Mohon tunggu...
Andri Mastiyanto
Andri Mastiyanto Mohon Tunggu... Abdi Negara

Best Storytelling Danone Blogger Academy 2018, 50 x Prestasi Writing Competition, Nominator tunggal Best Member Backpacker Jakarta 2014, Blogger terpilih Writingthon 2020 email : mastiyan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Berbagi Inspirasi dengan Menyentuh Hati

1 Oktober 2016   23:36 Diperbarui: 2 Oktober 2016   00:39 226 0 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berbagi Inspirasi dengan Menyentuh Hati
Deskripsi : Menyentuh Hati I Sumber Foto : Kisahhikmah.com

November tahun ini (2016) merupakan tahun ke 4 (empat) daku dan Hidayatullah menjadi admin dropzone Coin A Chance ( Coin Untuk Pendidikan ) RSKO Jakarta. Memulai dan memelihara aksi berbagi ini tidaklah mudah. Masih banyak orang yang mempertanyakan aksi baik kita. Menurut daku itu wajar karena saat ini banyak penipuan. Tetapi apakah menyebarkan virus berbagi itu sulit !!!! .... Memang tetapi jalan kita akan dipermudah bila kita tau caranya.

Ini kisah daku yang terkena virus berbagi dan kemudian menyebarkan virus itu ke orang lain. Daku bukanlah penggerak berskala nasional bahkan daerah sekalipun. Hanya menyebarkan virus berbagi dilingkungan tempat kerja daku di RSKO dan teman-teman sepergaulan. Menelurkan Coin A Chance dan berbagi inspirasi plus tehnik viral kepada founder nasi kotak untuk berbagi Dyah Putri Ambarwati.

Awal mula daku akhirnya terlibat dalam Coin Untuk Pendidikan (Coin A Chance) karena hati nurani ini disentuh oleh seorang wanita muda bernama Nia Sadjarwo salah seorang Founder dari Coin A Chance. Virus itu bereaksi saat Nia menyampaikan niat dan tujuan aksi berbagi dengan pengumpulan coin bagi pendidikan anak-anak yang kurang mampu. 

Yang membuat daku tersentuh dan kemudian tergerak karena pernah mengalami kesulitan yang sama yaitu pembiayaan pendidikan pada saat di jenjang perkuliahan di tahun 2007. Awal mula mengenal Coin A Chance dari acara ulang tahun Kompasiana yang bertajuk Kompasianival 2012 bertemakan "Hero Inside You" diselenggarakan 17 November 2012 di Skeeno Gandaria City-Jakarta yang dihadiri lebih dari 2500 blogger dan 20 komunitas online.

Singkat cerita aku mengunjungi salah satu stand komunitas yang menyediakan celengan untuk donasi koin. Nama stand komunitas itu bernama "Coin A Chance", di stand tersebut aku diberi penjelasan mengenai tujuan Coin A Chance kenapa mengumpulkan koin. Yang bisa aku pahami dari penjelasan salah satu foundernya mbak Nia Sadjarwo bahwa kegiatan Coin A Chance untuk membantu biaya pendidikan adik-adik yang berasal dari keluarga ekonomi kurang. 

Banyak individu-individu di negara ini yang mengabaikan uang koin yang nilainya dianggap tidak seberapa, tetapi bila dikumpulkan oleh banyak orang maka nilainya akan menjadi besar dan bisa merubah dunia. Selain hal tersebut banyak dari masyarakat kita yang sebetulnya peduli tetapi terkendala karena hanya mampu memberikan sedikit rezeki.

Menyebarkan Virus Coin A Chance di RSKO Jakarta

Setelah mendapat penjelasan, aku diberikan sebuah celengan kaleng yang bergambar anak perempuan berseragam sekolah dasar yang lusuh bertuliskan "Coin A Chance" oleh mbak Nia Sadjarwo di acara Kompasianival 2012. Gerakan Coin A Chance pun daku adopsi di RSKO Jakarta di bulan desember 2012 melalui cara berbincang dan mengobrol dengan teman-teman di RSKO Jakarta. Celengan Coin A Chance kemudian aku bawa ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta diruangan subbag Program dan Anggaran. 

Celengan tersebut aku sosialisasikan kepada 2 (dua) teman ku di subbag program dan anggaran yaitu Hani dan Dayat, mereka bersedia mendukung dan siap menyukseskan gerakan baik ini di RSKO Jakarta, tetapi dalam perjalanannya tinggal Aku dan Dayat yang menjadi admin / koordinator Coin A Chance di RSKO Jakarta dan Hani menjadi coiners.

Deskripsi : Coin Collecting Day - dropzone Coin A Chance RSKO Jakarta I Sumber Foto : Andri M
Deskripsi : Coin Collecting Day - dropzone Coin A Chance RSKO Jakarta I Sumber Foto : Andri M
Kemudian kami mensosialisasikan maksud dan tujuan Coin A Chance dengan menggunakan Social Media dan komunikasi secara verbal kepada pegawai yang bertanya. Kami tidak memaksakan teman-teman RSKO Jakarta untuk selalu rutin menyisihkan rezeki, hanya menyampaikan pesan "Seadanya jangan diada-adakan" karena kami menyadari bahwa jangan pernah memaksakan orang lain untuk donasi karena itu akan membuat gerakan ini menjadi terkesan "MENGEMIS". Yang dibutuhkan adalah kesadaran pribadi untuk menolong sesama dan mengajarkan bagaimana bersikap "Husnuzon / Berbaik Sangka".

Awalnya kami berkeliling membawa celengan ke masing-masing unit sebulan sekali dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan pertama, tetapi kemudian mulai muncul pribadi-pribadi yang "Terpanggil" meminta celengan Coin A Chance dan ikut membantu mensosialisasikan di unit kerja masing-masing. Dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun yang berawal dari 1 (Satu) buah Celengan Coin A Chance dan hanya 1 (satu) unit kerja kemudian berkembang menjadi 20 (dua puluh) Celengan Coin A Chance di 20 (dua puluh) Unit Kerja yaitu : Bagian Keuangan, Pusdokpus, Radiologi, Laboratorium, Diklat, Fisioterapi, Koperasi, Informasi, Kasir, IGD, farmasi, Psikososial, Rawat Inap, MPE, Rehabilitasi, Re-Entry Unit, Rekam Medik, IPSRS, Gizi, ULP. Karena saya tidak pernah bertanya kepada masing-masing unit kerja / Instalasi dari 20 (dua puluh) celengan diperkirakan ada sekitar 70an Coiners / pendonasi Coin. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x