Mohon tunggu...
Rahmat Setiadi
Rahmat Setiadi Mohon Tunggu... Buruh - Karyawan swasta yang suka nulis dan nonton film

Saya suka baca-tulis dan nonton film.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Perokok dan Penumpang Kereta

5 November 2022   22:51 Diperbarui: 10 November 2022   00:15 937
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi penumpang kereta yang merokok semabrangan. (INSTAGRAM/@jalur5 via kompas.com)

"Narasi-narasi pembelaan terhadap perokok sebenarnya mudah dipatahkan. Tapi masih ada saja kekhawatiran yang dipertahankan."

Seorang perokok akan sulit menuliskan perihal merokok yang bersifat mendiskreditkan rokok. Hal itu terjadi karena sama saja bunuh diri. Begitu juga orang yang tidak merokok pun masih sulit, karena takut dikeroyok perokok. 

Keduanya beresiko sama dengan bahaya merokok, sedemikian kompleksnya kah,? Telah banyak tulisan dan pembahasan tentang rokok, bahkan peringatan pemerintah pun tidak digubris oleh perokok dan produsennya. Tapi coba kita bandingkan dengan tulisan tentang kereta api.

Bisa dikatakan revolusi perkeretaapian di Indonesia tercetus melalui Undang-undang no 23 tahun 2007. Walaupun dalam penerapannya secara tegas baru direalisasikan tahun 2011.

 Sebagaimana diketahui bahwa undang-undang tersebut berisikan hal-hal yang komprehensif terkait kereta api. Dan yang paling menonjol adalah larangan tegas terhadap penumpang naik ke atas gerbong. Larangan ini melibatkan alat negara, tidak hanya instansi Kereta Api Indonesia ( KAI ).

Tidak bisa dipungkiri bahwa disiplin adalah kepatuhan terhadap sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya. Tapi disiplin hanya bisa terjadi jika dipaksakan, setelah itu baru tumbuh kesadaran.

Bagaimanapun keadaan organisasi militer dan kepolisian, dikarenakan adanya pelatihan disiplin yang sedemikian dipaksakan maka tetap menghasilkan kepatuhan. Setelahnya baru adanya kesadaran bahwa disiplin membawa pada ketertiban dan kebaikan.

Yang patut diperhatikan dan diacungi jempol pada revolusi perkeretaapian selain pendisiplinan penumpang adalah fasilitas sarana dan layanan terhadap penumpang. Hal ini yang membuat proses pendisiplinan penumpang menuai percepatan hasil yang signifikan.

 Sekarang sudah tidak ada lagi penumpang yang naik ke atas gerbong. Kesadaran orang terhadap bahayanya sudah terpatri bahkan menimbulkan ketakutan bukan karena adanya petugas keamanan.

 Kita dahulu berpandangan bahwa tidak mungkin membuat banyak orang bisa disiplin, patuh pada aturan. Jumlah stasiun kereta bisa dikatakan tetap, harga tiket melonjak naik, tapi penerapan aturan dan perundang-undangan yang tegas yang dibarengi dengan peningkatan kualitas bisa merubah perilaku keras kepala. 

Penumpang yang sok jagoan, bebal, dan sulit sadar dengan cepat berkurang dan sudah tidak tampak lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun