Rajab Syahda
Rajab Syahda profesional

Novelist * yang membedakan anda dengan IBLIS adalah KEYAKINAN * yang paling berharga pada anda adalah KESETIAAN * yang membuat anda bahagia adalah orang paling dekat * keyakinan tidak bisa dihukum dan diadili * pada akhirnya tidak ada yang penting

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Teroris Itu Sakit Jiwa

17 Mei 2018   12:04 Diperbarui: 17 Mei 2018   12:08 435 0 0
Teroris Itu Sakit Jiwa
www.israelhayom.com

"TERORIS itu SAKIT JIWA"

Dibahas Raja Bonar

kata "sikap" di diri manusia adalah titik komponen penting di tubuh seorang teroris yang harus diperhatikan secara khusus. Sikap dipengaruhi hati nurani. Keinginan adalah bagian hard dan hati adalah bagian soft dari sikap itu.

Keinginan datang dari luar badan dari luar diri manusia. tapi sikap yang sesungguhnya datang dari hati dari hati nurani. Ada kata yang sumir artinya atau bisa mengecoh pada hati diranah agama. khususnya agama Islam, kata itu adalah rahmat juga hidayah juga berkah juga ridho dari Tuhan.

kata berkah atau rahmat bisa jadi definisinya atau artinya dibakukan oleh guru atau oleh ustad pengkhotbah. Menjadi sangat berbahaya jika berkah atau rahmat ini didefinisikan oleh orang2 dungu, misal seperi rocky yang seenaknya berdefinisi kitab suci fiksi. seperti itu yang dilakukan oleh. ustad pengkhotbah.

Misalkan ada ustad HY yang mengatakan ummat Islam harus menjadi teroris dalam menegakkan syariat di sekitar orang kafir atau adalagi ustad FS yang gila khilafah, seolah negara harus harga mati mengikuti sistem satu komando, seperti yang diyakini kelompok HTI. Jika hal ini diikuti dan dilaksanakan maka berkah dan rahmat Tuhan akan turun ini hanya bualan saja bualan hati nurani.

Di Indonesia sekarang ini tidak ada tokoh agama yang berada di puncak dan bisa menetralisir sikap radikal itu justru yang terjadi malah mengiyakan sikap radikal itu bisa ditelurusi pada saat gerakan 212, muncul tokoh2 garis keras bahkan jadi rasis dan merusak tatanan pancasila dan bhineka tunggal ika.

Jadi jika teroris itu sakit jiwa, sikap seperti orang gila. Akal sehat tidak lagi bisa berperan dan mati dikunci oleh satu keyakinan yang salah kaprah dan terinfluensi oleh ustad atau pimpinan pengajian. maka saya bisa katakan ada kelompok besar yang sakit pada otaknya.

Teror atau terorisme saya pertanyakan apa gunanya dan tujuan akhirnya apa yang sebenar2-nya?

Beberapa tujuan teror :

  1. Membuat sikap takut pada masyarakat dan akan lumpuhnya kehidupan sehari2? hal ini tidak akan terjadi didunia jaman now dengan kehidupan individunya, malah jadi hanya sekedar tontonan serial tv saja.
  2. Tujuan heroik gaya2-an membela agama dan ingin membuat tatanan masyarakat yang baik? tapi dengan membunuh orang2 yang baik?
  3. Ada tujuan politik. agama dipakai alat politik, jadi agama dijadikan ideologi politik. tidak aneh ada politikus yang otaknya koslet mengatakan partai ada yang partai Allah dan ada partai Setan.

Maka kalau teroris itu dikategorikan "sakit jiwa"  menjadi harus dipahaminya lingkungan yang juga sakit jiwa dan itu ada pada kelompok2 radikal dan gerombolan teroris, ada di pengajian2 dan ada didalam rumah ibadah sehingga apa kata ustad saja, juga ada di partai2 yang gila kekuasaan.

Tidak mengherankan kita bisa saksikan di talk show pada tv2 nasional yang dibicarakan adalah hal2 kejiwaan sikap yang baik dan prakteknya sikap yang jauh dari kebaikan itu.

Kita sering sekali menikmati bahasan tentang berantas korupsi, berantas narkoba juga berantas terorisme? tapi korupsinarkotika dan terorisme tidak juga hilang atau menghilang? kenapa?

"karena sikap sakit jiwa itu ada didiri kita dan tatanan bangsa ini"

Tanya pada diri sendiri pada lingkungan anda, adakah sikap yang menjadi wadah bagi sikap "sakit jiwa" itu, dengan memakai cara agama atau cara politik.

Kalau ada, renungkan apakah anda kena "getahnya"? jika anda sdh terasa kena, maka hati2 anda harus menemui dokter jiwa secepatnya.

17.5.2018

tebet.