Mohon tunggu...
Rahmad Alam
Rahmad Alam Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa psikologi UST, suka menulis dan rebahan.

Seorang mahasiswa fakultas psikologi universitas sarjanawiyata tamansiswa yogyakarta yang punya prinsip bahwa pemikiran harus disebarkan kepada orang lain dan tidak boleh disimpan sendiri walaupun pemikiran itu goblok dan naif sekalipun.

Selanjutnya

Tutup

Book Pilihan

Resensi Buku: Diri yang Tak Ditemukan Karya Carl G. Jung

17 September 2022   10:00 Diperbarui: 17 September 2022   10:07 1475
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sampul depan. Sumber: dokumen pribadi. 

Hal ini membuat individu dapat eksis dengan keunikan ketidaksadarannya dan tidak melebur dalam keseragaman komunitas yang digagas negara.


Dunia barat sudah lama meninggalkan agama karena dasar irasionalnya dan beralih pada Weltanschauung (pandangan hidup atau ideologi) yang lebih rasional dan ilmiah. 

Padahal jika agama dimaknai melalui simbolisasi maka akan dapat dipahami bagaimana agama menjadi sebuah ekspresi bagi ketidaksadaran individu. 

Negara dengan Weltanschauung-nya entah itu komunis maupun kapitalis akhirnya hanya menganggap manusia sebagai buruh bagi "barang-barang" yang dipertontonkan dari Weltanschauung itu.

Pemahaman Individu pada Dirinya dan Pendekatan Filosofisnya pada Kehidupan


Manusia merupakan mahluk istimewa dibandingkan dengan organisme lainnya karena ia bukan hanya menikmati dunia namun juga menciptakannya. 

Manusia dapat membandingkan dunia luar namun tidak dapat membandingkan dirinya dengan alam bawah sadarnya. Keunikan individu terpaksa harus dipendam dalam alam bawah sadar agar dapat selaras dengan masyarakat.


Keunikan individu dinyatakan sebagai subjektivisme dimana terkadang dianggap tidak wajar bagi masyarakat dan bahkan beberapa kasus harus berurusan dengan rumah sakit jiwa.

 Keseragaman masyarakat membuat disosiasi individu dengan alam bawah sadarnya dan membuat mereka terkadang mengalami neurotik yang berasal dari dorongan naluriah keunikan individu tersebut.


Dunia dipandang akhirnya menjadi dua, yakni dunia rasional yang berdasarkan pengetahuan dan dunia iman yang berdasarkan kepercayaan yang religius. 

Agama yang menopang dorongan naluriah manusia yang bersifat individualis harus bertabrakan dengan beberapa paham yang bersifat rasional seperti komunisme, fasisme maupun kapitalisme.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Book Selengkapnya
Lihat Book Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun