Ganendra
Ganendra Jakarta Worker

demen melekan - suka ngeVlog

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Tips & Trik Mengemudi ala Datsun Risers Expedition Kalimantan

18 Januari 2016   16:32 Diperbarui: 18 Januari 2016   16:41 305 3 2

 [caption caption="Para Risers di DRE Kalimantan. (foto Kang Arul)"][/caption]

“Awas ada baboon hijau melaju kencang dari arah berlawanan, Riser 5 hati-hati.”

“Ada cacing mabok di belakang Riser 3, kasih jalan.”

“Awas dua ayam melaju kencang. Kiri jalan berlubang. Hati-hati.”

SUARA brek-brek-an, itu adalah kesibukan komunikasi para riser di ajang Datsun Risers Expedition yang menjelajahi Kalimantan, mulai dari Balikpapan, Samarinda, Sangatta, hingga Berau. Alat komunikasi yang terhubung di mobil Datsun Go+Panca yang turut dalam ajang menempuh jarak 3000 km Datsun Indonesia di Kalimantan.

 “Baboon, cacing dan ayam” adalah kode sebutan untuk truk, sepeda motor dan mobil. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi kondisi trafik lalu lintas bagi riser yang berada dalam konvoi. Info yang sangat bermanfaat bagi riser untuk ‘menyalib’ maupun mengetahui kondisi jalan di depannya. Dan tentu sebagai sarana berkomunikasi ‘menghibur’ dengan canda dan tawa melepas penat di sepanjang perjalanan.

Model konvoi mobil Datsun Go+Panca transmisi manual menjelajahi jalanan kota dan hutan, khususnya pada Senin (11/1/2016) dan Selasa (12/1/2016). Medan jalan pun beragam. Mayoritas melalui hutan belantara. Berpuluh-puluh jam dihabiskan untuk menggeber Datsun dengan bergantian mengemudi. Ketangguhan Datsun teruji di segala medan yang ada. Perform ciamik Datsun tak lepas dari unsur para riser, sang pengemudinya.

[caption caption="Eka action nyetir di hari kedua. (Istimewa)"]

[/caption]

Mengemudi bukan saja faktor cara menjalankan kendaraan/ mobil namun adalah bagaimana menguasai mobil dan mengendalikannya dengan baik, memaksimalkan performa mobil dan meminimalisir tingkat resiko oleh penggendalian yang kurang tepat. Kondisi jalan yang beragam membutuhkan antisipasi dan perlakuan mengemudi yang tentu berbeda. Bagaimana saat melintasi jalanan yang penuh lubang, turunan, tanjakan, jalanan berpasir, jalanan mulus, pengereman, main kopling untuk mobil manual dan banyak lagi.

Datsun Risers Expedition Kalimantan etape 1 yang menjelajahi Kalimantan, khususnya Balikpapan, Samarinda, Sangatta, dan Berau yang aku ikuti mempunyai medan yang beragam. Melintasi hutan dengan kondisi jalanan berliku, tanjakan, turunan bervariasi dengan tikungan tajam dan tanpa penerangan jalan kala malam hari.

Aku, pribadi banyak memperoleh pengalaman mengemudi di jalanan Kalimantan ini. Menggunakan transmisi manual Datsun Go+Panca yang bermuatan 3 orang/ se-tim. Bagaimana cara yang benar dan tepat pengereman, melintasi pasir berkerikil, melintasi lubang yang tak bisa dihindari dan kondisi lainnya. Tentu pengalaman itu tak lepas dari tips & trik yang disampaikan oleh Aris F Harvenda dari kompas.com Otomotif sesaat sebelum mengemudikan Datsun menjelajah Kalimantan. Mas Aris yang akrab disapa Aris Jambul ini, memandang penting mengemudi pada soal cara pengereman di situasi naas. Misalnya ban pecah, pengereman mendadak dan lain-lain. Maklum saja medan yang berliku, penuh tanjakan dan turunan membutuhkan skill pengereman. Lalu  bagaimana cara pengereman saat ban pecah, kempes? Juga bagaimana cara menyalib dengan aman.

[caption caption="Datsun Risers Expedition Kalimantan. (Ganendra)"]

[/caption]

Perhitungkan Waktu Menyalip

Mendahului kendaraan lain, terutama menemui kendaraan berat truk, tangki dan semacamnya yang berjalan lambat perlu perhitungan waktu yang tepat. Misalkan ada truk container yang panjang tentu berbeda antisipasi menyalib aman disbanding mobil pribadi. 2-3 mobil Datsun setara dengan panjang satu container. Tergantung kecepatan yang dicapai untuk bisa melewati satu container berapa waktunya. Namun karena mobil konvoi tentu tidak mengambil kecepatan yang tinggi. Saat aku mengemudi di hari pertama, Senin 11 Januari 2016, kecepatan yang bisa kupacu dalam konvoi rata-rata berkisar 70-80 km/j. Apalagi ada komando dari mobil Road Captain (RC) yang memberitahu kondisi, aman gak untuk menyalib kendaraan di depannya. 

[caption caption="On the track. (Ganendra)"]

[/caption]

Tetap Fokus Saat Pengereman Mendadak

Pengeremaman mendadak kecenderungannya 80% ban akan mengunci/ lock. Mengerem brake depan mendadak, kaget atau apa, ada hewan ataupun orang yang mendadak lewat misalnya, lalu ban mengunci, gak usah panik.

“Begitu rem diinjek ada decitan bunyi, langsung lepas pedal rem, lalu direm lagi. Rem dipompa. itu cara kerja ABS (Anti-lock Braking System) tapi ini manual pake kaki, bukan elektrik,” Jelas Mas Aris.

Pentingnya adalah style menekan rem secara periodic. Tek tek tek… maka periodik nguncinya. Menurut Aris model ini lebih pakem pengeremannya.

Jangan Pernah Lepas Setir Kemudi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3