Mohon tunggu...
Dhea Anggraini
Dhea Anggraini Mohon Tunggu... Suka jalan-jalan

Penulis Pemula

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Reksa Dana Saham atau Saham Ya?

19 September 2019   15:26 Diperbarui: 19 September 2019   15:45 0 0 0 Mohon Tunggu...
Reksa Dana Saham atau Saham Ya?
Investasi saham (Foto: Kompas.com)

Ada pertanyaan menggelitik begini. Enaknya investasi saham itu langsung di sahamnya secara mandiri atau melalui reksa dana saham: mana yang lebih baik? Investasi langsung di saham atau di reksa dana saham yang lebih menguntungkan? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita udar satu per satu plus-minusnya.

Sesuai dengan namanya reksa dana saham memarkirkan dana kelolaan di saham sampai 80%. Risiko reksa dana ini paling tinggi dibanding reksa dana lainnya, yakni reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran.

Sementara itu investasi langsung di saham artinya 100% dana diparkir di saham sehingga dari sisi risiko lebih tinggi dibanding reksa dana saham. Karena di dalam investasi berlaku prinsip High Risk High Return maka dari sisi return saham bisa maksimal dibandingkan reksa dana saham yang stabil.

Dari sisi pengelolaan, kalau di reksa dana saham, investor tidak perlu pusing karena sudah ada Manajer Investasi (MI) yang mengelolanya. Begitu reksa dana saham telah dibeli, investor tinggal duduk manis.

Dengan begitu, reksa dana saham memudahkan investor awam (pemula) untuk mulai merasakan nikmatnya investasi, berbeda dengan saham yang kebanyakan dikelola dan dijalankan secara mandiri. Dengan kata lain, reksa dana saham memang lebih cocok untuk investor pemula dan saham untuk investor yang setidaknya sudah punya pengalaman.

Namun tak bisa diabaikan kalau banyak rekomendasi dari pakar menyarankan kalau bukan investor pemula maka investasi sebaiknya langsung di saham. Kelemahan reksa dana saham dalam konteks ini yakni tidak adanya dividen yang didapatkan dan MI biasanya menerapkan strategi aktif sehingga sering bertransaksi yang menaikkan biaya transaksi. Tak mengherankan, sebagian besar reksa dana saham hanya mampu memberikan return (kenaikan NAB) di bawah imbal hasil pasar (IHSG).

Sementara kalau investasi saham langsung investor bisa menerapkan prinsip buy what you know and know what you buy, berbeda dengan di reksa dana saham yang sudah dilakukan MI.

Di reksa dana saham MI biasanya melakukan diversifikasi agar risikonya minim, sementara investor saham langsung bisa melakukannya sendiri jika mau. Menariknya, investor saham langsung bisa fokus tidak melakukan diversifikasi, jika ingin memaksimalkan imbal hasil.

Dengan kata lain, investor saham langsung boleh dikata menjadi manajer investasi untuk dana sendiri. Selain dividen, investor saham langsung bisa mandiri dan fokus dengan strategi untuk memaksimalkan imbal hasil.

So, investasi reksa dana saham atau investasi langsung di saham adalah pilihan. Masing-masing ada plus-minusnya. Menariknya, untuk menikmati entah itu reksa dana saham atau saham langsung kini sudah mudah dinikmati, semisal melalui aplikasi IPOTGO: aplikasi online trading untuk investasi saham, reksa dana dan ETF. Transaksi saham dan reksa dana menjadi mudah di genggaman tangan.

Entah reksa dana saham atau saham hadir dengan kelemahan dan keunggulannya masing-masing. Sudah tidak bingung lagi dengan dilema pilihan?

KONTEN MENARIK LAINNYA
x