Mohon tunggu...
Rahel Simbolon
Rahel Simbolon Mohon Tunggu... Pustakawan - Mahasiswa

renang

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Strategi Perusahaan Pasar Monopolistik dan Strategi Perusahaan Pasar Oligopoli

2 Desember 2022   12:18 Diperbarui: 2 Desember 2022   14:04 368
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pada bidang ilmu ekonomi, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah struktur pasar yang dapat mempengaruhi tingkah laku dan kinerja perusahaan lingkup pasar, seperti banyak perusahaan, skala hasil produksi, jenis produksi, dan keuntungan yang di terima, dan sebagainya. Struktur pasar pada suatu negara dapat dimulai dari struktur pasar persaingan sempurna sampai struktur pasar persaingan tidak sempurna. Berikut akan di jelaskan dua jenis pasar yang memiliki karekteristiknya masing-masing dan bagaimana strategi mereka untuk memenuhi tujuan mereka di setiap perusahaan.

PASAR MONOPOLISTIK

Pasar Monopilistik merupakan bentuk pasar yang mana di dalamnya ada banyak produsen dari perusahaan yang menghasilkan produk-produk serupa namun tidak sama sepenuhnya. Dalam pasar ini, produsen memiliki kemampuan yang sangat berpengaruh pada harga meskipun tidak sebesar produsen dari pasar lainnya. Memiliki sifat asal dari suatu barang yang dihasilkan kemampuan ini akan terus berkembang. Struktur pasar hampir sama dengan pasar persaingan sempurna. produk yang di hasilkan tidak homogen, melainkan terdiferensiansi namun perbedaannya tidak terlalu terlihat. Dalam hal ini dapat mendorong sebuah perusahaan untuk melakukan persaingan non harga. Meskipun hal itu terjadi output yang hadir sangat mungkin untuk saling substitusi.

Karakteristik Pasar Monopolistik

a. Produk Diferensiasi

Artinya konsumen dapat membedakan produk dengan melihat siapa yang memproduksinya. Prooduk tersebut dapat dibedakan dari kualitas, model, bentuk kemasan, warna,  merek dan layanannya. Konsumen dapat melihat perbedaan produk tertentu yang disukai dari produk perusahaan lainnya yang kemungkinan memiliki banyak persamaan. Hal ini menyebabkan perusahaan memiliki daya monopolistik meski terbatas.

b. Jumlah Perusahaan Banyak Dalam Industri

Salah satu contoh saat ini bisa dilihat bahwa begitu banyak merek tas dan kacamata. Keputusan perusahaan dalam membuat harga dan output tidak wajib memperhitungkan reaksi perusahaan lain dalam industri, sebab setiap perusahaan mempunyai kurva permintaan masing-masing saat memproduksi suatu barang.

c. Bebas Masuk dan Keluar dari Pasar

Keuntungan atau laba pada angka normal akan mendorong perusahaan baru muncul dan memasuki dunia industri. Bagi perusahaan yang baru bila tidak mampu bersaing maka lebih baik untuk keluar dari dunia tersebut agar kerugian tidak menjadi lebih besar.

Pasar Monopolistik Dan Efisiensi Ekonomi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun