Mohon tunggu...
Rafika HM
Rafika HM Mohon Tunggu... mahasiswi

Mahasiswa Prodi PWK Universitas Jember

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Klaster Industri dalam Revolusi Industri 4.0

6 Desember 2019   00:30 Diperbarui: 6 Desember 2019   00:31 4 0 0 Mohon Tunggu...

Apa yang ada di benak anda saat mendengan Revolusi Industri 4.0? Fenomena era Revolusi Indestri 4.0 bukan lagi menjadi hal yang asing. Mengingat tingginya kecepatan dari perkembangan teknologi dan informasi yang terjadi. 

Revolusi Industri 4.0 sendiri merupakan fenomena penggabungan teknologi cyber dengan teknologi otomatisasi yang penerapannnya berpusat pada otomatisasi yang dilakukan teknoogi tanpa perlunya tenaga kerja manusia. Lalu bagaimana keterkaitan antara adanya klaster industri dan perkembangan industri yang kita sebut dengan Revolusi Indutri 4.0?

Keberadaan industri sangat penting bagi suatu wilayah, hal ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang dengan berkembagnya zaman, berkembang pula kebutuhannya yang semakin kompleks saja. Industri sendiri merupakan kumpulan perusahaan yang menghasilkan barang homogen atau barang yang mempunyai sifat saling mengganti yang sangat erat (Hasibuan,1997). Sedangkan menurut Wignjosoebroto (2003) lebih mengartikan industri sebagai suatu lokasi atau tempat dimana aktifitas produksi terjadi. Lalu apa yang dimaksud dengan kawasan industri? Menurut Organisasi Pengembangan Industri PBB (UNIDO) (1978) merupakan sebidang lahan yang diberi petakan sedemikian rupa sesuai dengan rancangan menyeluruh yang dilengkapi dengan jalan, public utilities, dengan atau tanpa pabrik yang diperuntukkan bagi pengarahan industri dengan pengelolaan khusus. Berbeda lagi dengan Klaster Industri yang merupakan kelompok industri dengan core industry yang saling berhubungan secara intensif (Deperindag. 2000).

Tidak akan muncul sistem klaster industri  bila tidak ada manfaat didalamnya. Klaster Industri disini mempunyai manfaat tersendiri dalam perekonomian suatu wilayah. Dengan adanya aglomerasi kumpulan perusahaan sejenis ataupu berbeda dalam Klaster Industri namun masih memiliki kesamaan atau keterkaitan aktivitas, sehingga adanya pembatasan eksternalitas ekonomi yang dihasilkan dan akan mengurangi biaya produkksi perusahaan yang termasuk dalam golongan dalam klaster industri. Jadi, dengan adanya pengklasteran industri akan bermanfaat atau menguntungkan baik itu dari perusahaan yang tergolong dalam klaster maupun bagi masyarakat serta perkembangan wilayah kedepannya. Manfaat yang didapat dari pihak industri seperti dapat menekan biaya produksi sebab dari kedekatan lokasi sehingga penggunaan input seperti teknologi, iformasi, dan jasa yang sama dapat menekan pengeluaran biaya. Manfaat lainnya yaitu terjadi pemusatan tenaga kerja sehingga pemenuhan tenaga kerja dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien. Selain itu juga adanya pertukaran informasi dalam setiap perusahaan dalam klaster sehingga dapat terjadi sharing yang berguna dalam peningkatan produktifitas dan perbaikan masing-masing produk. Sedangkan manfaat bagi wilayah dintaranya yaitu akan memperkuat perekonomian lokal, peningkatan kemampuan organisasi industri, peningkatan networking antar perusahaan, terjadinya produktifitas dan efisiensi.

Untuk di Indonesia senditi sistem klaster industri telah banya diterapkan di berbagai wilayah. Mayoritas klaster di Indonesia adalah usaha mikro, kecil dan menengah yang memproduksi barang-barang yang pemasarannnya mencangkup pasar lokal dan sekitarnya saja. Dan sejauh ini, pedekatan klaster masih dipilih oleh pemerintah sebagai salh satu strategi mengatasi permasalahn krisis industri yang didominasi oleh UKM.

Adanya klaster industri menjadi kutub petumbuhan baru bagi perekonomian suatu wilayah. Tak hal bila perekonomian suatu wilayah dapat ditolong dengan berkembangnya klaster industri pada wilayah tersebut. Klaster industri disini dapat dikatakan memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam perkembangan dunia perindustrian. Revolusi industri yang dari dulu terus berubah mengalir sejalan dengan epmbangan zaman, dan dengan klaster indutri inilah perindustrian  dapat berjalan dengan tujuan efektifitan dan efisiensi. Dimana tujuan ini sangat sesuai dengan tujuan awal munculnya industri yaitu mencapai keefektifan dan keefisienan baik dalam hal waktu, tenaga, dan biaya.

Perkembangan zamanlah yang melemparkan kita hingga berada pada era Revolusi Indusri 4.0 dimana indusrti berjalan dengan sistem otomatisasi. Hal tersebut akan mempengaruhi kondisi atau karakteristi dari klaster industri di Indonesia. Namun mengingat kemampuan negara saat ini yang masih belum sepenuhya dapat menangkap Revolusi Industri sebagai suatu peluang yang besar disebabkan SDM yang pun belum sepenuhnya siap. Dan adanya keterkaitan antar klaster industri dan Revolusi Industri  yaitu dengan meluasnya pemahaman Revolusi Industri maka terjadilah peningkatan jumlah industri sebagai konsekuensinya. Peningkatan ini baik jumlah maupun jenisnya mendorong setiap perusahaan untuk melakukan produktivitas seoptimal mungkin dalam mencapai keefektifan dan keefisienan produksi. Dengan ebgitu akan meningkatkan pula daya saingnya. Hal ini tentunya akan memberi manfaat bagi perekonomian wilayahnya.

VIDEO PILIHAN