Mohon tunggu...
Rahmawati Taufik
Rahmawati Taufik Mohon Tunggu... Penulis - Dinas Pendidikan Kab. Dharmasraya

Hobi Menulis dan Membaca

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Rangking 4 Lebih Berkualitas dari Rangking 1

30 November 2022   18:28 Diperbarui: 30 November 2022   19:08 232
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Rangking 4 Lebih Berkualitas Dari Rangking 1

Oleh : Rahmawati Taufik

Karena libur semester sudah tiba, Zikra mohon pamit sama paman dan tantenya untuk berlibur ke kampung halamannya. Paman dan tantenya menyetujui permintaan Zikra. Dan keesokan harinya Zikra diantar pamannya keterminal mobil yang menuju kampung halaman Zikra. Sebelum naik bus Zikra dibelikan paman oleh-oleh yang akan dibawah pulang untuk ayah dan ibu beserta adik-adiknya. Dan setelah menunggu beberapa lama  diterminal akhirnya bus yang ditumpangi Zikra berangkat dan paman Zikra pun Kembali ke rumahnya.

Dalam perjalanan terlintas di pikiran Zikra ternyata  lebih kurang enam bulan dia sudah meninggalkan keluarga dan kampung halamannya. Selama itu banyak sudah pengalaman yang telah terukir di sanubari Zikra, baik suka maupun duka. Dan banyak hal rasanya yang akan diceritakan sama keluarganya di rumah. 

Dari sekian banyak yang akan diceritakannya itu ada satu hal yang membuat hati Zikra kalut dan penuh tanda tanya. Dengan rangking 4 di lapor akankah ayah dan ibu nya masih memperbolehkan Zikra sekolah di Padang, atau sebaliknya. Dia berharap mudah mudahan dengan nilai yang hanya 2 angka nilai tujuh itu  memberi Zikra kesempatan sekolah di Padang untuk meraih juara kelas semester berikutnya.

Setelah lebih kurang 3 jam diperjalanan akhirnya Zikra sampai di kampung halamannya sekitar jam 15.15 WIB. Dengan perasaan bahagia dan bangganya Zikra turun dari bus dan jalan ke rumahnya beberapa menit saja. Sampai di rumah ternyata ayah dan ibu Zikra belum pulang dari ladang mereka, hanya adik-adiknyalah yang dia temui di rumah waktu itu. adik-adik Zikra menyambut kedatang kakak mereka dengan gembiranya, apalagi Zikra mengasih oleh-oleh yang dibelikan paman untuk adik-adiknya itu.

Sambil menunggu kedatangan ayah dan ibu, Zikra pergi berkunjung ke rumah salah seorang teman akrabnya yang bernama Cantika. Cantika adalah teman dekat Zikra semenjak SD sampai ke SMP. Cantika dan Zikra selalu juara di kelasnya, kalau Zikra juara I, Cantika juara II dan sebaliknya. Karena memang sudah lama tak bertemu rasanya hati Zikra sudah kangen sama Cantika lagi pula Zikra ingin tau rangking berapa temannya itu setelah di SMA.

Sebelum Zikra mengetuk pintu dan mengucapkan salam, ternyata Cantika sudah melihat kedatangan Zikra dari kaca jendela rumahnya. Cantika berlari menuju pintu untuk membukakan Zikra pintu dan mempersilahkan masuk. Setelah mengucapkan salam Zikra pun masuk kerumah Cantika dan duduk disebelah Cantika dengan memberikan sedikit oleh-oleh untuk temennya itu. 

Cantika sangat senang dengan kedatangan Zikra. Meskipun sudah jauh di kota ternyata Zikra tidak melupakan dirinya. Mereka saling berbagi cerita selama satu semester belajar di SMA. Sambil memperlihatkan lapornya Cantika pun bertanya tentang lapor Zikra di SMA. Zikra pun menceritakan akan lapornya itu.

Cantika masih juara I di kelasnya sementara Zikra hanya rangking 4. Zikra melihat lapor Cantika, betapa kagetnya Zikra melihat lapor  itu, Cantika juara 1 namun nilainya lebih tinggi dari nilai Zikra yang hanya rangking 4. Di lapor Cantika ternyata tidak ada angka 9, angka 7 ada 4 dan selebihnya angka 8.

Meskipun hanya rangking 4 tapi  Zikra sangat bagga dan bahagia dengan nilai lapornya. Tapi walaupun begitu Zikra tidak mau menceritakan nilai yang ada di lapor Zikra pada Cantika untuk menjaga perasaan temannya itu. Karena keasyikan ngobrol ternyata waktu berlalu tampa terasa. Pertemuan Zikra dan Cantika waktu itu dihentikan oleh suara azan magrib yang berkumandang di Masjid yang ada di kampung mereka. Zikra pun pamit pulang kerumahnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun