Mohon tunggu...
Rafendra Aditya
Rafendra Aditya Mohon Tunggu...

Menulis membuatku merasakan hal-hal yang tak dapat kurasakan di dunia nyata. Menulis itu membangun rumah, dengan pondasi gagasan, material kata-kata dan atap khasanah.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Pagi di Ketapang dan Jawaban Puisimu

13 Oktober 2016   10:00 Diperbarui: 13 Oktober 2016   15:10 0 1 0 Mohon Tunggu...

 

Menjawab puisi tentang pagi. Dan lampu
yang ragu ketika pagi menyapamu. Sendu
lambai tanganmu
Pada awan kelabu
sisa
hujan
di ujung waktu
Lambai tanganmu mencumbu. Rindu
kembali bertumpu di palung biru. Pesonamu
memikatku
mengikatku
kembali. Lagi. Selalu.

Rahadi Oesman, Ketapang, 13 Oktober 2016

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x