Mohon tunggu...
Ganendra X
Ganendra X Mohon Tunggu... Jakarta Worker

Suka nulis, fotografi, ngevlog - email: masrahab@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Artikel Utama

[Foto Eksklusif] Akhir Kisah Lembah Hitam Kalijodo

29 Februari 2016   16:36 Diperbarui: 31 Desember 2016   02:24 0 23 25 Mohon Tunggu...

[caption caption="Bangunan di Kalijodo digusur. (foto Ganendra)"][/caption]KALIJODO. Konon, dahulu pada era 1950-an tercatat dalam sejarahnya dikenal sebagai tempat orang mencari pasangan di pinggiran kali. Lalu populer dengan predikat prostitusi namun berdiri di lahan milik negara. Hingga kemudian Pemprov DKI Jakarta, melalui Gubernurnya Basuki Tjahaya Purnama/ Ahok mengeluarkan kebijakan menggusur kawasan di pinggiran kali perbatasan Jakarta Barat dan Utara itu untuk diubah menjadi ruang terbuka hijau. Lembah hitam itu diperuntukkan menjadi ‘lembah hijau’.

Senin (29/2/2016) pagi, alat-alat berat menunaikan tugasnya menggempur bangunan permanen dan semi permanen yang mayoritas telah ditinggalkan pemiliknya. Sejak 07.30 wib, kawasan di pinggiran kali yang diapit Kali Angke dan Sungai Banjir Kanal, itu sudah ‘digarap’ sepuluh alat berat. Penggarapan dilakukan dengan cepat meski hujan sempat mengguyur sebentar. Sejumlah aparat dari Satpol PP, TNI, Kepolisian, nampak disiagakan penuh.

Target sehari yang dicanangkan untuk meratakan kawasan yang dikenal sebagai tempat pelacuran kumuh lebih dari setengah abad itu, terlaksana. Hingga siang hari, bangunan yang berjajar itu telah roboh. Puing-puing berserakan. Tak nampak batang hidung ‘preman-preman’ yang pernah santer dikabarkan akan melakukan perlawanan. Warga yang sebagian besar sudah pulkam maupun pindah ke rumah susun sewa (rusunawa) membuat eksekusi berjalan lancar. Di tengah ribuan warga yang menonton kawasan Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Jakarta Utara itu, rata dan tenggelam meninggalkan sejarah hitamnya.

[caption caption="Bangunan permanen dirobohkan. (foto Ganendra)"]

[/caption]

[caption caption="Kalijodo. (Foto Ganendra)"]

[/caption]

Sejarah hitam, penggusuran santer dikaitkan dengan lokalisasi kelas menengah ke bawah, sementara Pemprov DKI Jakarta mengaitkannya dengan lokasi milik negara dan akan dibangunnya ruang terbuka hijau.

Sejarah hitam dengan bisnis esek-esek yang menggeliat sejak lama. Bahkan disebut-sebut sebagai tempat prostitusi tertua di Jakarta. Namanya tak segemerlap Gang Dolly yang lebih dulu karam. Namun Kalijodo melahirkan nama-nama dan catatan kelam di dunia kriminal. Mulai dari Udin Gondrong sampai Daeng Aziz yang mengukir nama ‘penguasa’.

Dan tercatat di penghujung Februari tahun Kabisat ini, Kalijodo tinggal menyisakan namanya. Kehidupan muram masa lalu yang telah berlangsung puluhan tahun akan tenggelam dan berganti. Senjakala Kalijodo sudah di pelupuk. Gemerlap lampu diskotik akan berganti dengan lampu-lampu taman di bawah kerlip bintang. Gebyar musik akan berganti dengan nyanyian binatang malam di pinggiran kali. Panas siang hari akan menjadi teduh dengan pepohonan rindang nan hijau. Dan anak-anak yang dulu berlarian diantara gang-gang sempit kala sore hari berganti dengan suasana baru di rusunawa ataupun di tanah kelahiran. Harapannya para warga dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik dapat terwujud. Menanti matahari Maret 2016 esok, semoga semua yang baru dan lebih baik, akan dimulai. Bagaimana pun hidup harus terus dijalani dalam berbagai kondisi.

@rahabganendra

[caption caption="Hajarrr. (Foto Ganendra)"]

[/caption]

[caption caption="Bangunan di Kalijodo digusur. (foto Ganendra)"]

[/caption]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x