Mohon tunggu...
Andri Mastiyanto
Andri Mastiyanto Mohon Tunggu... Abdi Negara

Best Storytelling Danone Blogger Academy 2018, 43 kali winners Blogcomp, Nominator tunggal Best Member Backpacker Jakarta 2014, Nominator Inspiratif Member BPJ 2016, content writer/blogger, email : mastiyan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Rehabilitasi Narkoba Itu Bukan Penjara dan Penginapan

18 September 2017   21:52 Diperbarui: 19 September 2017   23:00 0 9 4 Mohon Tunggu...
Rehabilitasi Narkoba Itu Bukan Penjara dan Penginapan
Pusat Rujukan Nasional penanganan pecandu NAPZA secara medis di naungan Kemenkes (Foto: RSKO)

Ketika ngobrol santai dengan kerabat, teman-teman, netizen dan masyarakat lainnya ada saja yang mempertanyakan di Rehabilitasi Narkoba ada apa saja dan diapain? Bahkan pada saat Kompasiana Visit ke Pengalengan, beberapa Kompasianers yang ikut serta pun menanyakan baik yang tahu daku bekerja di RSKO Jakarta maupun yang baru tahu.

Para netters ada yang memang tidak tahu dan kemudian bertanya, ada pula yang sok tahu. Banyak yang beranggapan bahwa ketika berada di rehabilitasi narkoba diperlakukan seperti napi di Lapas yang kelebihan kapasitas, bahkan ada media mainstream online yg menyebut satu kamar dijejali 20 orang. Itu yang membuat daku garuk-garuk kepala dan tersenyum sebel padahal maksimal 6 s/d 8 pasien/kamar.

Kebetulan daku seorang abdi negara yang bertugas langsung di unit rehabilitasi narkoba RSKO Jakarta. Nah tempat tersebut merupakan pusat layanan bagi individu yang dipulihkan dirinya dari ketergantungan NAPZA. Memang masyarakat masih awam dengan kata NAPZA, lebih banyak yang familiar dengan kata Narkoba dan Narkotika.

NAPZA merupakan akronim dari Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya yang merupakan jenis obat-obatan yang dapat mempengaruhi gangguan kesehatan dan kejiwaan. Jadi RSKO sebagai Rumah Sakit Rujukan Nasional terhadap penanganan pasien ketergantungan NAPZA akan dilayani secara komprehensif baik itu tindakan medis, penunjang medis, psikososial dan konseling.

Fasilitas Rehabilitasi Narkoba di RSKO Jakarta

RSKO Jakarta berdiri di atas tanah seluas 1,5 hektar yg terdiri dari beberapa pelayanan seperti Rumah Sakit lainnya.  Walaupun menitikberatkan pada penanganan tindakan medik dan pemulihan para pecandu narkoba dari ketergantungan, RSKO menyediakan pula layanan dimana para pasien membutuhkan layanan penunjang medik. Adapun layanan tersebut seperti Laboratorium, Radiologi, Farmasi, Fisioterapi dan lainnya.

Untuk fasilitas unit rehabilitasi narkoba sendiri terbilang cukup layak dan memadai. RSKO memiliki kapasitas 86 tempat tidur di unit rehabilitasi. Terdiri dari 4 kamar di Special Program (khusus pasien dengan keterbatasan seperti kejiwaan, usia lanjut, anak 2x, dan memiliki penyakit),  dimana 1 kamar terdiri 6 tempat tidur & 2 kamar mandi. Enam kamar di primary program, di mana 1 kamar terdiri 8 tempat tidur. 1 kamar di female area,  dimana 1 kamar terdiri 5 tempat tidur. 2 kamar di re'entry program, di mana 1 kamar terdiri 4 kamar tidur. dan 2 kamar VIP,  dimana 1 kamar terdiri dari 1 tempat tidur. 

Selain kamar yang layak ber AC,  satu orang dengan satu tempat tidur,  loker pribadi dan lemari. Ada pula fasilitas lain dimana setiap program (Special Program,  Primary Program, Female area,  dan Re'entry Program) dilengkapi toilet yg representatif, Living Room (TV LED, Sofa, Karpet, DVD player, Sound System) ,  Dinning Hall (Meja dan kursi Makan, dispenser, Westafel), Kitchen, Reading Room,  Loundry Area,  Front Desk,  Mushola, area olahraga, area fitness, Session / Lecture Room, alat musik dan fasilitas pendukung lainnya. 

Jadi pada waktu yang lalu ada yg memberitakan dengan menyebutkan tempat rehabilitasi RSKO Jakarta memperlakukan pasien narkoba 1 kamar 20 orang itu hoax. Karena mau bagaimanapun RSKO merupakan Rumah Sakit, jadi tetap melakukan pelayanan seperti mengobati orang yang sakit. RSKO sendiri telah terakreditasi bintang 5 (lima) atau Paripurna.

Program Pemulihan bagi Para Pecandu Narkoba

Pecandu narkoba sebelum masuk unit rehabilitasi akan dilakukan proses detoksifikasi di unit MPE paling lama 14 hari. Proses ini merupakan tindakan medis kepada pasien untuk menghilangkan keadaan putus zat-nya kalau orang awam menyebutnya sakau. Pada proses ini pasien dilakukan stabilisasi terlebih dahulu apakah nantinya akan turun ke rehabilitasi atau rawat jalan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x