Ganendra
Ganendra Jakarta Worker

demen melekan - suka ngeVlog

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Tren Perbankan Kekinian Itu Namanya: BII MayBank2u Apps

5 Oktober 2015   16:09 Diperbarui: 6 Oktober 2015   21:39 178 0 0

Keterangan foto: Jajaran BII bersama hadir acara peluncuran BIIMayBankU2 pada 14 September 2015 di Midtown Cafe Jakarta. (foto gananedra)

RITME kehidupan jaman kekinian identik dengan simple, cepat, efesien, efektif. Karakter kekinian itu merambah ke berbagai lapisan sedimen sendi-sendi keseharian aktivitas kita. Tak terkecuali persoalan perbankan. Bagaimana dalam ritme dunia kerja yang super sibuk diantara waktu 8 jam kerja, kita tetap dapat survive memenuhi segala bertransaksi sebagai kebutuhan dan bahkan sudah menjalar ke gaya hidup. Terbayang gak sih, saat waktu banyak tersita kerja, khususnya orang-orang perkantoran yang singkat waktu luangnya, namun dapat melakukan aktivitas perbankan yang simple, cepat, efesien, efektif? Dimana saja dan kapan saja?

Tantangan gerak laju antara pemenuhan masyarakat akan dunia perbankan yang mengakomodir kondisi dan situasi yang semakin komplek. Gaya hidup yang semakin diperhitungkan dan diperhatikan oleh setiap orang, menjadi sebuah tantangan dunia perbankan untuk memenuhinya. Jika teknologi perbankan tidak mampu mengakomodirnya, tentu akan ditinggalkan banyak orang.

Dulu seringkali urusan perbankan, kita datang ke bank. Kalau nggak ke bank pusat yaaa, ke bank cabang yang terdekat. Antrian nasabah sudah menjadi hal biasa. Nah menjadi repot, kala kita perlu segera bertransaksi, taruhlah karena waktu yang sedikit karena harus kerja dan lain-lain. Apalagi bank buka khan sama dengan jam orang kantoran. Jadi gak praktis dan efesien banget khan. Lalu model datang ke bank, berkembang ke model ATM. Lebih simple sih, karena bisa dilakukan di luar jam kerja. Cuman tentunya kita harus datang ke ATM Bank terdekat. butuh waktu. Nah, lalu berkembang ke mobile banking baik itui SMS banking melalui Ponsel maupun internet banking. Internet banking biasanya dilakukan melalui membuka website ‘www’ bank bersangkutan. Model ini lebih simple, karena bisa dilakukan kapan pun dan dimanapun.

Cuman lagi-lagi, generasi ‘kekinian’ yang lahir lebih muda sudah banyak yang gak familiar dengan model website alias yang pake ‘www’. Mereka lebih mahir menggunakan smartphone dengan aplikasi. Benar adanya, teknologo perbankan bukan hanya berinovasi demi kebutuhan nasabahnya soal bertransaksi praktis namun juga harus memenuhi gaya hidup ‘kekinian’.

Tren Banking

Jaman sekarang, ponsel maupun smarphone sudah menjadi kebutuhan primer. Tak lagi seperti dahulu, bahwa kebutuhan primer terbatas hanya pangan, sandang dan papan. Gerak laju pertumbuhan dunia mendorong kebutuhan manusia semakin komplek. Teknologi komunikasi, dalam hal ini gadget, smartphone, laptop, komputer dan semacamnya sudah semakin gencar. Tercatat di Asia pengguna smartphone mencapai 75%, sedangkan laptop lebih sedikit. Ekspetasi yang luar biasa menyangkut penggunaan perangkat teknologi tersbut untuk mendukung kebutuhan hidup keseharian. Ponsel yang dulunya hanya untuk kebutuhan menelpon dan SMS, menjadi berkembang sebagai sarana penyedia informasi melalui fitur internetnya. Ponsel pintar Smarphone yang belakangan semakin marak dan banyak ‘digenggam’ orang menjadi sarana utama memenuhi segala kebutuhan. Bukan hanya sekedar menelpon, sms dan website, namun menjadi sarana penunjang aktivitas perbankan.

Kalau dulu, slogan dalam perbankan lekat dengan,”Ayoo ke Bank”. Slogan yang muncul karena sekitar sebelum tahun 1990an dulu fokus ekspansi dari Bank adalah dengan keberadaan cabang-cabang di daerah. jadi nasabah difokuskan bertransaksi di bank-bank terdekat. Era tahun 2000 berkembang ke model Banking. Baru setelah tahun 2010 keatas masuk ke sistem elektronik, misalnya ada e-money, e-wallet dan lain-lain.

Nah jika dirunut tren pertama kali transakasi adalah di bank, datang ke bank cabang. lalu berkembang transaksi pindah ke notebook, PC desktop dan lain-lain. Semua data ter-capture. Setiap ada complain langsung bisa dilihat. Perkembangan perbankan itu mengubah slogan yang lama menjadi “Ayo menggunakan mobile banking”. Perubahan behavior ini seiring adanya strategi datang ke bank, diganti menjadi system digitalisasi untuk transaksi perbankan.

Mobile Banking

Yaaa… Mobile banking menjadi salah satu teknologi perbankan yang dikembangkan banyak bank-bank. Tentu kita familiar bukan dengan internet banking maupun SMS banking? Saya pun menggunakannya. Simple, praktis, efektif, efesien karena bisa dilakukan dimana pun, kapan pun. Memangkas waktu yang dulunya harus dilakukan di Bank atau pun ATM terdekat. Tinggal pakai ponsel yang dilengkapi fitur bisa didaftarkan di bank tempat kita memiliki rekening, langsung bisa menggunakannya. SMS banking ini menjadi salah satu yang aku gunakan sampai sekarang. Cukup membantu sih.

Catatan bahwa ponsel yang beredar melebihi penduduk Indonesia sebesar 250 juta orang, termasuk balita dibawah 10 tahun. Nah pemakai ponsel kategori usia, sudah menggunakan ponsel diatas usia 10 tahun bahkan ada yang lebih muda, dibawah 10 tahun. Artinya pemakai cukup besar, tak terbatas pada ponsel manual. Belakangan penetrasi smartphone menjadi tren.

Tren mengekspansi transaksi perbankan melalui mobile banking. Tercatat pengguna smartphone sebanyak 30 % penggunanya, melakukan private aplikasi mobile banking. Sementara 15% diantaranya menggunakannya untuk membuka website. Prosentase yang lumayan besar untuk prospek mobile banking. Hal itu menarik minat banyak orang/ nasabah. Wajar sekali karena yang dibutuhkan orang adalah kebebasan ekspetasi perbankan dimanapun juga bukan hanya di rumah. Aktivitas transaksi perbankan bisa dilakukan di jalan, kantor, kendaraan dan lain sebagainya. Di manapun dan kapan pun.

Namun ternyata tak cukup system mobile banking. Kebutuhan dan gaya hidup semakin menuntut lebih. Model banking sebelumnya lama-lama semakin dituntut lebih praktis seiring gaya hidup orang-orang yang semakin sibuk. Jam kerja yang disiplin waktu. Tren perbankan pun semakin maju. Pasalnya seperti saya sampaikan diatas, bahwa generasi ‘kekinian’ yang lahir lebih muda sudah banyak yang tak familiar dengan model website alias yang pake ‘www’. Mereka lebih familiar dengan model Aplikasi, yang berbentuk kotak-kotak di Android maupun di iphone. Sooo.. lahirlah teknologi perbankan baru, Mobile banking application.

BII Maybank2u 

Mobile banking application menjadi salah satu teknologi perbankan yang dikembangkan oleh Bank Internasional Indoensia/ BII. Pertumbuhan banking di indonesia sangat cepat. BII tidak hanya fokus dengan ekspetasi, namun pengembangan pengguna berhubungan lifestyle, membuat produk berkesesuaian lifestyle. Contoh BII adalah bank pertama yang mengembangkan internet banking pada 1998. Hingga pada tahun 2011 memperkenalkan sms banking, dengan *141# yang sudah digunakan oleh BII mobile banking.

Nah hal yang diinginkan nasabah adalah soal keinginan kemudahan dan cepat dalam bertransaksi. Harus menjangkau semua bank cabang. Namun sementara perlu transaksi cepat tidak sesuai dengan keadaan sekarang. Kebutuhan nasabah dan inovasi harus dilakukan terus menerus. BIIMaybank2U Apps menjawab semua kebutuhan nasabah dalam aktivitas perbankan. Semua akses dalam rekening nasabah terakomodir dalam satu aplikasi, BIIMaybank2U.

BIIMaybank2U sendiri telah diluncurkan pada 14 September 2015 dalam acara nangkring Kompasiana bersama BII Maybank bertajuk Coverage BII Mobile Banking Launch di dihelat di Midtown Jakarta Bistro & Lounge, Jakarta. Hadir dalam acara tersebut diantaranya John Patrick selaku CEO Cekaja.com, Stefanus Willy Sukianto selaku Head Wealth Management, Segment Strategi & E-Channel BII Maybank, Hansal Savla selaku senior director TNS Research, Gusnawan Tjan selaku Head of Business Planning & Performance Management BII, Amran Hassan selaku Maybank's head of corporate development and innovation. Hadir juga Danny Oei Wirianto selaku Chairman Kaskus.

BIIMaybank2U sebagai mobile banking application menjawab tren jaman sekarang dengan adanya generasi yang mahir “ber-ponsel ria”, jaringan internet bukan hanya dibutuhkan sekedar transefer, top up pulsa, namun juga lifestyle. Lebih dari itu, aplikasi BII Maybank2U melengkapi seluruh platform yang ada sebelumnya.

Fenomena pertumbuhan pengguna mobile banking dan gaya hidup anak muda saat ini mendorong BII Maybank terus berinovasi. Pengembangan digital banking bukan hanya transaksi, namun juga diperuntukkan sebagai sarana kebutuhan akan lifestyle,” jelas Stefanus Willy Sukianto saat presentasi di acara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2