Mohon tunggu...
Rahmad Alam
Rahmad Alam Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa psikologi UST, suka menulis dan rebahan.

Seorang mahasiswa fakultas psikologi universitas sarjanawiyata tamansiswa yogyakarta yang punya prinsip bahwa pemikiran harus disebarkan kepada orang lain dan tidak boleh disimpan sendiri walaupun pemikiran itu goblok dan naif sekalipun.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Gen-Z, Antara Generasi yang Sadar Kesehatan Mental atau Hanya Strawberry dan Snowflake Generation?

13 Mei 2022   09:49 Diperbarui: 13 Mei 2022   22:13 490 11 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi. Sumber: pexels.com

Menjadi bagian dalam generasi z dan juga seorang mahasiswa psikologi, membuat saya merasa bangga akan generasi kami yang sangat perhatian dengan isu-isu psikologi khususnya kesehatan mental

Generasi Z menjadi harapan untuk mengubah stigma psikologi yang salah di masyarakat kita, hal seperti memasung orang yang mengidap gangguan jiwa hingga berbagai perilaku abusive yang dinormalisasi akan segera lenyap oleh kehadiran Gen Z yang aware kesehatan mental.

Banyaknya kosakata yang berkaitan dengan kesehatan mental dan psikologi jadi salah satu bukti betapa aware-nya generasi muda kita. Kata-kata seperti abusive, trust issues, gaslighting, body shaming, dan lain sebagainya kadang sering digunakan oleh banyak anak muda yang ingin terlihat tidak ketinggalan zaman, terutama oleh anak jaksel yang bergaya metropolitan.

Namun terkadang tidak semua hal tersebut ditanggapi positif. Beberapa pakar menganggap bahwa dengan adanya informasi akan mental health tersebut membuat generasi kita dianggap rapuh karena hanya mementingkan stabilitas mental mereka daripada tantangan yang sedang mereka hadapi, jadinya kita dianggap lari dari masalah demi kestabilan mental.

Istilah akan generasi yang rapuh ini disebut Strawberry Generation yang diambil dari perumpamaan kata bahasa taiwan bagi generasi yang lahir dari tahun 1990 dan seterusnya yang rapuh bagai stroberi. Dalam dunia barat, terdapat istilah snowflake generation yang dimaknai sama dan merupakan generasi yang menuntut diperlakukan dengan spesial karena mereka unik dan dekat sekali dengan perilaku "manja".

Istilah tersebut diperkuat lagi oleh banyaknya kasus Gen Z yang banyak berlindung dibalik istilah-istilah psikologi dari hal yang mereka tidak sukai. Contohnya saja kasus VT seorang Gen z yang merasa di-gaslighting oleh seorang hairdresser saat di salon karena diberitahu rambutnya kering, dan juga seorang mahasiswa baru yang ingin healing selama 6 bulan karena beratnya tugas kuliah.

Walaupun begitu, juga ada opini yang menyatakan bahwa istilah strawberry dan snowflake generation adalah sebuah bentuk dari justifikasi generasi diatas mereka yang tidak mau tersaingi karena generasi Z lebih inovatif dan aware akan isu kesehatan mental. 

Konflik antar generasi antara si tua yang ingin diakui sebagai pemilik zaman yang paling baik dan paling kuat bisa jadi opini yang masuk akal dari dikeluarkannya dua istilah tadi.

Sebagai contoh sederhana seperti kata-kata kakak kelas atau kakak tingkat kepada adik kelasnya yang berkata seperti " zaman kamu masih mending dek, dulu zaman kakak disuruh lawan Katak Bhizer". 

Hal ini jadi contoh sederhana akan konflik antar generasi yang mana ingin memberitahukan bahwa generasi sekarang bukan apa-apa dari generasi dulu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan