Mohon tunggu...
Surya Jaya Raka
Surya Jaya Raka Mohon Tunggu... Mahasiswa

Duniaku adalah bumi manusia dengan segala persoalannya

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Jangan Bersedih

11 Oktober 2020   20:37 Diperbarui: 11 Oktober 2020   20:50 96 5 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jangan Bersedih
www.freepik.com

Suasana ruang kelas begitu tenang. Suara kipas angin yang terpasang di dinding kanan dan kiri terdengar lirih di telinga. Kipas angin tua lengkap dengan debu di sekelilingnya. Satu -- satunya harapan yang membuat kelas ini terasa tidak gerah. Bangunan tua dengan dinding warna putih dengan corak coklat asimetris bekas rembesan air hujan. 

Asbes yang mulai menguning dengan hiasan sarang laba -- laba di bagian sudut ruangan. Aku tak pernah ingin tahu sejarah sekolah ini. Aku hanya berasumsi bahwa sekolah ini dulunya bangunan yang didirikan oleh orang Jepang. Adanya signature ukiran berhuruf kanji di dinding depan tepat di bawah Garuda Pancasila menguatkan asumsiku itu. Sekolah tua minim prestasi yang harus selalu aku kunjungi enam hari dalam sepekan dengan segala keluh kesahnya.

Dalam keheningan suasana ujian, beberapa kali terdengar suara batuk dan bersin pengawas ujian fisika siang ini. Batuk dengan irama yang tak nyaman untuk didengar dan suara bersin yang terkadang mengagetkan. Tertulis beberapa rumus di papan tulis. Sengaja diberikan pengawas untuk memudahkan para murid mengerjakan ujian. 

Tapi apalah arti sebuah rumus tanpa pemahaman. Rumus -- rumus itu hanya membuatku semakin pusing saja. Aku memang jarang masuk saat pelajaran fisika sehingga banyak materi -- materi yang aku tidak paham. Dan semalam, aku menghabiskan waktu untuk nonton pertandingan sepak bola. Sama sekali tidak belajar.

Sepak bola. Untuk yang satu ini aku mencintainya. Sejak kecil bahkan aku berkeinginan untuk bisa berkarir di bidang olahraga sepak bola. Tapi gambaran suatu saat aku akan menjadi pemain sepak bola profesional hanya sebuah mimpi palsu. Mimpi yang selalu aku buat -- buat saat menjelang tidur malamku. 

Aku sebenarnya tidak berbakat dibidang ini. Bahkan dilihat dari silsilah, tak satupun dari saudaraku yang menjadi atlet. Kebanyakan bekerja kantoran. -Lokasi kantor yang cukup jauh, berangkat pagi dengan emosi yang belum stabil dan turut ambil bagian dalam kemacetan jalanan kota di pagi hari.- Begitulah rutinitas mereka.

Kala masih aktif bermain bola di sekolah sepak bola, aku mengawalinya sebagai penyerang, dan mengakhirinya sebagai penjaga gawang. Itu pun penjaga gawang cadangan. Begitu mengecewakan perjalanan karir sepak bola ku saat usiaku masih belia. Ricardo Kaka, Ronaldinho, Deco merupakan pemain idolaku. 

Posternya terpasang rapi berdampingan dengan pigura berisikan foto timnas Indonesia AFF 2010 di kamarku saat ini. Susunan pemain timnas yang tak lagi diragukan kualitasnya. Membabat habis Harimau Malaya di fase grup, namun dibantai tiga gol tanpa balas di laga final oleh tim yang sama pula. 

Citra buruk pun banyak berkembang di masyarakat saat itu. Match fixing dan mafia bola merupakan isu yang paling santer. Terlepas dari hal itu memang dunia sepak bola Indonesia sering dilanda permasalahan dengan kebobrokan para pengurusnya. Hukuman FIFA hingga merosotnya peringkat Indonesia di ranking dunia menjadi pemandangan klasik pecinta sepak bola tanah air. Trofi hanya untuk federasi yang bermutu. Aku percaya akan hal itu. Fikrar tak berbakat menjadi pemain sepak bola. Aku juga terpaksa untuk percaya dengan hal itu.

Waktu ujian masih cukup lama, sekitar empat puluh menit lagi. Ku lihat teman -- teman sedang sibuk mengerjakan soal dengan sangat cermat sedangkan aku malah sibuk mencari jawaban teman dengan sangat cepat. Doni, teman sebangku dan Farizza yang duduk di depanku menjadi supplier jawaban untukku siang ini. 

Sebelum mulai ujian tadi, mereka berdua sudah sepakat mau membantuku. Jawaban Farizza menjadi prioritas utamaku selama kegiatan menyontek kali ini sedangkan jawaban Doni aku gunakan kalau Farizza tidak tahu jawabannya. Alasannya karena Farizza selalu menempati tiga besar di kelas dan Doni sebenarnya hanya mengandalkan keberuntungan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x