negeri Sipil , Seller Online

Penyuluh KesMas,admin Coin Pendidikan (Coin A Chance) RSKO Jakarta, Nominator tunggal Best Member Backpacker Jakarta 2014, Nominator Inspiratif Member 2016, kaskuser.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Ibu Mudik Gara-Gara Pelayanan BPJS Kesehatan

22 Desember 2018   08:03 Diperbarui: 22 Desember 2018   08:52 605 4 12
Ibu Mudik Gara-Gara Pelayanan BPJS Kesehatan
Deskripsi : Ibu Mudik Karena Percaya pelayanan Faskes Tingkat Pertama di Puskesmas I Sumber Foto : Olah Digital

"Dik, Ibu pingin pulang ke Pondok-Pinang mau berobat ke poli gigi Puskesmas Kebayoran Lama sekaligus melihat rumah" ajakan Ibu daku meminta untuk diantarkan dari Gunung Puteri, Bogor ke Pondok-Pinang, Jakarta Selatan. Peristiwa ini terjadi di bulan Maret 2018, ketika ibu daku ingin mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gigi nya yang tanggal. Ia pun ingin sekaligus melihat rumah yang di renovasi sebelum ada pengontrak.

Demi mengantarkan Ibu mudik (mulih disik), daku harus bangun dini hari mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan dari Gunung Puteri ke Jakarta Selatan. Lebih dari 37 km yang akan kami lalui, untungnya saat ini layanan taxi online sudah menggapai lokasi tempat daku tinggal yang berada di Cikeas Udik, Gunung Puteri, Kabupaten Bogor.

Sebelum berangkat yang pertama kali Ibu siapkan ialah Kartu Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan, lalu ia menyusun pakaian dan alat mandi yang digunakan selama menginap di Pondok-Pinang, Jakarta Selatan. Kartu JKN-KIS begitu di utamakan dalam keberangkatan mudik kali itu. 

Deskripsi : Puskesmas Kebayoran Lama I Sumber Foto : Puskesmas kebayoran Lama
Deskripsi : Puskesmas Kebayoran Lama I Sumber Foto : Puskesmas kebayoran Lama
Ibu memang bertujuan untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ke Poli Rawat Jalan Puskesmas Kebayoran Lama dengan menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Ibu terdaftar di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama. Bisa dibilang Ibu mudik gara-gara pelayanan BPJS Kesehatan.

Sampai saat ini Ibu belum berkeinginan untuk merubah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama karena masih menganggap rumah nya di Pondok-Pinang, tempat dimana rumah yang Ibu bangun bersama Bapak dari gubuk menjadi bangunan kokoh sejak 1979. Bahkan saat ini Ibu masih ber Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jakarta belum mau dipindahkan ke rumah daku di Cikeas, Gunung Puteri, Kabupaten Bogor.

Mutu Layanan Faskes Tingkat Pertama Juga Oke Banget

Kami menunggu taxi online yang di order melalui aplikasi ojek online didepan teras rumah daku di Cikeas Udik. Hari itu, 19 Maret 2018, Jam menunjukkan pukul 06.30 WIB.  Kami harus berangkat pagi sekali agar tidak terjebak macet dan daku dapat juga berkerja tanpa bolos. Ibu berpesan "Ibu diantar saja ke rumah Pondok-Pinang, nanti adik langsung balik ke kantor. Ibu bisa sama emak (ibu angkat daku) ke Puskesmas" ucapnya.

Deskripsi : Perjalanan daku bersama Taxi Online dari Cikeas Udik, Gunung Puteri, menuju Jakarta Selatan I Sumber Foto : dokpri
Deskripsi : Perjalanan daku bersama Taxi Online dari Cikeas Udik, Gunung Puteri, menuju Jakarta Selatan I Sumber Foto : dokpri
Deskripsi : Catatan Medis di aplikasi JKN Mobile I Sumber Foto : JKN Mobile
Deskripsi : Catatan Medis di aplikasi JKN Mobile I Sumber Foto : JKN Mobile
Daku pun mengantarkan Ibu menuju rumah dimana daku besar di Pondok-Pinang. Setibanya disana Ibu mampir ke rumah emak lalu berbincang dengan ibu angkat daku itu. Sekitar 15 menit kemudian daku ijin untuk berangkat ke tempat kerja daku di RSKO Jakarta. Kami berpisah sementara sekitar 3 (tiga) hari.

Seminggu kemudian setelah ibu memeriksakan kesehatan gigi dan mulut, daku pun menanyakan bagaimana kondisi kesehatan gigi dan mulut nya. Ibu menceritakan bahwa dirinya merasa lebih baik setelah memeriksakan diri ke Puskesmas Kebayoran lama. Ia juga menyampaikan saat ini pelayanan Puskesmas sudah sangat baik.

Sistem antriannya menurut Ibu daku sudah seperti rumah sakit. Sudah ada alat untuk mendapatkan nomor antrian administrasi. Untuk setiap layanan setelah nomer antrian administrasi nya dipanggil akan mendapatkan nomor antrian layanan yang sudah dipisahkan berdasarkan poli nya. Apa yang Ibu daku rasakan itu merupakan Customer Service Time Index yang diterapkan di Puskesmas Kebayoran Lama.

Deskripsi : Kartu JKN-KIS ibu daku dari aplikasi JKN Mobile I Sumber Foto : JKN Mobile
Deskripsi : Kartu JKN-KIS ibu daku dari aplikasi JKN Mobile I Sumber Foto : JKN Mobile
 

Ibu daku menggunakan layanan asuransi kesehatan BPJS Kesehatan dan ternyata tidak dibedakan dengan yang membayar tunai. Untuk itu dia mau kembali lagi mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Kebayoran Lama. Sebelumnya ibu juga daku antar ke Puskesmas kebayoran Lama pada bulan Januari 2018.

Daku pun bertanya dalam diri, pelayanan BPJS Kesehatan terbilang cukup baik saat ini apakah menjelang Universal Health Coverage yang ditargetkan terwujud tahun 2019 mendatang !!!!, 

Ternyata BPJS Kesehatan berupaya mengedepankan mutu pelayanan kesehatan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), nampak kian nyata saat ini. Karenanya performa Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pun diarahkan untuk terus didongkrak. 

Bisa jadi FKTP memberikan layanan yang baik salah satunya karena adanya kebijakan BPJS Kesehatan melalui implementasi Kapitasi Berbasis Kompetensi Pelayanan (KBK). Dalam penerapan KBK, terdapat model reward dan konsekuensi pemenuhan komitmen pelayanan alias kinerja FKTP.

Wah pastinya FKTP akan menggenjot pelayanan pasien. Jika kinerjanya optimal, maka FKTP tersebut akan memperoleh tarif kapitasi maksimal. Hal ini merupakan kebijakan BPJS Kesehatan menyangkut pengembangan sistem kendali mutu pelayanan demi efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan di FKTP.

Dengan hadirnya KBK maka FKTP diharapkan mampu mengoptimalkan fungsinya sebagai gate keeper dalam memberikan pelayanan kesehatan, sehingga angka rujukan bisa dikendalikan sesuai dengan kebutuhan medis. Hal ini juga akan berdampak pada efek yang timbul kedepannya, pembiayaan kesehatan pun jadi makin terkontrol dan BPJS Kesehatan akhirnya tidak defisit.

Pada triwulan pertama 2018 sebanyak 17.035 FKTP resmi berkomitmen menerapkan KBK, 8.392 di antaranya adalah FKTP non Puskesmas alias FKTP swasta. Sisanya secara bertahap tengah berproses menerapkan skema tersebut. 

Berdasarkan data BPJS Kesehatan pada akhir Juli 2018, ada 22.365 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 2.418 rumah sakit dan klinik utama, 1.579 apotek, dan 1.081 optik yang menjadi mitra BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan Melayani Negeri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2