Mohon tunggu...
Raja Lubis
Raja Lubis Mohon Tunggu... Freelancer - Pekerja Teks Komersial

Pecinta Musik dan Film Indonesia yang bercita-cita menjadi jurnalis dan entertainer namun malah tersesat di dunia informatika dan kini malah bekerja di perbankan. Ngeblog di rajalubis.com / rajasinema.com

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Kenapa Banyak Film Indonesia yang Judulnya Berbahasa Asing? Jaminan Laku?

9 Juli 2022   08:49 Diperbarui: 9 Juli 2022   08:54 782
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cover film Night Bus/Kaninga Pictures

Di usia segini saya masih sering nonton film ke bioskop. Tapi terkadang saya sering melewatkan banyak film Indonesia secara nggak sengaja, karena judulnya pakai bahasa Inggris. Saya kira itu film luar, padahal film Indonesia. - Ade Irawan (aktor)

Begitu komentar aktor senior Ade Irawan ketika ditanya mengenai film Indonesia yang menggunakan judul bahasa asing. Aktor yang sudah bermain lebih dari 120 film ini lebih lanjut bilang bahwa judul adalah gerbang utama bagi penonton untuk memutuskan menonton suatu film.

Lebih dari itu, bahasa juga menjadi pembeda utama antara film Indonesia dengan film luar. Judul yang berbahasa Indonesia tentu akan mempermudah penonton mengenali bahwa karya yang dilihatnya adalah film Indonesia.

Lalu apakah film Indonesia yang judulnya berbahasa asing itu memang sebegitu banyak jumlahnya? Dan bagaimana pula perkembangan fenomena ini dari tahun ke tahun?

Bermula dari film produksi Starvision

Bahkan film ini berlanjut hingga jadi trilogi/ Starvision 
Bahkan film ini berlanjut hingga jadi trilogi/ Starvision 

Starvision adalah rumah produksi yang paling rajin menelurkan karya setiap tahunnya. Di antara film-film mereka, terdapatlah nama The Soul, film Starvision pertama yang memakai judul bahasa asing. Meskipun saat rilis tahun 2003, film yang dibintangi Marcella Zalianty ini nggak terlalu direspons baik oleh pasar.

Setahun setelahnya, Starvision masih memproduksi film dengan judul bahasa asing, Virgin (Ketika Keperawanan Dipertanyakan). Berbeda dengan The Soul, Virgin membuat Starvision menuai sukses baik dari sisi komersial maupun penghargaan.

Pascakesuksesan Virgin, Starvision di bawah komando Chand Parwez Servia menjadi rutin membuat film berjudul bahasa asing. Sebut saja Me vs High Heels (2005), Missing (2005), Heart (2006), Miracle (2007), Love is Cinta (2007), Get Married (2007), dan XL: Extra Large (2008).

Dan menariknya sebagian besar dari film tersebut laris di pasaran. Hal ini juga yang mungkin membuat Starvision sampai saat ini masih percaya diri membuat film dengan judul bahasa asing, sekalipun kontennya kental dengan budaya lokal.

Diangkat dari novel populer

Berlanjut ke sekuelnya yang tayang di tahun 2018/ Soraya Intercine Films
Berlanjut ke sekuelnya yang tayang di tahun 2018/ Soraya Intercine Films

Kalau kita memperhatikan judul-judul film dengan bahasa asing, sebagian besar dari mereka merupakan adaptasi dari novel/buku yang judul aslinya sudah menggunakan bahasa asing.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun