Mohon tunggu...
Wisata

Strategi Pengembangan Ekowisata Berbasis Taman Bunga pada Taman Bunga Nusantara Bogor

2 Mei 2016   15:43 Diperbarui: 2 Mei 2016   17:54 1738 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Strategi Pengembangan  Ekowisata Berbasis Taman Bunga pada Taman Bunga Nusantara Bogor
foto1-572712d5f096730607a6f50e.jpg

Taman Bunga Nusantara

Ekowisata menuntut persyaratan tambahan bagi pelestarian alam. Dengan demikian ekowisata adalah “Wisata alam berdampak ringan yang menyebabkan terpeliharanya spesies dan habitatnya secara langsung dengan peranannya dalam pelestarian dan atau secara tidak langsung dengan memberikan pandangan kepada masyarakat setempat, untuk membuat masyarakat setempat dapat menaruh nilai, dan melindungi wisata alam dan kehidupan lainnya sebagai sumber pendapatan (Goodwin, 1997:124)”.

Taman Bunga Nusantara telah memberikan solusi  sebagai ekowisata yang berbasis pada agrowisata dengan  pelestarian pada tanaman langka sekaligus sebagai tempat pendidikan dan wisata rekreasi untuk keluarga.  Dengan kita melihat taman sekaligus dengan bunga bunga yang mengitari didalamnya membuat mata memandang membuat hati terasa sejuk dan segar diiringi dengan hembusan angin yang membawa aroma sejuk dan aroma wangi  di kawasan ekowisata Taman Bunga Nusantara. Sehingga wisatawan yang masuk di Taman Wisata Nusantara ini untuk semua kalangan semua umur dan berbagai macam kepentingan baik untuk kelompok anak-anak karena  juga dilengkapi dengan wisata perrmainan, kalangan dewasa untuk menikmati pemandangan yang indah dan menarik maupun wisatawan khusus untuk penelitian maupun pendidikan untuk mengetahui jenis maupun masa pertumbuhan tiap jenis tanaman bunga yang ada di Taman Wisata Nusantara. Selain itu Kawasan wisata Taman Nusantara ini juga sering dipergunakan oleh fotografer amatir maupun profesional untuk mengambil gambar pernikahan maupun sebagai studio alam terbuka untuk berbagai shooting film, sinetron, dan lain – lain.

Taman Bunga  Nusantara terdapat taman taman yang tumbuh mulai dari kondisi bertunas, berakar, lalu tumbuh, berbunga dan kemudian diganti. Sirkulasi normal dari perkembangan tanaman bunga semusim di dalam taman berkisar antara dua  hingga  lima  bulan. Di dalam lahan pembibitan seluas dua hektar terdapat tanaman sejak masih berbentuk  tunas yang kelak akan dipindahkan ke lahan taman, untuk menggantikan tanam - tanaman yang sudah lebih dulu dan layu. Saat berkunjung ke Taman Bunga Nusantara, setiap pengunjung akan menyaksikan pemandangan yang selalu tampak berbeda karena sistem penggantian bunga - bungaan secara periodik tersebut.

GAMBARAN UMUM TAMAN BUNGA NUSANTARA

Taman Bunga Nusantara berlokasi di Jl. Mariwati Km. 7 Ds. Kawungluwuk, Kec. Sukaresmi, Cipanas-Cianjur, Jawa Barat. Lokasinya yang berada di Puncak Cisarua, membuat Taman Bunga Nusantara menjadi tujuan wisata yang strategis bagi masyarakat Jabodetabek dan Jawa Barat.

Taman Bunga Nusantara terletak di ketinggian 750 meter diatas permukaan laut, dengan suhu rata-rata harian 200C s.d 260C dan curah hujan mencapai 2.475,7 mm. Dengan jarak tempuh sekitar 9 km dari Jalan Raya Jakarta–Bandung, taman ini dapat dicapai dari segala arah.

peta1-57272483e4afbdfe062dae2e.jpg
peta1-57272483e4afbdfe062dae2e.jpg
Peta Lokasi Taman Bunga Nusantara

Keseluruhan luas taman adalah 35 hektar, 23 hektar diisi bunga dan berbagai pohon berbunga, 7 hektar untuk taman bermain anak ALAM IMAJINASI, 2 hektar untuk lahan pembibitan, 3 hektar untuk vila Saung Nini dan Saung Aki, sebuah restoran serta ruang pertemuan.

Taman Bunga Nusantara merupakan taman display bunga pertama di Indonesia. Taman ini dilengkapi dengan berbagai koleksi tanaman berbunga yang terkenal dan unik dari seluruh dunia. Dengan beratus varietas tanaman berbunga di taman, Taman Bunga Nusantara benar - benar menjadi tempat dimana bunga - bunga dari seluruh dunia tumbuh.  Taman Bunga ini menampilkan areal yang sangat luas bagi pertumbuhan bunga - bunga dari Amerika Selatan, Australia, Afrika serta Asia. Dimana  lahan display bedding plant Taman Bunga Nusantara seluas 50.000 m2 .

Berdasarkan dari bulan September 1995 sampai Desember 2010, Taman Bunga Nusantara telah dikunjungi oleh 5.976.403 pengunjung yang sebagian besar  wisatawan domestik sebesar 96%, wisatawan Timur Tengah 2 %, wisatawan Eropa dan Amerika 1% dan wisatawan dari kawasan Asia sebesar 1%.

Fasilitas di Taman Bunga Nusantara

a.  Rumah Kaca Gaya Belanda

Rumah Kaca Gaya Belanda ini memiliki luas 2.200 m2 dengan lebih dari 3.000 panel kaca pada struktur bangunannya yang dibangun   oleh Bosch Adeco dari Belanda. Pada bulan Desember 1994, para pelaksana pembangunan rumah kaca berkebangsaan Belanda mengerjakan konstruksi rumah kaca itu dengan bantuan para pekerja setempat. Rumah kaca dipergunakan bagi tanaman yang memerlukan perawatan khusus. Di musim kemarau, rumah kaca berfungsi sebagai tempat berteduh bagi tanaman yang tidak mampu menghadapi terik sinar matahari tropis, sedang di musim hujan, rumah kaca berfungsi sebagai tempat bernaung bagi tanaman yang tidak mampu menghadapi derasnya hujan tropis. Saat ini Rumah Kaca telah dijadikan taman indoor tropis dengan ragam tanaman yang berasal dari daerah tropis termasuk anggrek.

b. Taman Khusus

Taman Air, Taman Mawar, Taman Gaya Perancis, Taman Gaya Amerika, Taman Gaya Bali, Taman Rahasia (Labyrinth), Taman Gaya Mediterania, Taman Gaya Jepang, dan Taman Mawar.

maskot-jpg-572724b0947a611209ccc2d6.jpg
maskot-jpg-572724b0947a611209ccc2d6.jpg
Maskot Burung Angsa

c.  Danau Angsa

Danau seluas 8.000 meter persegi yang terletak di tengah-tengah taman mengelilingi sebuah amphiteater dan panggung yang dihiasi dengan bunga-bunga dalam pot gantung di atas air. Angsa putih (Cygnus olor), angsa hitam (Cygnus atratus), Angsa Leher Hitam (Cygnus melanocoriphus) serta burung air lainnya menambah keindahan danau ini. Disamping itu kami memiliki ribuan ikan dari berbagai jenis.

menara-pandang-57272036e4afbd3c072dae1c.jpg
menara-pandang-57272036e4afbd3c072dae1c.jpg
Gardu Pandang

d.  Menara Pandang

Menara Pandang yang memiliki ketinggian 28 meter untuk memanjakan para wisatawan menyaksikan keindahan taman dari ketinggian. Para pengunjung taman dapat mengambil keuntungan untuk membuat gambar yang sangat indah dari ketinggian baik untuk menikmati keindahan dan semaraknya bunga beraneka warna yang tersebar di taman. Menara Pandang yang terbagi atas empat tingkat itu memiliki lift dan tangga bagi pengunjung untuk menikmati keindahan panorama taman.

pintu-masuk-572720703597732a0e2b75e9.jpg
pintu-masuk-572720703597732a0e2b75e9.jpg
Plaza Utama Taman Bunga Nusantara

f.  Bangunan Pintu Masuk Utama / Plaza Utama

Plaza bertingkat dua memiliki luas bangunan seluas 700 meter persegi. Bangunan pintu masuk utama ini dilengkapi dengan delapan loket penjualan karcis, ruang informasi, kantor petugas keamanan, dua pintu masuk dan keluar, kafetaria, toko cinderamata, klinik P3K, toilet, serta ruang kantor pengelola Taman Bunga Nusantara.

taman-jam-taman-bunga-nusantara-5727209d169373a609b361e9.jpg
taman-jam-taman-bunga-nusantara-5727209d169373a609b361e9.jpg
Jam Taman Raksasa

g.  Jam Taman Raksasa

Jam taman berukuran besar dengan diameter 10 meter merupakan jam yang memiliki ragam keunikan. Keunikan jam ini berdentang setiap setengah jam sekali dengan lagu-lagu yang sudah dikenal masyarakat, mulai pukul 09.30 pagi sampai dengan 17.00 WIB. Jam Taman ini didesain oleh Hamana Yosuke, seorang perancang dari Jepang yang sekaligus juga perancang Taman gaya Jepang. Keindahan Jam Taman Raksasa ini memiliki keunikan tersendiri yang menarik pengunjung yang didalamnya terdapat tanaman bunga.

h.  Candi Bentar, Bale Kul Kul dan Patung Dewa Umat Hindu

Candi Bentar atau gapura pintu masuk merupakan ornament khas Taman Bali, disamping itu juga dapat ditemukan Bale Kul-Kul, Bale Bengong yang merupakan tempat-tempat yang digunakan oleh masyarakat Bali untuk kegiatan kemasyarakatan. Sementara patung-patung umat Hindu seperti patung Dewa Shiwa dan Wishnu terletak di lokasi belakang Taman Bali. Sementara patung Dewi Sri kami letakkan di depan pintu masuk sebagai penyambut datangnya para pengunjung. Para Wisatawan bisa berfoto dengan gapura arsitek Bali yang dilengkapi dengan taman bunga bunga.

i.  Nursery / Lokasi Pembibitan

Nursery yang berada di Taman Bunga Nusantara memiliki luas 2 ha dipergunakan sebagai tempat untuk merawat dan pembesaran tanaman hingga siap ditanam di lokasi display. Disamping itu nursery ini juga dipergunakan untuk lahan percobaan bagi tanaman-tanaman baru, sehingga untuk jenis tanaman bunga yang baru akan diuji coba ditempat ini dulu mulai dari tunas sampai berbentuk bunga sebagai tempat adaftasi iklim baru bagi tanaman bunga yang baru.

taman-bunga-copy-572720c4169373a609b361ec.jpg
taman-bunga-copy-572720c4169373a609b361ec.jpg
Taman Bunga Musical

j.  Air Mancur Musikal

Merupakan fasilitas terbaru di Taman Bunga Nusantara dimana ritme air yang keluar akan disesuaikan dengan ritme musik pengiringnya. Air Mancur musikal sangat menarik perhatian wisatawan karena air mancur yang ada seperti menari-nari mengikuti musik yang masuk sistem dalam jaringan teknologi yang dipasang pada air mancur ini.

k.  Aneka Topiari

Topiari Burung Merak yang terdapat di lokasi depan merupakan topiari terbesar yang ada di Taman Bunga Nusantara. Dengan luas areal + 300 M2 terdapat tanam + 20.000 tanaman untuk mengisi topiari tersebut. Disamping itu kami miliki aneka topiari lainnya seperti topiari kelinci, topiari panda, dan topiari bebek yang terletak dekat air mancur musikal.Tempat ini menjadi tempat favorit wisatawan untuk mengambil gambar karena bentuk jenis tanaman bunga yang ada membentuk hewan kelinci, panda, bebek.

karpet-572720e8af7a61650720a6d5.jpg
karpet-572720e8af7a61650720a6d5.jpg
Karpet Taman Bunga

l.  Display Karpet Bunga

Merupakan display bunga terbesar di Taman Bunga Nusantara. Taman Bunga ini menyerupai karpet besar yang berwarna warni karena didalam ditanami dengan tanaman bunga yang berwarna warni.

Harga tiket masuk Taman Bunga Nusantara

Tiket Masuk/jalan kaki (usia 4 tahun ke atas) : Rp 30.000,00

Tiket Dotto Trains (Tiket Masuk + Train) : Rp 40.000,00

Tiket Garden Tram : Rp 40.000,00

Tiket Wira Wiri : Rp 5.000,00

Tiket Rumah Kaca : Rp 2.000,00

Peta Maze Garden : Rp 1.000,00

Parkir Motor : Rp 5.000,00

Parkir Mobil : Rp 10.000,00

Parkir Minibus : Rp 15.000,00

Parkir Bus : Rp 20.000,00

TAMAN BUNGA NUSANTARA

Taman taman yang ada di Taman Nusantara adalah sebagai berikut :

taman-air-2-572724f49593730d12efe8dc.jpg
taman-air-2-572724f49593730d12efe8dc.jpg
Taman Air

a.  Taman Air

Air selama ini menjadi sumber dari kehidupan disamping menjadi kebutuhan pokok dari mahluk hidup sekaligus sumber inspirasi bagi manusia. Percikan serta pantulan dari benda yang berada di dekatnya sungguh memberikan hal yang sangat mempesona. Oleh karena itu Taman Air ini dijadikan suatu komponen pokok atau penunjang bagi terbentuknya suatu tatanan taman yang indah seperti Taman Gaya Jepang, Taman Gaya Perancis, Taman Gaya Itali dan Taman Gaya Bali. Uniknya tanaman tanaman air biasanya memiliki bentuk dan warna yang sangat memikat.

Tanaman - tanaman di sini beradaptasi terhadap lingkungannya yang berair dengan dua cara. Secara vertikal seperti bunga berwarna ungu Ini adalah Kana Air atauThalia Dealbata (talia delbata) yang merupakan tanaman asli dari Amerika Serikat bagian tenggara. Dan secara horizontal seperti Lotus atau Nelumbo Nucifera di tengah kolam. Bunga yang cantik ini berasal dari Asia Timur dan Australia bagian Timur laut. Selain itu terdapat tanaman Cyperus Papyrusterletak di bagian depan dan belakang kolam dengan batangnya yang berwarna hijau tua serta daun yang menyerupai rambut menjurai. Tanaman yang berasal dari Mesir ini digunakan oleh bangsa tersebut sebagai sumber pembuat kertas pertama di dunia sejak tahun 2750 SM.

Di sini juga terdapat Teratai Raksasa atau Victoria Amazonica yang berasal dari Amerika Selatan. Tanaman ini dapat segera dikenali melalui daunnya yang berbentuk nampan. Bunganya hanya muncul di pagi hari atau menjelang petang. Selain itu terdapat tanaman Giant Arum atau Typonodorum Lindleyanum yang dengan mudah dikenali karena bentuknya yang menyerupai pohon pisang berasal dari Amerika Selatan.

taman-mawar-5727211b177b61e0171b93e3.jpg
taman-mawar-5727211b177b61e0171b93e3.jpg
Taman Bunga Mawar

b.  Taman Mawar

Bunga Mawar berasal dari negara China. Bunga mawar biasa disebut dengan Flos Florum yang berarti bunga dari segala bunga. Bunga Mawar Di negara-asalnya China, mawar telah terkondisikan untuk beradaptasi dengan 4 iklim termasuk musim dingin atau musim salju. Pada saat musim salju secara alamiah mawar ini meluruhkan seluruh dedaunannya dan menuju periode penghentian pertumbungan atau beristirahat (dormant period). Dan kembali berkembang pada saat musim panas. Tentunya pada masa istirahat ini tanaman tersebut mempunyai kekuatan untuk memberikan keindahan bunga yang lebih baik.

Perletakan taman mawar menjadi elok dengan ditempatkan pada jalan – jalan menuju area Taman Bunga Nusantara dengan model vertikal garden.

Di Taman Bunga Nusantara tanaman ini dengan perlakuan khusus dimana  tatacara penyiraman, pemberian pupuk, dan penyiangan kami lakukan dengan seksama dan perhitungan yang matang. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga kekuatan serta keindahan dari mawar tersebut yang mana di daerah-daerah tropis bunga Mawar tidak memiliki masa dormant atau masa istirahat.

Syarat iklim yang dibutuhkan mawar untuk tumbuh baik sebagai berikut:

  • Curah hujan bagi pertumbuhanbunga mawar yang baik adalah 1500-3000 mm/tahun. Memerlukan sinar mata-hari 5-6 jam per-hari. Di daerah cukup sinar matahari, mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta ber-batang kokoh. Sinar matahari pagi lebih baik daripada sinar matahari sore, yang menyebabkan pengeringan tanaman.
  • Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh, dapat ditanam di daerah beriklim dingin/sub-tropis maupun didaerah panas/tropis. Suhu uadara sejuk 18-26 derajat C dan kelembaban 70-80%.

taman-perancis-5727214a9593738b12efe8b7.jpg
taman-perancis-5727214a9593738b12efe8b7.jpg
Taman Perancis

taman-amerika-572725248e7e61ae09a353e1.jpg
taman-amerika-572725248e7e61ae09a353e1.jpg
Taman Amerika

c.  Taman Perancis

Desain taman Perancis merupakan desain masa Renaissance dengan bentuk-bentuk geometrisnya.

Perdu Taiwan Beauty yang dipangkas rapi membingkai bunga warna-warni ini disebut parterreyang berasal dari frase bahasa Perancis, yaitu broderie de par terre atau "sulaman di atas tanah".

Gaya taman seperti ini mencapai puncak ketenarannya pada masa kekuasaan Kaisar Louis XIV di abad ke-17. Jenis tanaman hanyalah merupakan unsur kedua setelah penentuan bentuk/desain taman. Taman ini diciptakan untuk melambangkan penguasaan manusia terhadap alam. Keindahan Taman Perancis dapat Anda nikmati dari dekat maupun dari kejauhan. Untuk melihat bentuk-bentuk geometrisnya secara keseluruhan dapat dilihat di atas Menara Pandang.

maze-5727216bec967326127049ca.jpg
maze-5727216bec967326127049ca.jpg
Taman  Rahasia (Labirynth)

d.  Taman Rahasia (Labirynth)

Konsep Taman Maze atau lebih dikenal dengan nama Taman Labyrinth, Hoiuse of Daedalus, Troy of Town atau The Wall of Troy telah ada berabad-abad yang lalu. Konsep inipun merupakan suatu gagasan arsitektural yang memperlihatkan bentuk jalan berliku tak berujung yang menuju ke istana atau tempat tempat istimewa. Konsep lainnya yang sederhana dikaitkan dengan legenda Minotaur dirancang oleh Daedalus (pada masa kekuasaan Raja Minos di Mesir) yang mengambil pola atau symbol dari Coin Cretan. Koin tersebut memperlihatkan legenda Theseus sedang mencari Putri Adreane yang diculik oleh Monster Minotaur disuatu tempat dengan jalan tak berujung. Konsep inipula yang membentuk suatu citra yang sangat tinggi akan pengaruh Taman Maze di benua Eropa. Pada abad ke 16, tanaman yang membingkai Maze Garden cenderung pendek, namun setelah kaum rohaniawan dari Gereja Roma mengambil alih fungsi dari Maze Garden tersebut sebagai alat simulasi ketaatan manusia terhadap Tuhan maka tanamannya berubah menjadi tinggi.

Di Taman Bunga Nusantara ditampilkan  Maze Garden dengan pola Renaissance dengan tetap mengedepankan makna awal keberhasilan Theseus merebut Adriane di jalan tak berujung. Oleh karena itu, setelah selesai mengitari luasnya jalan tak berujung terdapat tampilkan tatanan taman dan tanaman yang indah di tengahnya sebagai suatu bentuk apresiasi atas keberhasilan wisatawan yang mengujunginya.

Wisatawan dapat melihat keunikan tatanan taman dan tanaman dengan pangkasan yang rapih serta paduan warna bunga yang indah di atas Menara Pandang.

taman-bali-572721aa359773ed0d2b75f7.jpg
taman-bali-572721aa359773ed0d2b75f7.jpg
Taman Bali

e.  Taman Bali

Taman Bali merupakan  bangunan serta bentuk kreasi dari budaya Bali yang menjadikan Taman Bali sebagai taman yang memiliki keunikan dan mudah dikenali oleh masyarakat internasional.

Di Taman Bali ini wisatawan dapat melihat keunikan bangunan, patung, dan tanaman khas Bali seperti Candi Bentar, atau Gapura Pintu Masuk, Bale Bengong, dan Bale Kul Kul. Tanaman yang mendominasi lokasi taman ini adalah bunga kamboja, bunga sepatu, aneka helikonia, serta tanaman tropis berdaun indah lainnya.

mediteran-572721d8177b6179181b93ce.jpg
mediteran-572721d8177b6179181b93ce.jpg
Taman Mediterania

f.  Taman Mediterania

Taman ini didesain untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang suatu lokasi yang berada di daerah gurun seperti yang ada di kawasan Mediterania. Secara historis negara-negara seperti Italia, Spanyol, Yunani, dan Portugis dalam mendesain tamannya lebih banyak mempergunakan tanaman yang bertoleransi tinggi terhadap cuaca kering seperti jenis kaktus (Cactaceae), dan yucca (Liliaceae). Adapun rumah khas Mediterania merupakan bentuk bangunan khas yang kami pergunakan untuk melindungi ragam kaktus yang ada di dalamnya. Dengan atap kaca, memungkinkan sekali ragam kaktus seperti Notocactus magnificus, Cephalocereus senilis, Opuntia rufida,serta Cereus hexagonus tumbuh kembang seperti di daerah asalnya. Konsep lainnya yang ingin kami tonjolkan adalah unsur-unsur lainnya seperti hamparan batu dan pasir putih yang lebih mengarah kepada keberadaan pantai Mediterania yang memiliki hamparan pasir putih yang luas.

taman-palem-572722025a7b61930758dd89.jpg
taman-palem-572722025a7b61930758dd89.jpg
Taman Palem

g.  Taman Palem

Pohon Palem telah banyak ditanam sejak masa purba, namun baru dikenal popularitasnya oleh kalangan pertamanan pada tahun 1800-an. Terdapat kurang lebih 2.800 species palem yang ada di belahan bumi yang memiliki iklim yang hangat.

Koleksi palem di sini mencapai lebih dari seratus varietas dari berbagai tempat di dunia. Beberapa palem yang memiliki keunikan khusus diantaranyaWashingtonia robusta atau Palem Kipas Meksiko yang berasal dari Meksiko. Tanaman unik lainnya adalah Screw Pine atau Pandanus utilis dari Madagascar. Tanaman ini dapat dengan mudah dikenali melalui batang dan daunnya yang melingkar-lingkar. Di Afrika, daun tanaman ini dibuat topi dan keranjang. Palem lain yang tak kalah cantiknya adalah Palem Alexandra atau Archontophoenix alexandraedari Queensland-Australia. Palem raksasa yang berada di jalur menuju ke Rumah Kaca adalah Cuban Royal Palm atau Roystonea regiaberasal dari Kuba. Palem lainnya yang tak kalah menarik adalah Palem Botol atau Hyphorbe leganicaulis, Palem Jelly atau Butia capitata, Palem Phoenix atau Phoenix roebelinii.

taman-jepang-572722232f977350076cd0e1.jpg
taman-jepang-572722232f977350076cd0e1.jpg
Taman Jepang

h.  Taman Gaya Jepang

Terbentuknya Taman Gaya Jepang tidak terlepas dari rangkuman sejarah masa lalu bangsa tersebut dimana pada abad pertengahan di Jepang sering terjadi perpecahan antara suatu suku dengan suku lainnya. Untuk menghindari hal tersebut pimpinan dari masing-masing suku membuat suatu tempat berlindung yang dapat melindungi keluarganya dari serangan musuh. Untuk lebih menyamankan lokasi tersebut mereka membuat suatu taman sederhana dengan mengedepankan unsur-unsur alam sebagai konsepnya. Pada Taman Jepang wisatawan dibawa kesuasana seperti di negara Jepang karena hampir semua jenis dan fasilitas pendukungnya menyerupai seperti dinegaranya.

rumah-kaca-572722402f977370076cd0ee.jpg
rumah-kaca-572722402f977370076cd0ee.jpg
Rumah Kaca

i.  Rumah Kaca

Rumah Kaca adalah tempat untuk mengatur sistim pengaturan suhu, kelembaban, dan intesitas cahaya sudah merupakan suatu paket. Sistem atau perangkat tersebut dapat digerakan secara otomatis maupun secara manual sesuai dengan kebutuhan.

Adapun bunga bunga yang mengisi Rumah Kaca yang memiliki luas 2.000 m2 dan 3.000 panel kaca ini adalah bunga-bunga yang tidak bisa bertoleransi dengan iklim yang ekstrem seperti derasnya air hujan dan teriknya sinar matahari. Di dalam Rumah Kaca ini terdapat bermacam macam jenis tanaman bunga yang disesuaikan dengan kondisi iklim pertumbuhan dari tanaman bunga tersebut.

Taman Bunga Nusantara sangat menginpirasi bagi pengembangan ekowisata yang berbasis taman bunga. Hal ini bisa dikembangankan pada obyek wisata  perkotaan maupun taman – taman yang ada di wilayah perkotaan dengan jenis dan perawatannya sesuai dengan kondisi iklim daerah tersebut.  Hal ini akan mendorong untuk pelestarian taman taman bunga yang saat ini sulit sekali ditemui sesuai dengan perkembangan perkotaan, sehingga semakin banyak taman – taman bunga diwilayah perkotaan akan semakin jelas pembangunan pariwisata bagi kota yang menganut sistem kota Taman sehingga masyarakat akan menikmatinya sebagai paru-paru kota sekaligus sebagai ekowisata untuk pendidikan akan jenis jenis tanaman bunga yang bisa dikembangkan dan pelestarian dari tanaman bunga itu sendiri.

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan taman bunga ini adalah :

  • Menyediakan fasilitas dan sarana untuk penelitian, pendidikan, dan meningkatkan kreatifitas masyarakat.
  • Membantu meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi, pendapatan daerah dan masyarakat khususnya petani bunga.
  • Melestarikan tanaman langka dan wawasan lingkungan hidup.
  • Lapangan kerja masyarakat sekitar.
  • Meningkatkan cinta masyarakat akan bunga sebagai sumber pendapatan dan kesejahteraan.
  • Menyediakan tempat rekreasi yang sehat bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
VIDEO PILIHAN