Mohon tunggu...
Rafida Aini
Rafida Aini Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Ekonomi Pembangunan

Penulis Amatir

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Dampak Covid-19 terhadap Pemilik Restoran, Kafe, dan Warung Makan

25 November 2020   20:30 Diperbarui: 25 November 2020   21:05 153 0 0 Mohon Tunggu...

Pasti kalian rindu akan suasana makan di warung makan ataupun keluar bersama teman temanmu ke cafe, me time, dine in, dan sebagainya. Sejak terjadinya pandemi Covid-19 pada akhir Agustus di Wuhan, China dan menyebar ke berbagai negara negara besar, kemudian Indonesiapun terkena sebaran penyakit covid -19 itu sendiri pada awal bulan Maret.

Pada awal terjadi pandemi Covid-19, tempat - tempat wisata, mall, bioskop, cafe, warung makan dan sebagainya yang merupakan tempat ramai dikunjungi masyarakat di tutup sementara untuk mencegah terjadinya persebaran Covid-19 di Indonesia. Atau yang biasa kita dengar dengan sebutan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)

Dengan diterapkannya PSBB tersebut, timbulah dampak - dampak yang terjadi kepada pemilik cafe dan warung makan, berikut adalah dampak dampaknya:

  • Aktivitas jual beli yang menurun.
  • PSBB menjadikan penurunan aktivitas jual beli di tengah masyarakat, dan membuat omset pengusaha warung makan mengalami penurunan 50 persen.
  • Dampak yang besar bagi usaha.
  • Para pemilik cafe, restoran, atau warung makan harus melakukan hal yang ekstrem, antara menutup sementara dan menutup selamanya, karena diberlakukannya PSBB tersebut. Sehingga para pemiik harus berpikir bagaimana caranya mengubah konsep dan mengembangkan unit bisnis baru.
  • Dampak terhadap karyawan
  • Ada yang di pulangkan sesuai keperluan, ada yang terpaksa dikenakan layoff, ada yang di phk dan ada beberapa yang ingin membuka usaha sendiri.
  • Bahan baku yang sulit didapat
  • Mau tidak mau kondisi ini telah menyebabkan bahan baku produksi rumah tangga mengalamikelangkaan atau mengalami kenaikan harga.
  • Distribusi terhambat
  • Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) mengalami penurnan antara 40-60 persen sejak awal maret 2020, kondisi ini diperkirakan akan terus terjadi selama masa pandemi Covid-19. Terhentinya distribusi tentu sangat perbengaruh terhadap dampak pemilik warung makan dan cafe karena kebingungan mencari cara mendistribusikan produk.
  • Ekonomi yang menurun
  • Indikator ekonomi semakin parah sebab pergerakan konsumsi dalam negeri. Konsumsi yang biasanya menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa menurun dan efek efeknya yang bisa memicu konflik sosial.
  • Usaha baru
  • Banyak yang membuat usaha-usaha baru degan mencocokkan situasi pad pandemi Covid-19 ini. Dengan cara, usaha frozen food dan lain sebagainya

Namun sekarang sudah diberlakukannya new normal atau kenormalan baru, dengan menerapkan protokol kesehatan dan social distancing. Maklum, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini membuat banyak kalangan menjadi terbatas pergerakannya.

Yaitu dengan di lakukannya

  • Pemeriksaan suhu tubuh
  • Fasilitas cuci tangan, dan menyediakan hand sanitizer
  • Perlengkapan karyawan didisinfeksi berkala
  • Menyediakan menu ala carte
  • Physical distancing
  • Reservasi dan pembayaran non-tunai.

Oleh sebab itu, dampak Covid-19 terhadap pemilik makan bukan hanya berpengaruh terhadap pemilik namun kepada masyarakat dan pemerintah juga. Semoga bisa membantu, terima kasih.

VIDEO PILIHAN