Muda

Penerapan Metode Demonstrasi Pada Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar

12 Oktober 2017   14:31 Diperbarui: 12 Oktober 2017   14:36 262 0 0

Pada dasarnya pembelajaran IPA ditujukan unutk menumbuhkan kemampuan  berfikir, bekerja juga menumbuhkan sikap berfikir yang ilmiah, pada  kenyataannya pembelajaran IPA hanya di lakukan dengan metode ceramah  saja, walaupun terkadang itu terjadi karena berbagai macam hambatan,  baik SDM pengajar yang dinilai belum memadai namun masalah yang paling  sering dihadapi oleh pengajar adalah terbatasnya media yang bisa di  manfaatkan untuk diaplikasikan dalam pembelajarn IPA khususnya.

dibutuhkan  kekreativitasan dari guru Sekolah Dasar terutama guru kelas bawah untuk  mengemas pembelajaran agar bisa menarik motivasi belajar siswa terutama  ketika mempelajari pelajran IPA. Melihat berbagai macam metode  pembelajaran yang ada, penulis memutuskan untuk mencoba mengaplikasikan  metode Demonstrasi untuk diterapkan ketika pembelajaran IPA  dilaksanakan.

Menurut Daryanto 2013 : 38 metode demontrasi adalah  metode penyajian pelajaran  dengan  memperagakan  dan  mempertunjukkan   kepada siswa  tentang suatu    proses.    Dalam    proses     demonstrasi    peran    siswa    hanya    sekedar memperhatikan,  akan   tetapi  demonstrasi  dapat  menyajikan  bahan  pelajaran  lebih  konkret,  dalam  strategi  pembelajaran  ekspositori  dan  inkuiri  adapun kelebihan daari metode ini adalah :. 

1. Terjadinya  verbalisme  dapat  dihindari,  sebab  siswa  disuruh  langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.

2. Proses pembelajaran akan  lebih  menarik.

3. Siswa  akan  memiliki  kesempatan  untuk  membandingkan antara teori dan kenyataan.

Adapun Kelemahan Metode  Demonstrasi adalah :

1. Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang  lebih  matang.

2) Memerlukan  peralatan  dan  bahan - bahan  yang  biayanya mahal serta tempat yang memadai.

3) Memerlukan kemampuan dan keterampilan  khusus sehingga dituntut bekerja lebih professional.

setelah  mempersisapkan berbagai persisapan untuk menopang pembelajaran IPA ini,  guru membagi kelas kedalam kedua kelompok, untuk kelompok pertama saya  menerapkan metode ceramah sebagai metode yang digunakan untuk  memfasilitasi pembelajaran ini, dan di kelompok kedua saya menerapkan  metode demonstrasi untuk memfasilitasi pembelajaran ini.

dari KKM  yang saya tentukan yaitu 70, terlihat murid di kelompok kedua siswa  terlihat lebih menikmati dan terlihat lebih antusias ketika pembelajaran  di laksanakan berbeda dengan pembelajaran yang dilakukan kelompok  pertama, dimana saya melakukan nya dengan metode ceramah, di kelompok  pertama, terlihat murid lebih banyak melamun atau mengobrol, hanya  segelintir siswa saja yang benar benar memperhatuikan.

pada  akhirnya bermuara pada nilai yang didapat siswa setelah pembelajaran  selesai dilaksanakan di kedua kelompok tersebut.... hasilnya memang  seperti yang telah diprediksi... nilai siswa dikelompok kedua lebih  besar dalam artian banyak siswa yang bisa melebihi KKM yang telah di  tetapkan pada materi IPA tersebut, berbeda dengan siswa di kelompok satu  yang menggunakan metode ceramah, hanya beberapa siswa saja yang bisa  melewati batas minimal nilai materi ini.

ini merupakan pengalaman  baru bagi saya , dimana ketika kita mau sedikit berusaha lebih maka  hasilpun akan mengikuti usaha yang sudah kita lakukan...semoga  pengalaman mengajar ini bisa dijadikan motivasi khususnya untuk saya  umum nya untuk semus pengajar yang ada , bahwa penggunaan berbagai macam  metode bisa berdampak positif bagi perkembangan anak didik kita.