Mohon tunggu...
Raein
Raein Mohon Tunggu... Raein

Pisssss,,, jangan simpan masalahmu sendiri. Itu nggak baik buat kesehatan pikiran

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Sepi

9 Januari 2019   22:40 Diperbarui: 9 Januari 2019   22:41 159 13 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Sepi
Sumber gambar : Pixabay.com

Aku terdiam ingin bercerita namun tiada teman bicara. Malam semakin larut bersama warna pandangan yang semakin memudar menyisakan hitam putih dalam mirat cerita cinta dibaluti sejuta luka.

Inginku bernyanyi mencoba kisahkan lukaku dengan sejuta perihnya bagai tergores rotan namun tak nampak. Darahnya semakin mengalir deras bercampur air mata. Ada sepenggal kisah pilu dalam sepiku yang tiada sebab.

Kutuang setetes ramuan sandiwara ke dalam  segelas racun. Kuletakkan ke dalam jiwa yang menyimpan sejuta cerita. Mencoba berbagi kisah mengukir senyum kepalsuan akhirkan derita tentang jiwa yang sepi merasa sendiri di antara tikus-tikus nakal yang mulai meminum racun.

Tertawa terbahak bersama isakan tangis yang mulai pecah tiada lagi sanggup dibendung. Meneriakkan pilu akan kisah sepi tak sanggup bertahan  bersandiwara, sebab aku bukanlah ahlinya dalam bersandiwara. Sepiku semakin terasa menyayat hati melukai pikiran menuntun jasad menjauhi dunia membawa langkah menggiring derita menuju jembatan pilu yang nampak indah, mampu menyelesaikan sesak.

Sepi ini biar kubunuh bersama tikus-tikus nakal yang mulai meminum racun dunia. Tak perlu sesal, sebab cerita telah berakhir sebelum terlahir seorang pemain baru. Biarkan peran ini kosong tak membentuk lambang  nol. Sebab tiada kekosongan pikiran membuat hati jenuh memilih pergi sebelum diusir. Biarlah berakhir sebelum seharusnya, agar semua terkenang akan diri yang tak pernah ada dalam ingatan siapa pun.

Polman, 9 Januari 2019

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x