Mohon tunggu...
Raghda Amanda Ardyan
Raghda Amanda Ardyan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Airlangga

Mahasiswa kebidanan semester 2 di Universitas Airlangga yang pantang menyerah. Aktif dalam keanggotaan organisasi kampus. Memiliki ketertarikan tinggi di bidang kesehatan.

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Waspada Mitos Kehamilan yang Salah

11 Juni 2022   21:05 Diperbarui: 11 Juni 2022   23:08 137 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Artikel ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas Pembelajaran Dasar Bersama (PDB) mata kuliah Logika dan Pemikiran Kritis kelas D-1.2 Universitas Airlangga.

Kita sebagai orang Indonesia sangat menyadari bahwa negara kita memiliki keanekaragaman sumber daya alam dan budaya, masing-masing dengan ciri dan kualitas yang unik; Bahkan, orang asing sangat menyadari keragaman budaya Indonesia. Keanekaragaman budaya adalah keunikan yang ada di muka bumi di dunia dengan berbagai macam suku bangsa yang ada di dunia, begitu pula dengan keanekaragaman budaya khususnya di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan keanekaragaman budaya khususnya di Indonesia menghasilkan budaya yang berbeda dari setiap suku bangsa khususnya di Indonesia yang berbeda dengan hasil kemampuan menciptakan budayanya sendiri.

Kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia salah satunya ialah mitos. Berdasarkan KBBI, mitos adalah cerita suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dahulu, mengandung penafsiran tentang asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa tersebut mengandung arti mendalam yang diungkapkan dengan cara gaib.

Mitos kehamilan merupakan salah satu dari beberapa jenis mitologi Indonesia. Mitos kehamilan adalah satu cerita, pendapat atau anggapan dalam sebuah kebudayaan yang dianggap mempunyai kebenaran yang isinya tentang anjuran maupun larangan mengenai kehamilan yang pernah berlaku pada suatu masa dahulu hingga sekarang yang kebenarannya belum tentu benar adanya. Mitos tentang kehamilan mempengaruhi persepsi ibu hamil, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan reproduksi ibu dan kesehatan bayi.

Terlepas dari kenyataan bahwa informasi kesehatan telah dikomunikasikan, banyak orang terus mengabaikannya. Orang menempatkan nilai yang lebih tinggi pada apa yang nenek moyang mereka turunkan kepada mereka daripada pada rasionalitas. Masyarakat lebih meyakini mitos tersebut dapat menyelamatkan jiwa ibu dan bayinya. Meskipun mitos tersebut bertentangan dengan dengan nilai kesehatan modern yang dapat mengakibatkan permasalahan kesehatan. Berikut mitos-mitos yang tidak sesuai dengan kebenarannya:

  1. Ibu hamil dilarang makan nanas
    Nanas telah terbukti bermanfaat bagi wanita hamil. Salah satu manfaatnya adalah membantu mengurangi kecemasan. Penelitian telah menunjukkan bahwa nanas mengandung vitamin anti-kecemasan dan flavonoid. Efek ini dapat membantu mengurangi kecemasan (anxiety) yang dialami selama kehamilan. Nanas juga kaya akan vitamin C. Bagi ibu hamil, satu cangkir nanas dapat memenuhi kebutuhan vitamin C hariannya. Nanas juga mengandung asam folat, zat besi, magnesium dan vitamin B6 yang semuanya bermanfaat untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu hamil. Tapi makanlah secukupnya, tidak perlu berlebihan.
  2. Ibu hamil dilarang meminum kopi
    Tidak apa-apa bagi ibu hamil untuk minum kopi. Penting untuk memperhatikan berapa banyak kopi yang dikonsumsi setiap hari. Pasalnya, konsumsi kopi yang berlebihan berpotensi membahayakan ibu hamil dan janin yang dikandungnya.
  3. Ibu hamil dilarang makan telur
    Mitos mengatakan bahwa kebiasaan makan telur sewaktu kehamilan itu akan membuat lapisan selaput ketuban menjadi tebal seperti telur, sehingga bayi sulit keluar saat proses melahirkan. Kenyataannya telur mengandung protein sebesar 12,90 g/100 g, asam oleat, zat besi, fosfor, vitamin A, D, E, K, dan vitamin B12 yang semua itu sangat penting bagi ibu hamil dan juga bayi yang sedang dikandung.
  4. Ibu hamil dilarang makan daging kambing
    Mitos tersebut menyebutkan bahwa makan daging kambing bisa membuat janin panas. Daging kambing merupakan sumber protein yang bisa membantu pertumbuhan dan perkembangan janin. Kemudian, daging kambing juga memiliki kandungan zat besi yang mudah diserap tubuh. Ini tentu bagus untuk membantu pembentukan sel darah merah, karena banyak ibu hamil yang mengalami darah rendah, meski tidak semua ibu hamil mengalami hal tersebut.
  5. Ibu hamil dilarang makan cumi-cumi
    Konon katanya makan cumi-cumi saat hamil bisa menyebabkan bayi yang akan dilahirkan lemah. Cumi-cumi sendiri mengandung protein, vitamin B vitamin E, zat besi, kalsium, asam lemak omega-3, selenium, kalium, magnesium, kolin, dan zinc. Berkat nutrisinya yang cukup beragam, cumi baik dikonsumsi untuk mencukupi asupan gizi ibu hamil dan menyusui, serta mendukung proses tumbuh kembang janin. Makanan ini juga baik dikonsumsi sebagai salah satu jenis seafood untuk menjaga kesehatan jantung dan otak.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan