Mohon tunggu...
Sehatdangaya

Memutus Mata Rantai Sampah Plastik, Mulai dari Mana?

10 Mei 2019   22:21 Diperbarui: 10 Mei 2019   22:34 0 2 2 Mohon Tunggu...
Memutus Mata Rantai Sampah Plastik, Mulai dari Mana?
Pixabay.com/Hans

Sampah plastik merupakan permasalahan besar yang terus mengintai umat manusia. Tingginya konsumsi masyarakat menyebabkan jumlah sampah plastik terus meningkat. Jika dibiarkan terus, sampah plastik ini akan membahayakan bagi kesehatan manusia dan alam. Bahkan di laut Indonesia sendiri, ada 1.29 juta metrik ton sampah plastik. Mengerikan!

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, tidak salahnya kita jadikan Bulan Ramadhan ini sebagai momentum perubahan kita ke arah yang lebih baik, salah satunya dalam mengurangi sampah plastik. Perubahan diawali dari kita sendiri. Saatnya kita kurangi plastik, agar alam bersahabat dengan kita. Lalu, apa saja yanng bisa kita lakukan untuk memutus mata rantai sampah plastik?

1. Saat berburu makanan untuk buka puasa tidak salahnya untuk membawa wadah dari rumah

Saat sore hari datang, para penjual makanan untuk berbuka puasa bertebaran. Mereka menjajakan beragam olahan makanan dan minuman yang bisa disantap saat berbuka puasa. Kita bisa lihat, hampir semua minuman dan makanan yang mereka jajakan menggunakan plastik.

Jika 1 orang beli sop buah, dia akan dikasih cup plastik, sendok plastik, sedotan plasting, dan kantong keresek, sudah ada 4 buah sampah plastik. Kita ambil contoh kecil lain, bayangkan bila 1 orang umat muslim di Indonesia membeli minuman atau makanan dan memakai 1 plastik, ada berapa banyak sampah plastik dalam sehari yang dibuang? Banyak bukan? Jadi, alangkah lebih baik jika kita membawa wadah dari rumah. 

2. Belanja kebutuhan sehari-hari bawa kantong sendiri

Tidak dipungkiri, setiap tahun saat bulan puasa pasar, minimarket, dan pusat perbelanjaan akan ramai pengunjung. Nilai konsumsi masyarakat akan meningkat. Syukur-syukur di beberapa toko atau minimarket sudah tidak menyediakan kantong plastik, sehingga sampah plastik berkurang. Tapi di Indonesia sendiri masih banyak toko atau minimarket yang menyediakan kantong plastik.

Pagi-pagi saja pasar sudah ramai dengan emak-emak yang ingin berburu sayuran untuk berbuka dan sahur. Hal ini tentu menyebabkan jumlah sampah plastik akan meningkat, bukan? Apa salahnya kita bawa goody bag, keranjang belanja, atau kantong belanja sendiri dari rumah? Mungkin di awal akan terkesan ribet tapi percayalah jika sudah terbiasa kita akan nyaman melakukannya.

3. Mau belanja baju lebaran? jangan sampe pake kantong plastik

Berburu baju lebaran, adalah salah satu tradisi saat bulan puasa datang.  Di beberapa toko, butik ataupun pusat perbelanjaan sudah menggunakan kantong dengan bahan dasar kertas. Tapi masih ada juga yang menggunakan kantong plastik untuk membungkus baju baru. Tidak salahnya, mulai tahun ini kita jaga-jaga dari rumah bawa kantong sendiri untuk membungkus baju baru. Jadi saat di kasir tiba, kita bisa katakan 'Jangan pakai kantong plastik, saya sudah bawa kantong sendiri' Wih jadi pahlawan lingkungan nih.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x