Radityo Widiatmojo
Radityo Widiatmojo pelajar/mahasiswa

Pekerja Lepas yang sedikit menawan, berjuang mengajarkan fotografi lewat kajian komunikasi visual. Blog Fotografi saya bisa dibaca di http://fototiptrik.blogspot.com.au/

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Kami Kecewa dengan De Tanjung

13 Agustus 2013   12:07 Diperbarui: 24 Juni 2015   09:22 2211 0 2

Undangan dan souvenir adalah salah satu hal penting dalam pernikahan. Saya sadar akan hal itu, oleh karena itu saya memilih vendor yang sudah memiliki reputasi yang baik. Saya dan pasangan saya memilih De Tanjung, yang notabene sudah pernah masuk Metro TV, masuk majalah2 bisnis, di review di website2 dll.

Berikut uraian saya tentang kekecewaan terhadap De Tanjung:

Undangan:

Saya memang pesan jenis undangan dengan spesifikasi lebih rendah dari contoh di galeri de tanjung. pegawainya bilang bahwa hasilnya akan sama dengan sample meskipun bahan kertas berbeda. namun setelah jadi, undangannya sama sekali tidak mencerminkan de tanjung. sama sekali tidak mencerminkan omongan si pegawainya. Intinya JELEK sekali. Analisa saya: saya survei ke tempat-tempat lain, membuat undangan memerlukan proses 2-3 minggu. Jika hasil undangan JELEK karena tergesa-gesa, saya rasa juga bukan alasan. karena de tanjung juga menyelesaikan undangan dalam waktu 2-3 minggu, sesuai standart vendor lain. hasil undangan JELEK karena si pegawai tidak mempunyai wawasan tentang jenis kertas. Anda bisa bayangkan kertas berkerut karena terkena jenis lem yang terlalu kuat? YUP semua undangan kami seperti itu. pegawai de tanjung tidak tahu bahwa kertas dibawah 180 gram akan berkerut jika di rekatkan dengan jenis lem tertentu. WTF.

Suvenir:

saya memesan cangkir sebagai suvenir. H-2 sebelum kenaikan BBM (menjadi Rp. 6500) saya order, namun karena tidak ada fasilitas mesin gesek, serta ATM di dekat galeri tidak berfungsi hari itu, akhirnya saya tidak memberi uang jaminan. Akibatnya, ketika saya mau memberi uang jaminan 2 hari setelahnya tenyata harga BBM naik, busyett dahhh, akhirnya de tanjung menaikkan harga suvenir dari Rp. 7000 ke Rp. 8500. saya kena harga setelah BBM naik. ingin kupecahkan saja gelasnya biar ramai.

Janji tanggal 3 agustus selesai, namun sampai hari ini (13 Agustus) belum di beri kabar. saya SMS pegawainya. katanya si pegawai sudah jadi. trus ketika mau saya ambil hati itu juga, tokonya tutup, masih libur lebaran. lha acara saya tanggal 18 agustus. di sms suruh ambil tanggal 15. kacau dehhhhh de tanjung ini. OMG

Komunikasi:

nahhh ini yang bikin saya super jengkel. nomer HP si pegawainya ada 3 nomer.pernah saya tlp sampai lebih dari 20 kali juga tidak di angkat. si pegawai tidak pernah mau telpon balik. si pegawai hanya sms. lucu-lucu pula alasannya, yg hp ketinggalanlah, yang pengajianlah, yang ga punya pulsalah, yg HPnya error lah, yang smsnya ga masuk lah, yang ini yang itu... pegawai macam apaan itu memberi seribu alasan yang tidak perlu saya ketahui.

Suatu hari si pegawai pernah berjanji untuk antar contoh undangan ke rumah saya, karena orang tua saya mau melihat, orang tua saya punya waktu hanya jam 8 pagi... Mau tau alasan si pegawai tidak datang hari itu: "lha mas kepagian, rumah saya jauh... driver saya juga kepagian kalo jam 8..."    Ajaibkan si pegawai ini.

Entahlah, saya sudah tidak bisa berkata2 apa lagi ini,, sudah terlalu kecewa saya ini.

Buat mbak Dewi, sang pemilik de tanjung, saya salut dengan perjuangan anda melahirkan salah satu vendor suvenir terbaik di kota Malang tercinta ini, namun jangan sampai perjuangan keras anda ini dinodai oleh pegawai yang tidak profesional.

nb: inisial pegawainya N