Mohon tunggu...
Rahman Wahid
Rahman Wahid Mohon Tunggu... Guru - Mahasiswa

Menggapai cita dan melampauinya

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Babad Ikhwan Mistis: Mengharu Biru bersama Kesedihan Baru

10 Juli 2020   07:57 Diperbarui: 10 Juli 2020   07:55 214
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber foto: Pixabay/Photos_kast

"Biasa De"

"Biasa gimana?" Dede heran.

"Ah lu juga tau masalah apa kan?"

Dede sebetulnya sudah tau masalah yang dikeluhkan oleh Izal, hanya saja demi menjaga perasaan, Dede mencoba bertindak dengan etis dan berwibawa.

"Masalah keluarga?"

"Bukan De"

"Masalah ekonomi?"

"Itumah kan dari dulu sih De"

"Masalah kuliah?"

"Kalo itu nggak gua anggap masalah?"

"Ee ee ee hmm" Suara Dede tertahan sejenak "Soal akhwat?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun