Mohon tunggu...
Radit
Radit Mohon Tunggu...

Rough road doesn't give you success, without positive mind and determination!

Selanjutnya

Tutup

Tekno Pilihan

Analis Sistem, Jenis Pekerjaan Masa Depan

17 Januari 2017   17:48 Diperbarui: 17 Januari 2017   18:42 0 1 0 Mohon Tunggu...

Sudah lama euy gue nggak nulis di Kompasiana.com. Mulai sekarang sampe beberapa tulisan ke depan, gue pengen bahas tentang Analis Sistem yang mungkin nggak banyak orang nyadar bahwa pekerjaan ini ada, tapi sebenarnya udah jadi satu paket dengan pekerjaan-pekerjaan yang kalian lakukan. Topiknya cukup gede, jadi bisa dibikin tulisan panjang dalam beberapa seri. 

Berbicara tentang Analis Sistem, mungkin nggak banyak orang awam tahu jenis pekerjaan ini. Bahkan gue ketik kata "Analis", kata ini nggak dikenali sebagai kata valid di Proofing Language editor favorit yang gue pake, yaitu Word. Tetapi pas ketik "System Analyst", keluar ribuan hasil pencarian di Google yang semuanya berkaitan dengan pekerjaan di bidang teknologi informasi (TI). Bahkan menurut Wikipedia, "System Analyst" jelas-jelas dikaitkan dengan TI secara gamblang. 

Apa itu Analis Sistem?

Tapi apa ya sebenarnya arti Analis Sistem (System Analyst) itu? Kalau lihat di kamus besar Bahasa Indonesia (kbbi.web.id), analis dapat diartikan orang yang menganalisis, atau melakukan analisis. Sedang sistem adalah susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas dan sebagainya. Atau dapat diartikan sebagai metode. Secara harfiah menurut pengertian gue sendiri, Analis Sistem adalah orang yang menganalisis atau melakukan analisis terhadap suatu metode atau susunan teratur yang sedang berjalan, untuk kemudian diperbaiki untuk menjadi lebih baik lagi. 

Mendengar arti kata Analis Sistem tersebut, apakah selalu berkaitan dengan TI? Ternyata nggak! Menurut gue, Analis Sistem bisa bekerja di mana saja, bahkan bisa berdiri sendiri sebagai perusahaan jasa, konstruksi atau bahkan freelance. Satu contoh di bidang transportasi publik yang sekarang ini sedang menjadi topik hangat di Indonesia, karena MRT sudah mulai dibangun dan Jakarta mulai memperbaiki sistem transportasinya. 

Pertanyaan pertama sebelum dimulai: bagian atau segmen atau area mana saja yang ingin diperbaiki (baca: di-improve)? Bagaimana sistem yang sekarang ini sedang berjalan?

Pemilik sistem (dalam contoh ini adalah pemerintah, atau badan terkait seperti departemen perhubungan, atau perusahaan pemilik bus, atau angkutan) bisa berbagi informasi mengenai sistem transportasi yang saat ini digunakan. Sistem transportasi adalah suatu sistem yang cukup besar, dan sebenarnya bisa dibagi menjadi beberapa unit sistem kecil lalu kemudian dianalisa. Ada banyak sub-sistem di dalam sistem transportasi publik yang bisa dideteksi, antara lain: sistem koneksi transportasi, sistem pembayaran (tarif), sistem interkoneksi antar moda transportasi, atau bahkan sistem shift pemandu transportasinya. 

Kita ambil contoh sistem pembayaran (tarif) angkutan di Indonesia dekade lalu. Ketika itu, belum ada sistem transportasi massal yang cukup bisa diandalkan. Sistem pembayaran tarif angkutan masih menggunakan model LTGB (bukan LGBT lho ya?) yang artinya Lu Taksir Gue Bayar. Maksudnya kernetnya menaksir jarak dari tempat penumpang naik hingga penumpang turun, terus kernetnya kasih tau tarifnya berapa segitu. Kewajiban gue donk bayar?! Kan gitu! 

Apa kelemahan sistem yang sekarang berjalan? 

Sebagai Analis Sistem, kewajiban dia untuk tahu apa kelemahan sistem yang dipakai sekarang. Contohnya, pemilik sistem (biasanya disebut sebagai investor, karena dia yang akan menanamkan modal untuk memperbaiki sistem yang berjalan sekarang ini) kesulitan mengetahui berapa banyak penumpang yang naik ke bus. Ngapain repot-repot pengen tahu gituan? Eih.... si pemilik sistem ini merasa ditipu kernetnya, karena kalo dilihat-lihat bus miliknya selalu penuh, tapi keuntungan seret karena setoran selalu kurang. 

Kurangnya setoran jadi berimbas kepada busnya susah upgrade ke yang baru-baru dan busnya jelek-jelek. Susah mau beli bus ber-AC, dan kalo ada kecelakaan juga sulit beli yg baru lagi karena ga ada duit. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x