Ns.Rahayu Setiawati Damanik, S.Kep, M.S.M
Ns.Rahayu Setiawati Damanik, S.Kep, M.S.M Penulis buku & Wirausaha

1. Do your best and God will do the rest (Lakukan yang terbaik apa yang menjadi bagianmu dan biarkan Tuhan menentukan hasilnya) 2. Penulis lahir di Kabanjahe Sumatera Utara pada tanggal 15 Juni 1983. Menyelesaikan Pendidikan Sarjana Keperawatan di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia dan Pasca Sarjana Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Penulis buku “Sakitnya Membuka Usaha Penitipan Anak” dan “Lepas dari Krisis Asisten Rumah Tangga”. Sejak Tahun 2013 hingga kini mengelola usaha day care (penitipan anak) “Happy Day Care”. Sering menulis artikel mengenai keluarga, pernikahan, perempuan, dan anak-anak. 3. Kini mengelola usaha Daycare dan Homeschooling DeanMores di Jatibening Bekasi 4. Percaya bahwa keluarga adalah kekuatan suatu bangsa. Keluarga yang teguh akan membangun bangsa yang kokoh. 5. Best in Specific Interest Kompasianival 2016 6. Tulisan lainnya bisa dibuka di www.rahayudamanik.com, www.rahayudamanik-inlove.com, dan www.rahayudamanik-children.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Potret Kepedulian SOS Children’s Villages & Seorang Gadis Kecil terhadap Anak-anak di Dunia

8 April 2016   11:08 Diperbarui: 8 April 2016   11:37 151 7 4

[caption caption="Anak-anak adalah pemimpin dunia di masa yang akan datang (hurduu.com)"][/caption]Anak merupakan aset berharga bukan hanya bagi suatau bangsa namun juga dunia. Anak-anaklah kelak yang menentukan ke mana tujuan suatu bangsa yang artinya akan memengaruhi kualitas masa depan dunia. Meskipun anak sungguh generasi yang demikian berharga, sayangnya banyak di antara mereka yang terlantar dan tidak merasakan kehangatan dan kasih sayang keluarga.

Bila pewaris masa depan ini tidak merasakan kasih sayang bagaimana mungkin mereka bertumbuh menjadi menjadi seorang yang berkepribadian elok dan menjadi pemimpin yang peduli? Meskipun demikian, tidak banyak yang mau peduli kepada anak-anak terlantar dan tanpa kasih sayang karena lebih memilih untuk memedulikan kepentingan pribadinya sendiri.

Demi memberi perhatian bagi anak-anak di dunia lahirlah SOS Children’s Villages yang merupakan organisasi sosial nirlaba non-pemerintah yang ingin terus berkontribusi aktif memberikan dukungan demi pemenuhan kebutuhan anak akan kasih sayang di dalam rumah dan keluarga. SOS Children’s Villages pertama kali didirikan oleh seorang mahasiswa kedokteran bernama Hermann Gmeiner yang hatinya tersentuh melihat begitu banyak anak terlantar akibat kehilangan orang tua dan kemiskinan karena Perang Dunia kedua.

Hermann Gmeiner percaya hanya keluarga dan komunitaslah yang mempu mengembalikan kebahagiaan dan keceriaan anak-anak sehingga mampu bertumbuh dengan baik. Konsep tersebutlah yang mendasari SOS Children’s Villages membentuk keluarga pengganti bagi anak-anak yang telah kehilangan pengasuhan karena orang tua meninggal dunia, miskin, atau penyebab lain. Keluarga pengganti yang dibentuk SOS Children’s Villages  ini terdiri dari sosok ibu, adik, dan kakak yang hidup dalam rumah keluarga pada lingkungan masyarakat yang supportif.

Keluarga baru diciptakan agar anak bisa menikmati perasaan dilindungi, diterima,  serta menjadi bagian keluarga. Melalui keluarga yang dibentuk SOS Children’s Villages inilah anak dididik menjadi seorang pribadi yang bertanggung jawab, mampu menjalin hubungan sosial yang positif dengan orang lain, membangun kepercayaan diri, dan mengenal serta mengasah bakatnya. Bukan hanya kebutuhan akan keluarga yang dibangun oleh SOS Children’s Villages kepada anak-anak yang kurang beruntung dan tanpa orang tua tersebut, namun juga memenuhi kebutuhan pangan, kesehatan, dan pendidikan anak.

Organisasi SOS Children’s Villages yang tersebar di 134 negara termasuk Indonesia yang terus membangun generasi cerdas dan memiliki kepribadian mulia ini tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit dalam mewujudkan visinya. Berbagai upaya dilakukan demi menggalang dana supaya anak-anak yang tumbuh dalam pengasuhan SOS Children’s Villages terus bisa berkembang dengan baik.

Suatu hal yang sangat mulia ternyata apa yang menjadi beban SOS Children’s Villages juga mampu menyentuh hati seorang gadis kecil bernama Capri Everitt yang masih berusia 11 tahun. Tampaknya orang tua Capri Everitt mampu menumbuhkan sikap kepedulian sosial di dalam diri seorang Capri Everitt. Bukanlah perkara yang mudah membentuk jiwa sosial anak namun inilah fakta yang kita temukan di dalam diri seorang anak kecil yang tergerak hatinya menggalang dana untuk dikelola oleh SOS Children’s Villages demi kesejahteraan anak-anak kurang beruntung di berbagai belahan dunia.

[caption caption="Capri Everitt menyanyikan lagu Indonesia Raya (dokpri Rahayu)"]

[/caption]Untuk menggalang dana tersebut, gadis ini ditemani kedua orang tua dan adiknya yang berusia 9 tahun keliling dunia menanyikan lagu kebangsaan di 80 negara. Capri Everitt pun menjadi duta SOS Children’s Villages yang ingin memberikan kontribusi demi dunia yang lebih baik melalui talentanya dalam bernyanyi. Capri Everitt sangat bahagia karena bisa membantu anak-anak kurang beruntung demi mendapatkan kasih sayang melalui SOS Children’s Villages di banyak negara.

Mengapa Capri Everitt memyanyikan lagu kebangsaan 80 negara? Mengapa tidak menyanyikan lagu pop terkenal saja? Capri Everitt ingin membangun chemistry dengan semua anak di dunia melalui lagu kebangsaan negera mereka. Selain itu, lagu pop terkenal belum tentu bisa dimengeri dan dinyanyikan oleh anak kecil. Tidak demikian dengan lagu kebangsaan, pastilah anak-anak bisa menyanyikan lagu kebangsaan mereka sendiri.

Akhirnya pada hari Minggu tanggal 3 April 2016, Capri Everitt asal Kanada tampil di acara Car Free Day Jakarta area Thamrin bersama paduan suara anak SOS Children’s Village Jakarta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan lancar dan hikmat. Indonesia merupakan negara ke-37 yang telah dia kunjungi berarti ada sekitar 43 negara lagi yang harus Capri datangi.

National Director SOS Children’s Villages Indonesia Bapak Gregor Hadi Nitihardjo mengaku sangat bahagia atas inisiatif Capri Everitt sendiri dalam membantu anak-anak di dunia. SOS Children’s Villages juga didukung oleh berbagai media termasuk Kompasiana. Komunitas Sahabat Anak Negeri yang didirikan oleh selebriti Teuku Zacky, Dira Sugandi, Shanty, Widi Mulya dan Rebecca Reijman turut berpartisipasi demi kelancaran acara.

[caption caption="Komunitas Sahabat Anak Negeri dan komunitas untuk Papua (dokpri Rahayu)"]

[/caption]Kegiatan Capri saat Car Free Day dimeriahkan oleh Lampu Percussion  yang merupakan kelompok perkusi yang beranggotakan anak-anak remaja SOS Children’s Village Jakarta. Selain itu ada juga anak-anak yang tergabung dalam paduan suara SOS Children Village Jakarta, kelompok musik Taman Surapati Chamber, dan Komunitas untuk Papua.

 

[caption caption="Lampu Perkusi (dokpri Rahayu)"]

[/caption]

[caption caption="Kelompok Musik Taman Surapati Chamber (dokpri Rahayu)"]

[/caption]

 

Demikianlah ulasan saya, bila Bapak Ibu ingin memberikan dukungan dana dan moral bisa membuka website SOS Children’s Village.

 

Salam,

Rahayu Damanik