Mohon tunggu...
Rachmat Pudiyanto
Rachmat Pudiyanto Mohon Tunggu... Penulis - Culture Enthusiasts || Traveler || Madyanger || Fiksianer

BEST IN FICTION Kompasiana 201 AWARD || Culture Enthusiasts || Instagram @rachmatpy #TravelerMadyanger || email: rachmatpy@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

5 Tips Redam Trik & Rayuan Si Bos Terkait Pekerjaan

6 Juli 2024   22:50 Diperbarui: 7 Juli 2024   09:45 293
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Karyawan. Sumber: https://money.kompas.com/

 

Si bos/ atasan seringkali, menghadapkan kita sebagai pekerja/ bawahan, pada situasi tricky.

Situasi dimana tanggungjawab pekerjaan bertambah, jam kerja molor, sampai hari libur berkurang. Lain soal kalau ada kompensasi, seperti lembur. Kalau tidak? Sementara kita segan menolak/membantah. "Ya kaleee mbantah si bos. Ga enaklah (padahal takut hehehe) ."

Ampoon Bos!

Ini pengalamnku soal kerjaan. Dulu, medio tahun 2005, aku pernah dalam posisi dimana, diberi kerjaan yang sebenarnya kurang berkenan di hati. 

Bukan hanya ditambahi pekerjaan, tapi lebih berat daripada itu. Dipindah kerja (dari Jakarta ke Batam).  Bukan karena performa kerja yang buruk malah sebaliknya. 

Dinilai kerja bagus, maka diberi tanggungjawab baru yang lebih besar. Intinya dipercaya getu hehehe. Makanya si Bos memintaku mengurus kantor barudi Batam yang baru beroperasi.

Masalahnya aku gak menginginkan tanggungjawab pekerjaan itu. Sebagai pekerja yang baru 2 tahun bekerja, awalnya agak gak enak juga menolaknya.

Alasan utamaku keberatan dengan permintaan itu adalah  aku 2 tahun hidup/domisili di Jakarta, dan sudah nyaman dengan suasana kerja, rekan kerja, koneksi dan saudara-saudaraku kerja area Jabodetabek yang notabene dekat. Pokoknya sedang suka-sukanyalah menikmati hidup di kota metropolitan ibukota (dulu, sebelum ada IKN) Jakarta.

Pendek kata, aku memutuskan menolak permintaan itu. Dengan pertimbangan-pertimbangan di atas plus, aku "malas" masuk lingkungan baru di Batam. Jauh dan belum pernah ke sana. 

Bayanganku Batam kurang menarik. Lagi pula gak ada teman sama sekali yang kukenal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun