Mohon tunggu...
Ganendra X
Ganendra X Mohon Tunggu... Jakarta Worker

Suka nulis, fotografi, ngevlog - email: masrahab@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Mau Lebih Mudah Gotong Royong untuk Sehat Bersama ? Mainkan Jarimu!

1 Oktober 2017   22:04 Diperbarui: 1 Oktober 2017   22:57 0 6 4 Mohon Tunggu...
Mau Lebih Mudah Gotong Royong untuk Sehat Bersama ? Mainkan Jarimu!
MobileJKN Apps. (Foto Ganendra)

Kemajuan teknologi digital memang selayaknya harus digunakan sebaik-baiknya.Termasuk di bidang layanan kesehatan. Satu langkah maju dilakukan BPJS Kesehatan. Sebagai unsur yang berbasis layanan, BPJS Kesehatan mau tak mau mesti meningkatkan metode layanan lebih baik. Dan demi memperluas cakupan kepesertaan JKN-KIS, BPJS Kesehatan menghadirkan Mobile JKN Apps. Aplikasi untuk kemudahan mengakses BPJS Kesehatan hanya dengan jari!

Ilustrasi. Sumber: www.bpjs-kesehatan.go.id
Ilustrasi. Sumber: www.bpjs-kesehatan.go.id

Ketika mendengar tentang BPJS Kesehatan, Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), tak lepas dari soal layanan. Berbasis layanan itu terkait dengan kepuasan peserta. Dan pemandangan yang nampak di fasilitas kesehatan (faskes) salah satunya adalah antrean, ketidak pastian layanan. Sebenarnya itu  jamak terjadi di sudut-sudut layanan di masyarakat kita, bukan hanya layanan peserta. Dan gebrakan dari BPJS Kesehatan  untuk memberikan kepastian layanan pun dilakukan.

Menarik data dari BPJS Kesehatan yang disampaikan  Bpk Gunadi, selaku Deputi Direksi Bidang Operasional Teknologi dan Informasi BPJS Kesehatan. Ia buka kartu tentang evaluasi yang dilakukan BPJS Kesehatan terkait salah satu indikator yaitu customer survey indeks yang dilakukan BPJS Kesehatan. Yang mana itu merupakan latar belakang dari dihadirkannya aplikasi kesehatan. 

Fakta bahwa pencapaian BPJS Kesehatan di sisi peserta dan faskes belum sesuai target, menjadi catatan tersendiri. Data BPJS Kesehatan 2016 seperti dijelaskan Bpk Gunadi menyebutkan bahwa BPJS Kesehatan mematok target 79% untuk peserta. Dari target tersebut tercapai 78,6%. Sementara untuk faskes, pada 2016 ditargetkan 77%. Dan yang tercapai 76.7%. Artinya target yang dipatok belum tercapai. Dan ini menjadi catatan BPJS untuk melakukan pengembangan sarana layanan.  Inovasi dengan membuat satu sistem yang dapat mendukung pencapaian target. 

"Teknologi harus bisa mensuport itu semua, yang akhirnya membuat suatu system untuk mendukung pencapaian tadi. Lalu hadirlah aplikasi MobileJKN," kata Gunadi di di Sinau Kaffe Hausen & Eatery di kawasan  Blok M, Jakarta Selatan, senin (25/9/2017) yang lalu.

Hadirnya Mobile JKN Apps ini sangat memudahkan akses beragam pelayanan. Semua hal terkait layanan kesehatan kepersertaan BPJS Kesehatan bisa diakses melalui gadget. Tinggal unduh dan install aplikasi ini, maka akses kesehatan bisa dilakukan hanya dengan melalui jari kita alias operasi aplikasi. 

Aktifkan Jari Anda untuk Mengakses Kesehatan  

Hadirnya Mobile JKN Apps mengubah system akses kesehatan menjadi lebih kekinian. Artinya bisa lebih mudah, cepat, ga perlu ribet. Kemudahan itu memang seyogyanya dihadirkan untuk peserta BPJS Kesehatan. Dampaknya tentu positif, misalnya dapat semakin menjangkau lebih banyak peserta karena kemudahan dalam mengaksesnya. Juga bisa lebih menampung 'aware' masyarakat dengan layanan yang memudahkan.

Tentu jika peserta puas, maka akan disiplin dan rajin membayar kewajiban iurannya. Ini bagus seiring konsep gotong royong untuk sehat. Dana bisa untuk saling subdisdi. Peserta JKN KIS yang sudah mencapai 181.701.561 jiwa (data hingga 15 September 2017), pun potensial makin bertambah. Dampaknya konsep "Sehat Bersama" ini akan terjaga keberlanjutannya dan semakin bermanfaat buat banyak orang.

Lalu kemudahan apa saja dengan MobileJKN Apps?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x