Mohon tunggu...
Rahmatullah
Rahmatullah Mohon Tunggu... Mahasiswa || ilmuekis.com || rahmatullah.my.id

Bisa Karena Biasa

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Peran Al Hisbah dalam Mekanisme Pasar Islam

5 Juni 2020   07:54 Diperbarui: 5 Juni 2020   07:58 14 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Peran Al Hisbah dalam Mekanisme Pasar Islam
Peran Al Hisbah dalam Mekanisme Pasar Islam (Ilmuekis.com)

Ajaran Islam mengenalkan sistem Hisbah (pengawasan) yang berlaku sebagai institusi pengawas pasar. Seorang pengawas pasar (muhtasib) dengan kekuatan materinya berlaku sebagai pihak yang mempunyai otoritas untuk menghukumi para pelaku pasar yang berlaku negatif. 

Ajaran Islam tidak hanya merekomendasikan sejumlah aturan perintah maupun larangan yg dapat berlaku dipasar, Islam juga menggariskan sebuah sistem pengawasan yang dapat dicanangkan dalam melanggengkan mekanisme dan struktur pasar. 

Para intelektual muslim menyatakan bahwa sistem pengawasan pasar berlaku dalam sistem ganda dan berjenjang, yaitu : 

  • Pengawasan pelaku pasar atas dirinya sendiri (internal)
  • Pengawasan yg dilakukan oleh pihak lain (eksternal), dalam hal ini bisa pemerintah ataupun lainnya.

Secara Umum pengawas pasar berfungsi sbb: 

  • Mengorganisir pasar, agar dapat memfungsikan diri sebagai solusi permasalahan ekonomi umat melalui mekanisme sistem kompetisi terbuka dan sempurna sesuai dengan aturan main syari'ah Islamiyah. Menjamin intrumen harga barang dan jasa ditentukan sesuai dengan hukum penawaran dan permintaan. Pada kondisi tidak ideal atau darurat, otoritas (wilayah) hisbah dapat melakukn intervensi
  • Melakukan pengawasan produk-produk (barang maupun jasa) yang masuk dipasar berikut perangkat instrumen yang dikembangkan untuk transaksinya.
  • Mengupayakn agar informasi di pasar dapat terdistribusikan secara baik kepada para penjual maupun pembeli, terutama jika informasi tersebut mempunyai peran ataupun dampak yang besar kepada harga barang maupun jasa yang berlaku di pasar. Otoritas hisbah dapat pula melakukan inspeksi (pemeriksaan) alat timbangan yang digunakan oleh para pelaku pasar
  • Menjamin tidak adanya praktik2 monopolistik para pelaku pasar, baik yang berkaitan dengan produk, faktor produksi maupun permainan harga.
  • Mengupayakan agar praktik2 mediator (pencaloan) tidak berlaku di pasar, kecuali keberadaan mediator tersebut bisa menjamin keberlangsungan kesehatan dan efisiensi mekanisme pasar
  • Mengupayakan perilaku moral Islami yg berkaitan dengan sistem transaksi perdagangan ataupun lainnya berlaku di pasar, seperti kejujuran, amanah, toleransi dll

Itulah sedikit pembahasan mengenai Al Hisbah dalam Mekanisme Pasar Islami, jika kita melihat contoh gambar di atas, yang menjadi pertanyaan besar adalah "Who Have an Eye For Them?" 

Sumber Awal:

Klik Disini 

VIDEO PILIHAN