Mohon tunggu...
Rahab Ganendra
Rahab Ganendra Mohon Tunggu...

BEST IN FICTION Kompasiana 2014 - Fiksianer "hujan ingkar datang, tlah lama matahari karam di pelupuk mata di bayang gelap raksasa pohon asmara kala hari tercatat di penanggalan tua berguguran kering kupu-kupu muda bernisan rasa ..."

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Aku Malu Berdoa Lagi

22 Februari 2019   21:52 Diperbarui: 25 Februari 2019   19:48 0 8 4 Mohon Tunggu...
Puisi | Aku Malu Berdoa Lagi
Sumber: www.storyblocks.com

Aku malu berdoa lagi
kala ucapku penuh gerutu
menghujat datangnya matahari waktu
"kenapa pagi-pagi terikmu mengganggu tidurku?"

Aku malu berdoa lagi
ketika hujan tak kusyukuri
mata hati, mati
tak lagi mengenali, sejati rintik-Mu lagi

Aku malu berdoa lagi
kalau surga itu tak lagi kuimani di Langit tinggi
malah kuseret dalam ego kemenangan duniawi
dan gemuruh memusuhi
menjadi tuhan yang kuabdi

Aku malu berdoa lagi
saat ingkar jadi kata hati sanubari
dan setiap relung indera mencampakkan esensi sejati
tuhankan duniawi ilusi

Aku malu berdoa lagi
kala ku hanya percaya bahasa intimidasi
memuja arogansi dan benci
dengan rasa pongah menghakimi
nafikan tengadah tangan mohon yang hakiki

Aku malu berdoa lagi
ketika aku alpa sebagai hamba
dan tak kenal bahwa esensi meminta
bukanlah memperkosa

Aku takkan mungkin berdoa lagi
kala sunyi waktu
tanpa makna, begitu saja berlalu
dan  takaburku
meniadakan keberAdaan-Mu

***

Jakarta, 22 Februari 2019

@rahabganendra



KONTEN MENARIK LAINNYA
x